Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Polisi Spanyol dan Prancis Bongkar Jaringan Penyelundup Bayi Belut ke China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Mei 2023 20:51 8:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Mei 2023 20:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Polisi di Spanyol dan Prancis menangkap 27 orang dan menyita 1,5 ton bayi belut hidup, serta sejumlah barang bernilai lebih dari €2 juta, setelah membongkar jaringan kriminal yang khusus menternakkan ikan yang terkategori hewan terancam punah dan menyelundupkannya ke China.

Petugas juga berhasil menemukan berton-ton bayi belut beku – yang dianggap sebagai panganan lezat di Spanyol dan sebagian Asia – yang belum lolos pemeriksaan keselamatan pangan dan tidak layak dikonsumsi manusia.

Oleh karena status belut Eropa (Anguilla anguilla) termasuk dalam kategori hewan yang terancam punah pada daftar hewan dilindungi International Union for Conservation of Nature, penangkapan dan distribusinya harus mengikuti aturan kuota yang dibuat Uni Eropa, dan dilarang untuk diperjual-belikan atau diekspor ke luar EU.

Beberapa tahun terakhir, bayi belut (disebut elver) menarik perhatian banyak geng kriminal spesialis penyelundup ikan dari Eropa ke Asia, di mana harga jualnya bisa mencapai €5.000 per kilogram.

Operasi gabungan aparat kepolisian – yang melibatkan Guardia Civil (Spanyol), Gendarmerie Nationale (Prancis), Europol dan European Anti-Fraud Office (Olaf) – dimulai pada 2021 ketika petugas pabean dan polisi mencurigai “ketidakberesan” dalam perdagangan bayi belut dan belut.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mereka kemudian berhasil mengungkap adanya geng kriminal, berbasis di Spanyol bagian utara dan Prancis bagian selatan, yang terlibat dalam aktivitas suplai dan distribusi ilegal.

“Kelompok ini, yang terdiri dari nelayan serta pengelola usaha dan pedagang grosir, menyimpang dari jalur legal pasokan bayi belut hidup dengan memasoknya ke warga negara asal China yang memiliki tempat penetasan ikan rahasia di beberapa daerah di Paris dan Antwerp,” kata Guardia Civil dalam sebuah pernyataan seperti dilansir The Guardian Jumat (12/5/2023).

“Dari sana, mereka merencanakan perjalanan ke Asia untuk orang-orang yang diberangkatkan dari bandara-bandara Eropa yang dekat dengan lokasi penetasan, membawa belut-belut yang disembunyikan di bagasinya,” papar Guardia Civil.

Aparat menemukan bahwa 14 ton bayi belut dan 31 ton belut dewasa – yang bernilai lebih dari €6,7 juta di pasar legal – telah diselewengkan dari rantai pasokan resmi.

Setelah lebih dari 30 penggeledahan rumah, tempat usaha, dan tempat penetasan rahasia secara bersamaan di Spanyol, Prancis, Belgia, dan Polandia, polisi menangkap 27 orang yang dicurigai menjadi anggota organisasi kriminal. Mereka dituduh melakukan perdagangan ilegal atas spesies yang dilindungi, penyelundupan dan pencucian uang.

Guardia Civil mengatakan mereka telah memindahkan bayi-bayi belut hidup yang disita ke sebuah peternakan milik pemerintah di Navarra di bagian utara Spanyol dan akan akan dilepaskan kemudian ke alam liar sebagai upaya pelestarian spesies yang terancam punah tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bayi belutchinaHeadlinepenyelundupPrancisSpanyolUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bacaleg DPR Aceh Wajib Ikut Tes Baca Al-Quran
Tulisan selanjutnya Koalisi Kawin Paksa Oposisi Turki dan Pertarungan Erdogan vs Barat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?