Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PERSIS: Negara Alami Kemunduran jika Lakukan Pemaksaan Asas Tunggal

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate:
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 28 Maret 2013 09:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Banyak pihak tidak setuju jika pemerintah akan kembali memberlakukan Pancasila sebagai asas tunggal (Astung) dalam Rancangan Undang-Undang tentang Organisasi Kemasyarakatan (RUU Keormasan) yang kini tengah dibahas anggota DPR RI.

“Kita tidak setuju jika kembali pada asas tunggal, ini seperti jaman Orde Baru (Orba lagi),” ungkap Ketua Umum PP Persis, Prof. Dr. M. Abdurrahman kepada hidayatullah.com di kantornya Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Rabu (27/03/2013).

Ia menilai negara mengalami kemunduran jika asas agama tidak boleh dicantumkan sebagai dasar dalam Ormas terutama Ormas yang berbasis agama. Untuk itu ia berharap dasar agama khususnya Ormas Islam harus tetap diijinkan.

Persis sendiri tidak menolak Pancasila sebagai asas, namun ia menilai tidak cukup Pancasila sebagai asas tetapi harus ada asas Islam.

“Pancasila tidak kami tolak, mayoritas umat Islam juga begitu. Namun negara harus mengijinkan mencantumkan Islam sebagai asas,baru asas yang lain. Islam jangan dihapus dari asas keormasan terutama ormas Islam. Jika Islam tidak dicantumkan dalam Ormas Islam lalu semangat apa yang akang diperjuangkan Ormas tersebut?” tanyanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Jika Astung Pancasila tetap dipaksaan sebagai asas semua Ormas, maka dirinya juga mempertanyakan semangat demokrasi yang diusung pemerintah. Karena penduduk Indonesia yang mayoritas umat Islam juga harus diakomodir dalam berbangsa dan bernegara.Islam sendiri tidak bertentangan dengan demokrasi justru sekulerisme, liberalisme, kapitalisme itu yang nyata bertentangan dengan demokrasi paham keindonesiaan.

Meski dirinya juga mengakui ada beberapa Ormas yang dianggap radikal dan anarkis oleh pemerintah namun tidak bijak jika pemerintah menganggap semua ormas sama.Semestinya yang perlu ditertibkan adalah ormas-ormas yang tidak jelas visi misinya termasuk Ormas asing yang bermain di Indonesia

Abdurahman juga meminta para anggota dewan sebagai cerminan rakyat untuk memahami kembali filosofi bangsaya Indonesia.Sebab menurutnya lembaran sejarah telah mencatat salah faktor berdirinya Indonesia karena peran besar umat Islam dari masa ke masa.Karena itu salah besar jika Islam dan Umat Islam dianggap sebagai ancaman negara justru yang harus diwaspadai adalah kaum sekuler, liberal dan kapitalis.

NKRI, imbuhnya, tetap utuh karena umat Islam yang menjaganya,tidak ada bukti bahwa umat Islam akan memisahkan diri dari NKRI.Semangat ukhuwah Islamiyah yang membuat NKRI tetap tegak dan utuh.Jika ada isu umat Islam akan mendirikan negera dalam NKRI maka itu adalah hasutan dari kelompok yang tidak suka kepada Islam sehingga ingin menyingkirkan umat Islam dari Indonesia. Kelompok itu justru yang harus dicurigai dan dipertanyakan jiwa nasionalismenya.

“Justru kelompok di luar Islam sangat jelas yang ingin keluar dari NKRI. Coba siapa di belakang RMS, OPM hingga lepasnya Timor Timur?” tanyanya.

Banyak Korban

Sebagaimana diketahui, mayoritas ormas Islam menolak pemaksaan Pancasila sebagai asas tunggal. Penolakan ini sebagai cerminan masa lalu, di mana umat Islam pernah menjadi korban utama pemaksaan ini di era Orde Baru.

Kala itu, Orde Baru mengeluarkan kebijakan mengenai Pancasila sebagai asas tunggal untuk organisasi-organisasi kemasyarakatan melalui UU No. 8 tahun 1985. Namun rupanya ormas Islam bereaksi keras terhadap kebijakan ini.

Meski Soeharto sempat menenangkan keadaan dengan pidatonya yang berisi tentang Pancasila bukan agama dan tidak akan diagamakan. Pada prakteknya, rezim Orde Baru tetap bersikap keras terhadap kelompok dan individu yang terang-terangan menolak Pancasila sebagai asas tunggal.

Hal ini dapat dibuktikan dengan terjadinya “Tragedi Tanjung Priok 1984”,”Gerakan Usroh” di Lampung serta penculikan para aktivis dakwah, yang dianggap bertindak subversif dan menggoyang ketahanan negara.

Melalui Astung, Orde Baru juga melakukan ‘pengebirian’ melalui penyatuan partai-partai politik sehingga pada masa itu dikenal tiga partai politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI).*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratepancasila
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Suriah Terima Penyelidik Senjata Kimia PBB
Tulisan selanjutnya Hacktivist Anonymous Janji 7 April Lenyapkan Zionis Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?