Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Fox News Mengaku Berbohong Perihal Dominion Voting System, Bersedia Bayar Kompensasi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 April 2023 05:29 5:29 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 April 2023 05:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Fox News menyelesaikan gugatan Dominion Voting System, yang menuntutnya karena menyebarkan berita bohong perihal perusahaan mesin penghitung suara dan tabulator itu terkait pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 yang dimenangkan Joe Biden, dengan uang kesepakatan ganti rugi sebesar $787,5 juta.

Jumlah yang disepakati itu kurang dari gugatan awal yang diminta Dominion sebesar $1,6 miliar.

“Para pihak telah menyelesaikan kasus mereka,” kata hakim Eric Davis di pengadilan Wilmington, Delaware, kepada para juri pada Selasa sore (18/4/2023) waktu setempat sebelum membebaskan mereka dari tugasnya di ruang sidang, lansir BBC.

Kesepakatan dicapai setelah juri diambil sumpahnya pada Selasa pagi menyusul penundaan pernyataan pembuka yang cukup lama.

Pernyataan-pernyataan pembuka dari para pihak yang bertikai dijadwalkan dimulai pada hari Selasa setelah istirahat makan siang. Namun, juri dan hakim tidak kunjung kembali ke ruang sidang sampai menjelang pukul 4 petang. 

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Di masa penangguhan lebih dari dua jam itu, para pengacara yang mewakili para pihak melakukan pertemuan di ruangan sebelah ruang sidang.

Sekembalinya ke ruang sidang, hakim menyampaikan terima kasih kepada juri karena telah menunaikan tugas mereka dan mereka tidak perlu kembali disebabkan perselisihan di antara para pihak sudah diselesaikan.

Awalnya hakim Davis menjadwalkan kasus gugatan pencemaran nama baik yang diajukan Dominion terhadap Fox News itu akan digelar selama enam pekan.

Dominion termasuk perusahaan tabulasi perhitungan suara yang cukup dipercaya sampai Donald Trump berkoar-koar tanpa bukti menuding kekalahannya dari Biden dalam pilpres 2020 disebabkan jutaan suara yang diperolehnya dihilangkan dari mesin penghitung, menuding Dominion berbuat curang guna memenangkan Biden.

Fox News, entah dengan alasan apa, kemudian menggaungkan tuduhan-tuduhan tidak berdasar Trump itu, sehingga publik meragukan kebenaran perhitungan suara. Narasi pemberitaan Fox News terlihat jelas membela Trump dan menyudutkan Dominion lewat klaim-klaim palsu perihal perusahaan itu. Dari sinilah awal reputasi Dominion Voting System tercemar, dan kemudian mengambil langkah hukum menggugat Fox News $1,6 miliar karena telah merusak nama baiknya.

“Kami lega sudah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan perselisihan kami dengan Dominion Voting System. Kami mengakui keputusan pengadilan yang menyatakan bahwa sejumlah klaim perihal Dominion adalah palsu,” kata pihak Fox News menyusul kesepakatan tersebut.

Menyambut kemenangannya, CEO Dominion John Poulos kepada para reporter yang menunggu di luar pengadilan mengatakan bahwa Fox News “sekarang memahami konsekuensi dari menyebarkan kebohongan”.

Fox masih menghadapi beberapa gugatan hukum terkait keputusannya untuk menyiarkan klaim-klaim palsu.

Smartmatic, perusahaan peralatan tabulasi lain, menggugat perusahaan yang dikembangkan keluarga Rupert Murdoch itu sebesar $2,7 miliar.

Abby Grossberg, seorang bekas pegawai Fox yang bekerja untuk Bartiromo and Carlson, juga menggugat perusahaan itu, mengatakan bahwa dirinya dipaksa memberikan kesaksian yang menyesatkan.

Fox digugat oleh seorang pemegang saham yang menuntut ganti rugi dan berpendapat bahwa jajaran eksekutif media itu melanggar kewajiban fidusia mereka kepada perusahaan dengan membiarkan klaim-klaim atau berita palsu seputar  pemilihan umum disiarkan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatDominion VotingDonald TrumpFox News
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hacker Indonesia Retas Situs Web Kementerian Israel, Hacker Indonesia: Ini Hanya Awal
Tulisan selanjutnya Pertemuan Partai Ennahda Dilarang Pemimpinnya Ditangkap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?