Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Singapura Catat Angka Bunuh Diri Tinggi, Remaja Dominasi Kasus Patah Hati Akibat Asmara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Juli 2023 12:45 12:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Juli 2023 12:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebanyak 476 kasus bunuh diri dilaporkan di Singapura pada tahun 2022. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam lebih dari 20 tahun, menurut Samaritans of Singapore (SOS) pada Sabtu (1/7/2023).

Yang menarik, penyebab bunuh diri tidak hanya faktor ekonomi saja, tetapi juga karena faktor asmara alias patah hati.

Jumlah kasus bunuh diri tahun lalu juga merupakan “peningkatan yang mengkhawatirkan”, setinggi 25,9 persen, dari 378 kasus yang dilaporkan pada 2021, tambah SOS, mengutip data dari Immigration and Checkpoint Authority (ICA).

SOS menjelaskan bahwa masalah keluarga, pekerjaan, keuangan, serta hubungan asmara, menjadi salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh mereka yang mencari layanannya. Peningkatan kasus bunuh diri mencakup hampir semua kelompok umur, namun paling banyak terjadi pada kalangan remaja dan lansia.

Kasus bunuh diri juga tetap menjadi penyebab utama kematian remaja berusia 10 hingga 29 tahun selama empat tahun berturut-turut, di mana sepertiga dari seluruh kematian yang tercatat untuk kelompok usia ini adalah kasus bunuh diri.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Individu berusia antara 70 dan 79 tahun mencatat peningkatan paling signifikan – 60 persen – tahun lalu dibandingkan tahun 2021. Lansia biasanya mencari bantuan untuk masalah kesehatan, keluarga dan kesepian, tambah SOS.

317 dari 476 kematian akibat bunuh diri tahun lalu, adalah laki-laki sementara 159 sisanya adalah perempuan.

“Secara global, pria yang melakukan bunuh diri secara konsisten melebihi jumlah wanita yang melakukan hal yang sama. Studi menemukan bahwa ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap hal ini, termasuk ekspektasi masyarakat dan stigma kesehatan mental,” jelas SOS.

Konsultan senior dan Kepala Connections MindHealth, Dr Jared Ng mengatakan “peningkatan jumlah kasus bunuh diri yang belum pernah terjadi sebelumnya di Singapura sangat menyedihkan.”

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa tekanan mental, masalah yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, melanda masyarakat kita, terutama kaum muda dan orang tua,” imbuhnya kepada MediaCorp.

“Penting untuk tetap waspada terhadap isu-isu kritis yang sangat memengaruhi kesehatan mental, seperti perasaan terpinggirkan atau kesepian.”

“Waktunya telah tiba, untuk melipatgandakan upaya kita agar pencegahan dini dapat dilakukan, dan secara aktif menumbuhkan budaya saling tolong-menolong dan saling menjaga.”

Layanan Bantuan

Layanan Hotline 24 jam, pusat pencegahan bunuh diri nirlaba, dan layanan dukungan krisis ‘CareText’ menerima lonjakan panggilan sebesar 27 persen tahun lalu.

Singapura harus terus memfasilitasi akses ke dukungan kesehatan mental dan membekali responden pertama dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi dan menghubungkan mereka yang berisiko dengan dukungan yang tepat, tegas SOS.

Chief Executive Officer SOS Gasper Tan mengatakan pihaknya menyadari “seriusnya situasi saat ini” dan “berkomitmen untuk terus mengambil tindakan proaktif untuk menangani masalah bunuh diri yang meningkat, serta memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan”.

“Meskipun kasus bunuh diri merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tantangan kesehatan mental, tekanan dari masyarakat dan situasi ekonomi yang tidak pasti, upaya bersama kita untuk mengatasi akar penyebabnya tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

“Bunuh diri dapat dicegah. Dengan misi membantu siapa pun yang menghadapi krisis, SOS ingin mengembangkan ekosistem perawatan di mana setiap individu merasa dihargai, didukung, dan diberdayakan untuk meminta bantuan saat dibutuhkan,” tambah Tan.

Konsultan senior dan Kepala Departemen Pengembangan Psikiatri di Institut Kesehatan Mental (IMH), Dr Ong Say How, mengatakan orang tua, pendidik, petugas layanan kesehatan, dan pekerja masyarakat perlu terus “bergandengan tangan membangun jaring pengaman untuk mencegah tragedi semacam itu.” (CNA/MC)

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bunuh diribunuh diri singapuraHeadlinepatah hatiputus cintaRemaja Singapurasingapura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cegah Perundungan, Serikat Guru Usul Membentuk Satgas Khusus di Sekolah
Tulisan selanjutnya Polri Panggil Pemimpin Al-Zaytun, Penanganan Laporan Kasus Penistaan Agama Panji Gumilang Dikebut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?