Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Serangan Udara Yordania Tewaskan Gembong Narkoba Ternama Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Mei 2023 16:48 4:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Mei 2023 16:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Serangan udara di Suriah bagian selatan hari Senin pagi (8/5/2023) menewaskan salah satu pengedar narkoba paling terkenal di negara itu.

Sersngan pertama menghantam sebuah rumah di desa Shuab di Provinsi Sweida dekat perbatasan Yordania, menewaskan Merhi al-Ramthan, istrinya dan enam anak-anak, menurut Syrian Observatory for Human Rights, organisasi pemantau perang bentukan kelompok anti-rezim Bashar al-Assad yang berbasis di London.

Organisasi tersebut dan radio Sham FM melaporkan serangan lain di Provinsi Daraa yang menghantam sebuah bangunan. Observatory mengatakan bangunan itu dipergunakan sebagai pabrik pembuatan narkoba.

Ahmad al-Masalmeh, seorang aktivis oposisi yang meliput perkembangan di bagian selatan Suriah, juga mengatakan satu serangan udara menewaskan al-Ramthan dan keluarganya di Provinsi Sweida. Dia mengatakan bangunan yang diserang di Provinsi Daraa digunakan oleh kelompok-kelompok dukungan Iran untuk memproduksi dan menyimpan narkoba sebelum diselundupkan ke Yordania. Dia mengatakan serangan udara dilakukan sebelum fajar pada hari Senin, menyebabkan kebakaran di bangunan pabrik narkoba tersebut.

Stasiun radio Sham FM yang pro-rezim Assad tidak memberikan banyak keterangan dalam laporannya. Belum ada komentar dari pihak berwenang Yordania atau Suriah perihal serangan-serangan itu, lapor Associated Press.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Para aktivis dan Observatory mengatakan bahwa mereka meyakini serangan udara tersebut kemunduran besar dilakukan oleh Yordania. Mereka juga mengatakan al-Ramthan dekat dengan milisi-milisi yang terkait dengan Assad dan kelompok Hizbullah Lebanon yang disokong Iran.

Al-Masalmeh berkata, “Pesawat-pesawat tempur [yang melakukan serangan] itu diyakini milik Yordania menyusul ancaman oleh menteri luar negeri.”

Media pemerintah Yordania menyiarkan kabar tentang serangan udara tersebut, tetapi hanya mengutip media Suriah dan menambahkan bahwa al-Ramthan diburu oleh otoritas Yordania.

Menteri luar negeri Yordania pada konferensi pers hari Senin, usai pertemuan dengan sejawat dari Belanda, mengatakan bahwa Suriah pekan lalu dalam pembicaraan di Amman telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara Arab dalam penanggulangan penyelundupan narkoba. 

“Dalam kasus narkoba, seperti yang kami katakan sebelumnya, lonjakan aktivitas penyelundupan narkoba merupakan ancaman besar bagi kerajaan, wilayah, dan dunia,” kata Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi.

Pekan lalu, Safadi memperingatkan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam jika penyelundupan narkoba dari Suriah terus berlangsung.

“Kami tidak menganggap enteng ancaman penyelundupan narkoba,” kata Safadi kepada CNN pekan lalu.

“Apabila.kami tidak melihat langkah-langkah efektif untuk meredam ancaman itu, kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk melawan ancaman itu, termasuk mengambil tindakan militer di dalam wilayah Suriah untuk menghilangkan ancaman yang sangat berbahaya ini.”

“Bagi kami, adalah suatu keharusan untuk mengakhiri krisis ini karena kami sudah sangat menderita disebabkan akibat yang ditimbulkannya,” tegas Safadi.

Yordania, sebelum sersngan ini, sudah sering melaporkan operasi penyelundupan narkoba di perbatasannya dengan Suriah, dengan tentaranya tidak jarang terlibat baku tembak dengan kartel narkoba yang mencoba menyelundup masuk dari bagian selatan Suriah. Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Yordania telah memyita jutaan pil Captagon yang diselundupkan, banyak di antaranya dikirim ke negara-negara Teluk yang kaya minyak.

Baik Suriah maupun negara tetangganya, Libanon, telah menjadi pintu gerbang narkoba ke kawasan Timur Tengah yang lebih luas, dan khususnya ke kawasan Teluk.

Serangan udara yang sangat jarang dilakukan Yordania itu terjadi beberapa hari setelah pemerintah Amman memperingatkan akan menggunakan kekuatan tentara di dalam wilayah Suriah untuk memberantas perdagangan narkoba ke wilayahnya.

Serangan itu juga terjadi sehari setelah pemerintah negara-negara Arab setuju untuk memasukkan kembali Suriah ke Liga Arab.

Pemerintah negara-negara Barat memperkirakan bahwa Captagon telah menghasilkan pendapatan miliaran dolar untuk Presiden Bashar Assad, rekan-rekan dan sekutu-sekutunya seperti Hizbullah di Libanon dan rezim Syiah di Iran. Pemerintah Damaskus membantah tuduhan itu.

Pada bulan Maret, Amerika Serikat dan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap empat warga Suriah dan dua warga Libanon yang terlibat dalam pembuatan dan perdagangan Captagon.

Di antara keenam orang itu ada sepupu Presiden Suriah dan gembong narkoba Libanon yang terkenal. Beberapa pekan kemudian, Uni Eropa memberlakukan sanksi terhadap beberapa warga Suriah, termasuk sejumlah anggota keluarga Assad, menuding mereka terlibat dalam pembuatan dan peredaran narkoba, terutama Captagon.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bashar al-AssadcaptagonHeadlineHizbullahirannarkobasuriahsyiahyordania
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kecam Pimpinan Al-Zaitun yang Menyanyikan Salam Yahudi di Masjid, Aktivis Gaza: Ini Melampaui Penistaan
Tulisan selanjutnya Konflik Sudan Rumah Sakit Diserang Bank Dijarah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?