Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Gagal 27 Kali Ujian Masuk Universitas Akankah Jutawan China Ini Menyerah?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Juni 2023 22:26 10:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Juni 2023 22:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang jutawan China berusia 56 tahun kembali gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi untuk ke-27 kali, meskipun sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Akankah dia menyerah?

Liang Shi, yang menjadi jutawan melalui usaha sendiri, ikut bersaing dengan hampir 13 juta lulusan sekolah menengah atas yang mengikuti ujian “gaokao” tahun ini. Dia berharap bisa mendaftar di Universitas Sichuan.

Kurun empat dekade terakhir, Liang, asal Sichuan, sudah mengikuti gaokao lebih dari dua puluh kali demi memperoleh status “intelektual” lulusan perguruan tinggi.

“Pikiran tidak nyaman mengingat saya tidak berhasil mendapatkan pendidikan tinggi,” kata Liang kepada kantor berita AFP.

Liang mulai bekerja sejak muda menjadi pekerjaan kasar di pabrik hingga bertahap membangun bisnis bahan bangunannya sendiri. Namun, satu mimpinya yang tidak pernah hilang adalah kuliah di perguruan tinggi idaman.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Gaokao dianggap sebagai salah satu ujian terberat di dunia. Peserta harus mengikuti tes pelajaran inti bahasa China dan Inggris dan matematika, serta sains dan humaniora yang merupakan subyek pilihan. Skor tertinggi 750, sementara peserta ujian harus memperoleh nilai di atas 600 jika ingin mendapatkan peluang masuk perguruan tinggi papan atas.

Begitu pentingnya gaokao bagi pelajar China, sampai-sampai polisi dikerahkan di jalan raya guna memastikan peserta tidak terlambat sampai di tempat ujian.

Liang pertama kali mengikuti gaokao pada 1983 saat berusia 16 tahun. Setiap kali mengikuti ujian dia selalu gagal, tetapi tidak pernah berhenti mencoba. Dia berhenti berusaha pada 1992, ketika pembatasan usia peserta diterapkan. 

Namun, begitu pembatasan usia dicabut pada 2001, Liang kembali berusaha meraih impiannya, termasuk mengikuti ujian di masa pandemi Covid-19.

Tahun ini, meskipun sudah belajar 12 jam setiap hari, tidak menenggak minuman keras dan tidak bermain mahjong kesukaannya, jutawan asal Sichuan ini lagi-lagi gagal.

Liang mengatakan nilainya kurang 34 poin dari batas minimal provinsi untuk bisa mendaftar di perguruan tinggi idamannya.

“Sebelum saya menerima hasilnya, saya merasa bahwa saya tidak akan bisa mendapatkan nilai yang cukup tinggi untuk masuk ke universitas elit,” kata Liang, yang tidak berharap masuk perguruan tinggi biasa.

Liang mulai bertanya-tanya apakah kerja kerasnya pada akhirnya akan bisa mewujudkan impiannya.

“Apabila saya benar-benar bisa melihat tidak ada harapan lebih baik, maka tidak ada gunanya melakukan ini lagi. Saya benar-benar sudah bekerja keras setiap hari,” katanya kepada AFP.

“Sulit untuk mengatakan apakah saya akan terus mempersiapkan diri untuk mengikuti gaokao tahun depan,” akunya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinagaokao
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Persatuan Ulama Kutuk Keras Pengrusakan Al-Quran yang Dilakukan Pemukim Yahudi Israel
Tulisan selanjutnya Demonstrasi Anti LGBT Protes Sekolah Ajarkan LGBT, Ratusan Siswa Muslim Bolos Massal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?