Hidayatullah.com—Sekelompok besar demonstran perubahan iklim turun ke jalan-jalan di London, Inggris, di mana mereka memblokir jalan dan menimbulkan “kerusakan pidana” dengan sengaja agar ditangkap aparat hukum.
Para pengunjuk rasa itu memarkir sebuah perahu berwarna merah muda di tengah-tengah Oxford Street, salah satu jalan tersibuk di Eropa, sambil mengibarkan bendera yang menjadi simbol penyelenggara protes Extinction Rebellion.
Di Westminster Bridge, kawasan sibuk lain di ibukota Inggris, pengunjuk rasa memblokir jalan dengan cara menempatkan pepohonan dan panel surya di tengah jalan. Sebuah landasan permainan skateboard juga dipasang di sana.
Para demonstran juga tampak menyemut di sekitar Marble Arch, terletak di ujung jalan Oxford Street, di Picadilly Circus dan Parliament Square.
Extinction Rebellion mengatakan unjuk rasa di London itu hanya sebagian dari demonstrasi yang rencanya digelar di seluruh dunia guna menyeru pemerintah-pemerintah menerapkan kebijakan yang lebih ketat untuk mengatasi perubahan iklim, lapaor Euronews.
Unjuk rasa hari Senin (15/4/2019).itu juga menarget kantor pusat perusahaan migas Shell, di mana demonstran menyemprotkan cat menulis kata-kata seperti “Shell knows” (Shell mengetahui) dan “climate criminal” (penjahat iklim) di bagian depan gedung.
Seorang demonstran wanita berusaha merekatkan tangannya ke pintu masuk putar gedung Shell, tetapi kaca pintu tersebut akhirnya dipecahkan.
Pihak pengunjuk rasa mengatakan mereka “sengaja” menimbulkan kerusakan bernilai “lebih dari 6.000 pound” atas bangunan Shell tersebut sehingga kasusnya bisa diproses di pengadilan Inggris.
“Pengadilan-pengadingan yang diakibatkan oleh tindakan perusakan pidana ini akan membuka peluang untuk mengatakan di persidangan bahwa tanpa tindakan perubahan segera dan radikal, konsekuensi [perubahan iklim] bagi kemanusiaan dan kehidupan di bumi akan menimbulkan malapetaka,” kata Extinction Rebellion dalam sebuah pernyataan.*