Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Cekoki Anak Didik dengan Obat Batuk Adiktif Sejumlah Guru PAUD Taiwan Ditangkap

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Juni 2023 15:15 3:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Juni 2023 15:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pihak berwenang di Taiwan sedang melakukan penyelidikan atas kasus pencekokan obat berefek adiktif kepada anak-anak didik oleh guru sekolah PAUD.

Para guru di sebuah sekolah PAUD di New Taipei City dituduh memberikan obat penenang dalam bentuk obat batuk sirup yang mengandung zat adiktif seperti phenobarbital dan benzodiazepine.

Polisi sudah melakukan penyelidikan selama beberapa pekan dan mengatakan masih belum jelas mengapa anak-anak itu diberikan obat sirup yang dapat menimbulkan efek kecanduan.

Skandal ini memicu protes keluarga di luar gedung-gedung pemerintah, lansir BBC Selasa (20/6/2023).

Ratusan orang ambil bagian dalam sebuah unjuk rasa di New Taipei City pada hari Ahad guna menuntut transparansi dari pihak kepolisian. Para pengunjuk rasa mengkritik pihak berwenang karena dianggap kurang terbuka kepada publik dalam penanganan kasus ini.

Baca Juga

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Hari Senin, sebuah kasus terpisah juga muncul di kota Kaohsiung di bagian lain Pulau Taiwan.

Departemen kesehatan di sana mendapati empat dokter bersalah karena memberikan secara tidak tepat phenobarbital kepada sekitar 20 anak. Mereka diskors tidak boleh praktik selama enam bulan dan didenda 1,4 juta dolar Taiwan atau sekitar $46.121.

Di tengah kekhawatiran masyarakat, Taipei City Hospital menawarkan pemeriksaan gratis bagi anak-anak prasekolah untuk mengetahui apakah ada jejak zat penenang di dalam tubuh mereka.

Kasus ini mencuat ke publik pertama kali pada bulan Mei, ketika orangtua dari sejumlah anak prasekolah di New Taipei City menuding staf sekolah mencekoki anak mereka dengan “obat-obatan yang tidak jelas”.

Mike, ayah dari seorang anak berusia 5 tahun, mengatakan kepada BBC Chinese bahwa para orangtua memperhatikan sikap aneh anak mereka berupa tanda-tanda seperti orang kecanduan yang membutuhkan obat penenang, selama liburan Tahun Baru Imlek bulan Februari lalu.

“Sejumlah orangtua mendapati anak mereka, selama liburan, menjadi gampang marah, tidak dapat diam dan berteriak-teriak ketika tidur, dan bahkan menjerit dengan kaki kram,” papar Mike.

Setelah berbicara dengan anak-anak, para orangtua mengetahui bahwa guru mereka mencekoki anak-anak dengan “ramuan tidak jelas”. Laporan pengaduan ke pihak kepolisian dimasukkan pada bulan April dan Mei.

Menyusul pertambahan laporan kasus serupa pada bulan Juni, pihak berwenang setempat meluncurkan penyelidikan dan menemukan jejak phenobarbital dan benzodiazepines di dalam darah sedikitnya delapan anak. Kedua obat itu terkategori dalam obat-obatan psikoaktif.

PAUD yang menjadi pusat dari kasus ini, sebuah waralaba dari Kid Castle Educational Institute, diperintahkan untuk menutup sekolahnya pada 12 Juni. Jajaran direktur sekolah didenda 150.000 dolar Taiwan atau sekitar $4.872.

Kepala sekolah dan lima guru ditangkap dan diperiksa oleh polisi, tetapi kemudian dilepaskan dengan uang jaminan. Sekarang polisi sedang melakukan penyelidikan kriminal.

Media lokal melaporkan bahwa staf sekolah mengatakan pihak orangtua sudah menyetujui pemberian obat dalam daftar yang disodorkan sekolah, yang kemudian ditanggapi balik oleh pihak orangtua dengan mempertanyakan obat-obatan apa yang diberikan pihak sekolah kepada anak-anak mereka.

Seorang pakar farmasi Taiwan mengatakan kepada media setempat bahwa, meskipun jarang, ada obat batuk dan obat lambung yang mengandung phenobarbital.

Obat-obatan yang didalamnya terdapat phenobarbital kebanyakan digunakan dalam pengobatan pasien epilepsi dan atau digunakan sebagai obat anastesi dalam operasi, dan obat itu sulit didapat.

Benzodiazepines termasuk obat-obatan kelas depresan yang paling umum dipakai untuk mengatasi kecemasan parah.

Obat-obatan itu sangat adiktif alias menyebabkan kecanduan atau ketergantungan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:benzodiazepinePAUDphenobarbitalTaiwan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Selama 30 Tahun, Pria Saudi Ini Menawarkan Tumpangan Gratis untuk Jamaah Haji
Tulisan selanjutnya 10 Alasan untuk Menjauhkan Anak Anda dari Layar HP dan TV

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Berita
14 Oktober 2026 16:55
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

17 Oktober 2026 09:35
Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

16 Oktober 2026 15:36
Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?