Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pembenci Islam Ini Dipenjara 55 Tahun Usai Membunuh Seorang Muslim di Jalan Raya

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 22 Juni 2023 20:08 8:08 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 23 Juni 2023 05:00
Bagikan
Dustin Passarelli (Kiri) Mustafa Ayoubi (Kanan)
Bagikan

Hidayatullah.com – Seorang mantan tentara telah dijatuhi hukuman penjara selama 55 tahun atas pembunuhan terhadap seorang pria Muslim. Sebelum membunuh, menurut para saksi mata, veteran perang itu terdengar melontarkan hinaan rasis dan Islamofobia terhadap korban.

Dustin Passarelli dinyatakan bersalah atas pembunuhan pada Mei, empat tahun setelah menembak mati Mustafa Ayoubi yang berusia 32 tahun, seorang warga Amerika keturunan Afghanistan, di pinggir jalan di barat laut Indianapolis.

Passarelli mengikuti Ayoubi dari Interstate 465 utama dan pertengkaran verbal terjadi, kata jaksa penuntut. Saksi di tempat kejadian mengatakan Passarelli membuat beberapa hinaan Islamofobia dan berteriak “Kembali ke negaramu” ke Ayoubi sebelum menembaknya.

Kasus tersebut menarik perhatian FBI dan terjadi saat legislator di negara bagian Indiana sedang memperdebatkan undang-undang kejahatan rasial yang baru. RUU itu dipermudah, bagaimanapun, dengan undang-undang “kejahatan bias” yang disahkan enam minggu kemudian yang menurut beberapa orang tidak efektif dalam kejahatan rasial.

Passarelli, yang tidak didakwa dengan kejahatan rasial atau di pengadilan federal, mengatakan kepada polisi bahwa dia mengikuti Ayoubi dari jalan raya ke sebuah kompleks apartemen dan menembaknya untuk membela diri setelah Ayoubi diduga mencoba meninju salah satu jendela mobilnya. Dia juga mengaku menderita PTSD sejak menjadi tentara.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Otopsi menunjukkan Ayoubi telah ditembak delapan kali – satu di bahu dari depan dan tujuh kali di belakang, menurut laporan media lokal. Polisi tidak menemukan bukti kerusakan pada mobil Passarelli.

Ayoubi menjalani hidupnya di Amerika Serikat setelah tiba dari Afghanistan sebagai pengungsi.

Setelah juri memutuskan Passarelli bersalah, saudara perempuan Ayoubi, Zahra, mengatakan keadilan telah ditegakkan. Kepada Al Jazeera, Zahra menyebut saudaranya ada seorang yang “baik hati, perhatian dan sangat pintar” dan “batu karang” untuk ibunya.

“Jiwa yang begitu terang, terpotong oleh kebencian, di kedalaman malam. Dia lebih dari seorang korban, dia adalah nyala api, dia berdiri dan mempermalukan,” tulis Zahra di Twitter.

Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi advokasi dan kebebasan sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat, mengatakan telah menerima 5.156 pengaduan tentang Islamofobia pada tahun 2022, turun 23 persen dari tahun sebelumnya.*

Anti Muslim, Seorang Pria Kanada Berupaya Tabrak Jamaah Shalat
Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatCAIRHeadlineislamofobiaMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Serikat Izinkan Penjualan Daging yang Dibuat di Laboratorium
Tulisan selanjutnya Demi Jaga Kesucian Ibadah, Arab Saudi Larang Pengumpulan Donasi Selama Musim Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?