Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jumlah Usia Muda Mengecil, Banyak Penduduk Tua tahun 2045, Wapres Ma’ruf Amin: Masyarakat Jangan Menunda Nikah

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Mei 2023 15:41 3:41 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Mei 2023 15:30
Bagikan
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin
Bagikan

Hidayatullah.com—Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin mengatakan jumlah populasi penduduk Indonesia usia muda akan mengecil di tahun 2050. Guna menjaga keseimbangan penduduk serta memanfaatkan bonus demografi, Ma’ruf Amin menganjurkan masyarakat untuk segera menikah.  

“Jumlah usia muda itu mengecil di 2050, yang tua-tua makin banyak. Jadi anjurannya itu dilakukan keseimbangan, jangan menunda nikahnya,” ujarnya kepada media usai menghadiri Musrenbangnas Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) 2024 dan peluncuran prediksi penduduk 2020—2050 di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (16/5/2023).

“Kalau tidak, nanti prediksinya banyak yang tua (pada 2050) dan yang muda, yang produktif itu rendah,” lanjut Wapres di kanal YouTube Wakil Presiden RI.

Menurut Ma’ruf, jika tidak keseimbangan, maka jumlah penduduk Indonesia bisa kalah dengan Nigeria dan Pakistan pada 2045. Karena itu, perencanaan Keluarga Berencana (KB) harus segera dilakukan.

“Perencanaan yang baru ya yang disesuaikan sehingga tidak lagi ..kalau tadi prediksinya itu kita bisa kalah nanti oleh Nigeria dan Pakistan pertumbuhannya,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Wapres Ke-13 RI ini menyebut Indonesia tengah dihadapkan dengan perlambatan jumlah penduduk dan krisis depopulasi pada 2045 mendatang.

Saat Indonesia memasuki masa emas yaitu 100 tahun berdirinya, masyarakat Indonesia akan didominasi oleh penduduk berusia tua sebab pertumbuhan rata-rata di Indonesia sebesar 0,67 persen setiap tahunnya dan terus mengalami perlambatan.

“Jumlah penduduk usia muda itu mengecil, sedangkan yang tua-tua makin banyak, ini saya kira perlu anjuran supaya ada keseimbangan, jadi masyarakat juga jangan menunda nikahnya, sebab kalau tidak prediksinya nanti akan tepat yaitu yang banyak yang penduduk usia tua pada 2045 dan yang muda yang produktif itu rendah,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan pertumbuhan penduduk di Indonesia diprediksi akan mulai melambat pada 2030. Bahkan, menurut Suharso, jumlah penduduk Indonesia diprediksi akan kalah dari Nigeria dan Pakistan di tahun 2045.

Adapun, Nigeria serta Pakistan masing-masing berada di posisi kelima dan keenam dengan jumlah penduduk masing-masing 249,95 juta dan 234,57 juta.

Sementara itu, pada 2045 akan terjadi pergeseran dimana Indonesia akan turun menjadi Negara keenam dengan jumlah penduduk tertinggi yaitu mencapai 324,05 juta orang, sedangkan Nigeria naik menjadi di posisi keempat di 349,60 juta dan Pakistan di posisi kelima dengan jumlah 345,82 juta orang.

Berdasarkan data dari Kementerian PPN/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mencatat bahwa proporsi penduduk usia 0-14 tahun turun dari 24,56 persen pada 2020 menjadi 19,61 persen pada 2045.

Sementara itu, penduduk usia 65 tahun ke atas naik signifikan dari 6,16 persen menjadi 14,61 persen pada 2045, sedangkan untuk usia kerja 15—64 tahun juga menurun dari 69,28 persen pada 2020 menjadi 65,79 pada momentum 100 tahun Indonesia. Adapun, jumlah penduduk diperkirakan akan mencapai 324 juta orang pada 2045.

Selanjutnya, Wapres menegaskan agar Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dapat membuat peta jalan baru terkait dengan keseimbangan penduduk di Indonesia pada 2045 mendatang. 

“Ya saya pikir mengenai masalah rencana keluarga berencana itu harus dilakukan perencanaan yang baru dan disesuaikan, sebab kalau itu prediksinya benar maka akan berbahaya,” ujar Ma’ruf Amin.

Di sisi lain, Ma’ruf Amin menekankan dokumen Proyeksi Penduduk 2020-2050 harus menjadi rujukan seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) dalam menyusun program yang mengoptimalkan bonus demografi.

“Dokumen Proyeksi Penduduk 2020-2050 yang hari ini diluncurkan harus menjadi rujukan bagi K/L dan pemerintah daerah untuk menyusun program-program yang dapat mengoptimalkan potensi bonus demografi tersebut,” kata Wapres Ma’ruf Amin.

Sementara itu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam laporannya menyampaikan Proyeksi Penduduk Indonesia 2020-2050 dilakukan bersama Badan Pusat Statistik.

Isi dokumen Proyeksi Penduduk 2020-2050 antara lain memproyeksikan jumlah penduduk Indonesia pada tahun-tahun tersebut, serta menggambarkan kaum generasi  milenial dan generasi Z yang nantinya akan menjadi kelompok lanjut usia atau lansia seharusnya bisa melakukan beberapa hal, seperti memiliki jaminan pensiun, persiapan kesehatan dan lain sebagainya.*/(ant/bi)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinejumlah pendudukmenunda nikahRKP 2024usia mudausia tuaWapres Ma'ruf Amin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Kerala India Melakukan Aksi Besar-besaran Menentang Islamofobia dan Fasisme Hindutva
Tulisan selanjutnya Seruan Moqtada al-Sadr Menghidupkan Kembali ‘Rumah Syiah’ Memicu Kontroversi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?