Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kongres Kolombia Loloskan RUU Larangan Adu Banteng

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Mei 2024 15:09 3:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Mei 2024 15:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kongres Kolombia hari Selasa (28/5/2024) meloloskan larangan adu banteng, hiburan populer yang setiap tahun banyak digelar dan menarik minat ribuan penonton di negara Amerika Selatan itu.

Dilansir AFP, Presiden  Gustavo Petro, yang harus menyetujui RUU itu untuk disahkan, lewat X menyampaikan pujiannya terhadap para wakil guna memastikan “tontonan maut” itu tidak lagi digelar.

Majelis rendah parlemen Kolombia itu meloloskan RUU tersebut dengan suara 93 vs 2, yang akan melarang pertunjukan adu banteng mulai 2027.

Kolombia memasukkan RUU itu ke dalam agenda legislasi pada 2020 semasa pemerintahan Presiden Ivan Duque, tetapi pemungutan suaranya di parlemen kala itu ditunda.

Sebelum pemungutan suara digelar, perdebatan digelar dengan memberikan kesempatan sejumlah pihak berargumen, termasuk para walikota, perwakilan peternak banteng, penyelenggara pertunjukan adu banteng, serta kelompok-kelompok peduli hak-hak binatang.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Matador Johan Andres Paloma, 22, menjelang pemungutan suara mengatakan kepada AFP bahwa dirinya bangga dengan profesi yang dijalaninya, yang disebutnya sebagai “simbol identitas” bagi banyak orang Kolombia.

Paloma mengatakan 35.000 orang bergantung langsung kepada pertunjukan adu banteng, belum termasuk mereka yang bekerja di sektor informal atau yang tidak berkaitan langsung dengan adu banteng.

Menurut Paloma, sekitar 300 pertunjukan digelar setiap tahun di sekitar 70 lokasi di seluruh penjuru Kolombia.

Sebelum peraturan itu diberlakukan pada 2027, pemerintah diharuskan membantu mencari alternatif pekerjaan bagi orang-orang yang selama ini mencari nafkah berkaitan dengan pertunjukan itu.

Arena duelnya juga harus diubah fungsi untuk acara lain seperti olahraga atau aktivitas kebudayaan lain.

Pada 2018, Mahkamah Konstitusi mengakui adu banteng sebagai bagian dari tradisi budaya masyarakat Kolombia.

Namun Bogota – salah satu yang dikenal sebagai kota adu banteng paling lawas di Amerika – sejsk memberlakukan larangan melukai atau membunuh banteng, meniadakan pemandangan paling brutal dan keji dari acara itu.

Kota Medellin – yang dikenal dengan kartel-kartel narkobanya – juga memberlakukan larangan serupa. Namun, pertunjukan itu masih populer di kota-kota seperti Cali dan Manizales.

Selain Kolombia, saat ini ada tujuh negara lain masih menggelar pertunjukan adu banteng, yaitu Ekuador, Prancy, Meksiko, Peru, Portugal, Spanyol dan Venezuela.

Sebelumnya sejumlah negara tetangga, seperti Brazil, Chile, Argentina , Uruguay dan Guatemala, sudah melarang pertarungan berdarah antara seorang matador dan seekor banteng itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adu bantengKolombia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korea Utara Terbangkan Balon Berisi Selebaran Propaganda dan Sampah ke Selatan
Tulisan selanjutnya Babak Akhir Penghancuran Masjid-masjid Bergaya Arab di China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?