Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Melakukan Pelanggaran Seksual WHO Pecat Ilmuwan Peneliti Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Mei 2023 08:31 8:31 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Mei 2023 08:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memecat seorang ilmuwan asal Denmark, yang memimpin penelitian Covid-19, disebabkan dia dituduh melakukan pelanggaran seksual.

Peter Ben Embarek, yang memimpin tim dari WHO dan bergabung dengan tim peneliti lain untuk menyelidiki asal-usul Covid-19 di China, diberhentikan tahun lalu, kata badan kesehatan itu seperti dilansir Associated Press Kamis (4/5/2023).

WHO mengatakan pihaknya meningkatkan upaya untuk membasmi pelecehan, eksploitasi, dan pelecehan seksual di lingkungan organisasinya dalam beberapa bulan terakhir setelah serangkaian kasus dan insiden dilaporkan di media.

“Peter Ben Embarek diberhentikan menyusul temuan pelanggaran seksual yang dilakukannya dan proses disipliner berkaitan,” kata juru bicara WHO Marcia Poole melalui email.

“Temuan itu terkait dugaan kasus tahun 2015 dan 2017 yang pertama kali diterima oleh tim investigasi WHO pada tahun 2018.”

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Dia mengatakan tuduhan lain tidak dapat diselidiki sepenuhnya karena “korban tidak ingin terlibat dalam proses penyelidikan.”

Ben Embarek tidak segera menanggapi panggilan atau pesan teks yang dikirimkan ke ponselnya pada hari Kamis. Berita ini pertama kali dilaporkan oleh The Financial Times.

Ben Embarek, warga negara Denmark pakar penyakit menular dari hewan ke manusia,  memimpin tim WHO yang berangkat ke China pada awal 2021 dan mengunjungi pasar Huanan di Wuhan untuk mencari tahu sumber virus penyebab Covid-19.

WHO menggalakkan upaya penanganan kasus seksual yang dilakukan oleh stafnya atau staf mitra kerjanya menyusul laporan tahun 2020 perihal eksploitasi seksual sistematis terhadap puluhan perempuan saat penanganan wabah Ebola di Kongo. Lebih dari 80 staf di bawah arahan WHO dan mitra-mitranya diduga telah memperkosa para wanita dan anak-anak perempuan, menuntut seks sebagai imbalan pekerjaan dan memaksa beberapa korban untuk melakukan aborsi. Skandal seks ini merupakan yang terbesar dalam sejarah WHO.

Tidak satupun manajer senior di Kongo dipecat akibat kasus itu, meskipun dokumen-dokumen menunjukkan para pejabat WHO mengetahui perihal eksploitasi seksual tersebut.

Bulan lalu, WHO mengatakan telah memecat dokter asal Fiji, Temo Waqanivalu, yang menghadapi tuduhan seksual yang pertama kali dilaporkan oleh Associated Press. Dokter itu sejauh ini menghadapi tiga tuduhan kasus seksual.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19denmarkpenelitiPeter Ben EmbarekseksualWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Labeli Uighur yang Memiliki Al-Quran Sebagai ‘Ekstremis’
Tulisan selanjutnya Menolak LGBT, Presiden Erdogan: Keluarga yang Kuat Berarti Bangsa yang Kuat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?