Hidayatullah.com—Penjajah ‘Israel’ menyatakan harapan bahwa otoritas Arab Saudi akan mengizinkan penerbangan langsung ke negara Muslim yang ingin menunaikan ibadah haji bulan depan.
Menteri Luar Negerinya, Eli Cohen, mengatakan permintaan telah diajukan dan “masalah ini sedang dibahas”, lapor Aljazeera.
“Saya tidak bisa memberi tahu Anda jika ada perkembangan, tapi saya optimis kita bisa berdamai dengan Arab Saudi,” katanya dalam wawancara dengan Radio Militer ‘Israel’ seperti dilansir kantor berita Reuters.
Permintaan yang dilakukan ‘Israel’ juga merupakan bagian dari upaya memperbaiki hubungan kedua negara yang sebelumnya tegang. Menurut laporan media lokal, selain pembahasan tentang penerbangan langsung, ‘Israel’ mengklaim berencana membuka Kedutaan Besar ‘Israel’ di Riyadh.
Saat ini, Muslim dari ‘Israel’ dan Palestina yang mengunjungi Arab Saudi harus melalui negara ketiga.
Sejak tahun 2020, Arab Saudi telah mengizinkan maskapai ‘Israel’ untuk menggunakan wilayah udaranya ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, yang merupakan negara-negara yang telah menjalin hubungan normal dengan Arab Saudi.
‘Israel’ telah memiliki keinginan ini sejak laman. Sebelumnya, tahun 2022, Esawi Freij, menteri kerja sama regional Israel, agar warga Muslim ‘Israel’ dapat terbang langsung dari Ben Gurion (bandara dekat Tel Aviv) ke Jeddah dan dari sana ke Makkah.*