Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Syi’ah Batu Sandungan AS di Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 April 2003 10:09 10:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 April 2003 10:09
Bagikan
Bagikan

Agresor Amerika Serikat (AS) mungkin akan mendapatkan bantu sandungan paling berat di Iraq pasca penjajahan yang dilakukannya. Sejak beberapa minggu selepas pendudukan AS dan sekutunya ke Iraq, warga muslim Syi’ah di negeri 1001 malam itu terus diguncang demontrasi dan protes terhadap AS.

Kemarin, dalam perayaan Karbala, peringatan kematian Imam Hussein, 4 juta warga Syi’ah tumpah ruah di jalan-jalan kota Karbala. Selain mengadakan acara ritual, mereka juga mengutuk AS dan sekutunya.

Pengikut Syi’ah ini membawa sepanduk dengan tulisan yang isinya , “Tidak untuk Amerika, Tidak untuk Israel, Ya kepada Islam”.

“Saddam Hussein jahat. Amerika sama,” kata Khudayer Abbas Musawi, (25), seorang mahasiswa yang ikut dalam rombongan tersebut.

“Amerika datang ke sini bukan untuk membebaskan penduduk Iraq tetapi karena minyak, mereka datang untuk menakluk bukan membebaskan”, ujarnya. “Tentera Amerika sudah menggulingkan Saddam jadi mereka mestilah pulang sekarang,” katanya lagi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rabu, (23/4), kemarin, adalah hari berkabung ke-40 dan terakhir atas meninggalnya Imam Hussein, yang sampai hari ini, kira-kira telah berusia 1300 tahun.

Jumlah kaum Syi’ah Iraq mencapai sekitar 60 persen dari jumlah total 24 juta penduduk nya. Sisanya adalah penganut Sunni yang menguasai politik Iraq. Sejak masa Saddam berkuasa, acara-acara yang berhubungan dengan kaum Syi’ah dilarang.

Dalam acara peringatan itu, juru bicara Majlis Tertinggi Revolusi Islam Syi’ah di Iraq, Abu Eslam al-Saqir, mengatakan, rakyat Iraq mencintai Islam bukan boneka Amerika.

“Penduduk menyintai Islam. Tetapi, mereka tidak akan menerima pemerintahan bukan Islam maupun boneka Amerika”, ujarnya.

Ulama Bayaran

AS bukan tidak menyadari ancaman Syi’ah, penduduk mayoritas yang tidak begitu menginginkan kehadirannya. Karena itu, AS kini sedang mendekati beberapa ulama yang bisa disuap untuk kepentingan politiknya AS.

Washington Post,beberapa hari lalu menulis CIA, agen rahasia AS, kini tengah berusaha menjinakkan beberapa ulama Syi’ah.

“Kami tidak akan mengizinkan faham fundamentalis Farsi hidup di sini. Kami akan mencari banyak ulama untuk terlibat dalam jabatan penting,” kutipnya dengan salah seorang pejabat penting Gedung Putih.

Menurut laporan itu, pemerintah AS tidak akan memberikan keleluasaan pengikut Syi’ah di Iraq. Termasuk tidak akan mewujudkan sebuah pemerintahan Islam yang anti-Amerika di negara yang baru dijajahnya itu. (afp/wp/ant/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wapres Hutang Negara Rp 1 Milyar
Tulisan selanjutnya AS Minta Iran Tak Campur Tangan Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Yogyakarta Jadi Tempat Pertemuan Alumni Jesuit Dunia

Berita
1 Agustus 2026 13:09
Menko PM Luncurkan Program 10 Ribu MCK untuk Pondok Pesantren Seluruh Indonesia
Bawa Bom Rakitan Wanita Meledakkan Dirinya di Sebuah Restoran di Moskow
Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos

Terbaru

  • Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
  • Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
  • Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
  • Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG
  • Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
  • Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
  • Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan
  • Malaysia Tegaskan Tak Akan Pulangkan Pengungsi Rohingya Jika Nyawa Mereka Terancam
  • Penjara Seumur Hidup Bagi Pemuda Afghanistan yang Menabrakkan Mobil ke Kerumunan di Munich Jerman

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?