Hidayatullah.com– Presiden Meksiko, hari Kamis (9/3/2023), mengatakan bahwa krisis opioid di Amerika Serikat merupakan masalah AS sendiri karena Meksiko tidak memproduksi dan mengkonsumsi fentanyl.
Presiden Andrés Manuel López Obrador beranggapan epidemi opioid sintetis fentanyl sebagian besar merupakan masalah AS, dan seharusnya Amerika Serikat menggunakan nilai-nilai kekeluargaan guna mengatasi masalah kecanduan narkoba.
Pernyataan itu dikemukakan López Obrador saat penasihat keamanan dalam negeri AS Liz Sherwood-Randall berkunjung ke Meksiko guna mendiskusikan krisis fentanyl yang semakin parah. Komentar itu juga disampaikan López Obrador di tengah seruan sejumlah politisi Partai Republik agar AS mengerahkan pasukan militer untuk menyerang laboratorium-laboratorium narkoba di Meksiko.
Di masa lalu pemerintah Meksiko permah mengakui bahwa fentanyl di produksi di laboratorium-laboratorium Meksiko menggunakan bahan-bahan kimia prekursor yang diimpor dari China. Narkoba sintesis itu dituding sebagai penyebab sekitar 70.000 kematian opioid per tahun di Amerika Serikat.
“Di sini, kami tidak memproduksi fentanyl, dan tidak ada konsumsi fentanyl,” kata López Obrador. “Mengapa mereka (Amerika Serikat) tidak mengatasi sendiri masalah-masalah kerusakan sosial mereka?”
Dia kemudian memaparkan faktor-faktor yang kemungkinan membuat masyarakat AS banyak mengkonsumsi fentanyl, seperti maraknya orangtua tunggal, orangtua yang mendepak anaknya yang sudah dewasa keluar dari rumah dan banyak keluarga yang menitipkan orangtuanya yang sudah tua ke rumah-rumah jompo dan hanya mengunjunginya setahun sekali.
Pernyataannya sangat berbeda dengan cuitan hari Kamis (9/3/2023) Dubes AS Ken Salazar di Twitter yang mengatakan bahwa pertemuan antara Sherwood-Randall dan Jaksa Agung Meksiko dimaksudkan “untuk memperkuat kerja sama keamanan dan melawan momok fentanyl untuk melindungi kedua negara kita dengan lebih baik,” lansir Associated Press.
Ada sedikit perdebatan di kalangan pejabat AS dan bahkan Meksiko bahwa hampir semua fentanyl yang dikonsumsi di Amerika Serikat diproduksi dan diproses di Meksiko.
Pada bulan Februari, Angkatan Darat Meksiko mengumumkan pihaknya menyita lebih dari setengah juta pil fentanyl dalam suatu penggerebekan terhadap sebuah laboratorium (pabrik) narkoba sintesis terbesar yang sejauh ini pernah ditemukan. Tentara mengatakan laboratorium luar ruangan itu ditemukan di Culiacan, ibu kota negara bagian Sinaloa.
Di kota yang sama pada 2021, tentara menyerbu sebuah pabrik narkoba yang konon membuat sekitar 70 juta pil fentanyl biru setiap bulan untuk kartel Sinaloa.
“Presiden berbohong,” kata analis keamanan Meksiko David Saucedo. “Kartel-kartel Meksiko, terutama CJNG ( Jalisco New Generation Cartel) dan Kartel Sinaloa sudah belajar cara memproduksinya.”
“Mereka sendiri membeli bahan kimia prekursornya, mendirikan laboratorium untuk memproduksi fentanyl dan mendistribusikannya ke kota-kota di Amerika Serikat dan menjualnya,” kata Saucedo. “Sedikit demi sedikit mereka mulai memonopoli fentanyl, karena kartel Meksiko hadir di sepanjang rantai produksi dan penjualan.”
Meskipun benar bahwa konsumsi fentanyl tampaknya masih rendah di Meksiko dan sebagian besar terbatas pada daerah di perbatasan utara, hal itu mungkin disebabkan pemerintah Meksiko sangat buruk dalam mendeteksinya. Sebuah studi tahun 2019 di kota perbatasan Tijuana menunjukkan bahwa 93% sampel metamfetamin dan heroin di sana mengandung sejumlah fentanil.
Saucedo mengatakan ekspor fentanyl ke AS sangat menguntungkan bagi kartel Meksiko sehingga mereka tidak terlalu melirik pasar domestik.
Fentanyl, juga dieja fentanil, adalah opioid sintetik yang sangat kuat yang digunakan sebagai analgesik atau penghilang rasa sakit.*
Dalam konferensi pers hari Rabu Senator AS Lindsey Graham mengatakan bahwa dia ingin “melepaskan kemarahan dan kekuatan AS terhadap kartel-kartel ini.”
“Langkah kedua yang akan kami lakukan adalah memberikan wewenang kepada militer untuk memburu organisasi-organisasi itu di mana pun mereka berada,” kata Graham. “Bukan untuk menginvasi Meksiko. Bukan untuk menembak jatuh pesawat Meksiko. Namun, untuk menghancurkan laboratorium narkoba yang meracuni orang Amerika.”
López Obrador mengatakan Meksiko tidak akan menerima ancaman seperti itu. Dia menyebutnya sebagai “penghinaan terhadap Meksiko dan kurangnya rasa hormat terhadap independensi dan kedaulatan kita”.
López mengancam akan memulai kampanye di Amerika Serikat meminta orang-orang Meksiko dan Hispanik yang tinggal di sana untuk tidak memilih Partai Republik.*