Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Benarkah Arab Saudi Membolehkan Kelainan Sejenis seperti LGBT?

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Mei 2023 07:41 7:41 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Mei 2023 09:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Belum lama ini media dihebohkan pemberitaaan seolah-olah Arab Saudi membolehkan kelainan seksual Lesbian, Gay/homo, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Namun faktanya hal itu tidak benar.

Sebuah laman web yang dikelola anak-anak Indonesia yang tinggal di Arab Saudi membantah hal tersebut.  Dalam artikal  berjudul “Apakah LGBT Dipersilahkan Mengunjungi Arab Saudi?” laman web saudinesia membantah hal ini.

Menurut laman ini, berita itu bermula dari media Barat dengan bersumber dari FAQ di visitsaudi.com.  Saat itu ada sebuah pertanyaan dari pembaca: “Apakah visitor LGBT diperkenankan untuk mengunjungi Arab Saudi?”

Nah, pengelola web Saudi itu menjawaban secara diplomatis bahwa “setiap orang diperkenankan mengunjungi Arab Saudi, dan turis tidak diminta untuk mengungkap urusan detail pribadinya seperti itu.”

Menurut Saudinesia, jawaban tersebut tidak mengkhususkan hanya kepada “sekelompok orang sakit” yang menyimpang orientasi seksualnya diizinkan masuk ke Arab Saudi.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

“Perlu diketahui, lebih dari 35% warga asing (ekspatriat) yang bermukim di Arab Saudi, mereka datang dan menetap di Arab Saudi membawa bermacam-macam kepercayaan, aliran, agama, suku, ras dan bangsa. Tetapi juga mereka tidak ditanyakan urusan pribadinya masing-masing saat ketibaan di Saudi, tidak dilarang,” tulis Saudinesia.

Ketika mereka masuk ke Saudi, kata Saudinesia, mereka tetap diperlakukan sama seperti di negara dunia lainnya, tapna perlu ditanya orientasi seksualnya. “Apakah semua pengunjung sebuah negara ditanyakan hal pribadi sedetail itu? Tentu tidak!”

Selama dokumen mereka legal dan lengkap,  tidak masuk dalam daftar “red notice” Interpol, atau bebas dari segala catatan yang menjadi standar cegah tangkal sebuah negara, siapapun dianggap berhak melakukan traveling ke negara manapun.

Bahkan ketika seseorang melakukan ibadah umrah atau haji ke Tanah Suci,  Arab Saudi tidak pernah membeda-bedakan seseorang berdasarkan orientasi seksual atau paham yang dianut.

“Yang umrah dan berhaji pun, ketika identitas dan dokumen perjalanannya menyatakan sebagai seorang muslim, tidak diperiksa; apakah bermadzab Hanbali, sebagai mayoritas di Saudi, atau seorang sufi tariqat tertentu, Syiah, Ahmadiyah atau Baha’I,” tulis Saudinesia.

Lantas, bagaimana kedudukan pengikut LGBT di Arab Saudi?

Saudinesia menuliskan, bahwa Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi sering mengirimi pesan singkat melalui ponsel (SMS) kepada setiap warga Saudi dan ekspatriat yang menetap di Saudi agar tidak melakukan tersebut, sebab hal itu termasuk pelanggaran berat dalam keyakinan agama Islam. Inilah 6 pesan penting tersebut;

  • Menyerukan pemikiran ateistik dalam bentuk apa pun, atau skeptis terhadap perkara tsawabit agama Islam yang menjadi dasar negara Saudi.
  • Melanggar janji kesetiaan (ba’iat) kepada pemimpin, atau lebih loyal-setia kepada partai, organisasi, golongan, kelompok, atau individu manapun di dalam atau di luar Saudi.
  • Menghubungi atau berkomunikasi dengan salah satu kelompok, golongan, atau individu yang memusuhi Kerajaan.
  • Setia kepada negara asing, bekerja sama dengannya, atau melakukan komunikasi dengan maksud merusak persatuan dan stabilitas keamanan Kerajaan dan rakyatnya.
  • Berusaha dengan segala cara apapun untuk menggoyahkan tatanan sosial dan persatuan nasional, yang dapat memengaruhi persatuan dan stabilitas Kerajaan.
  • Menghadiri konferensi, seminar, atau pertemuan di dalam atau di luar negeri yang ditujukan untuk menganggu keamanan dan stabilitas serta mengobarkan hasutan di tengah masyarakat.

Maka siapapun yang melanggar hal di atas, akan dimintai pertanggungjawaban, baik di masa lalu dan selanjutnya, dalam pikiran, perkataan, atau perbuatannya.

Rangkuman 6 poin tersebut sudah cukup menunjukkan ketegasan Kerajaan Arab Saudi terhadap kampanye yang bertentangan dengan dasar negara dan menggoyahkan tatanan sosialnya, termasuk di dalamnya LGBT.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiHeadlinelgbt
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jangan Berharap Kematian karena Kepayahan Hidup
Tulisan selanjutnya Gelombang Masuk Islam Massal di Pakistan, Aktivis Hindu Marah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

3 September 2026 14:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?