Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

AK-47 dan Pistol Laku Keras di Khartoum Sudan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2023 15:09 3:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Agustus 2023 15:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Harga senapan serbu AK-47, salah satu senjata paling banyak dipakai di wilayah konflik, turun tajam hingga 50% menjadi hanya sekitar $830 kurun beberapa bulan terakhir di pasar gelap ibukota Sudan, Khartoum. Senjata api laras panjang itu dan pistol lakunkeras dibeli warga.

Seorang dealer senjata kawakan mengaitkan penurunan harga itu dengan banjir “the Clash” – sebutan populer untuk senapan ciptaan pakar senjata Rusia Kalashnikov itu – setelah Sudan terpuruk ke dalam perang sipil pada bulan April.

Berbicara tanpa ingin namanya disebut, pria itu  – yang membeli dan menjual senjata sebagai bisnis utamanya — mengatakan bahwa meskipun beberapa pemasoknya adalah pensiunan perwira militer, sebagian besar berasal dari anggota RSF.

Baku tembak antara militer pemerintah Sudan dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) berkecamuk setiap hari di jalan-jalan Khartoum dan dua kota lainnya di dekatnya – Bahri dan Omdurman – yang tercakup dalam wilayah ibukota Khartoum Raya.

Pasokan AK-47 melebihi permintaan, terutama setelah terjadi apa yang oleh penduduk setempat disebut sebagai Pertempuran Bahri pada pertengahan Juli, sekitar tiga bulan setelah perang mencabik kehidupan masyarakat Sudan.

Baca Juga

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

“Banyak tentara ditangkap dan lebih banyak lagi yang terbunuh, jadi pemasok kami memiliki banyak senjata,” kata dealer itu seperti dikutip BBC Ahad (20/8/2023).

Itu artinya pasokan AK-47 tidak lagi mengandalkan selundupan lewat Gurun Sahara dari Libya, yang digambarkannya sebagai “pasar senjata terbuka” sejak runtuhnya kekuasaan Muammar Qaddafi pada 2011.

Di masa lampau, senjata api selundupan kebanyakan dijual ke kalangan pemberontak dan militan di Sudan, atau negara tetangga seperti Chad. Namun sekarang, para petempur mengambil senjata-senjata musuh yang terbunuh atau ditangkap dari medan perang Khartoum fan sekitarnya, dan menjualnya melalui perantara ke dealer yang, belakang ini, menemukan kelompok pembeli baru yaitu warga setempat yang khawatir akan keselamatan diri dan keluarganya.

Berdasarkan informasi dari mulut ke mulut, warga mengontak dealer senjata dan melakukan tawar-menawar harga. Dealer kemudian mengirimkan senapan AK-47 ke rumah mereka, dan menunjukkan kepada cara menggunakan senjata yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya akan mereka miliki.

Amunisi dijual terpisah — oleh dealer yang berkeliaran di pasar terbesar di kota Omdurman yang dikenal sebagai Souq Omdurman.

Seorang pria berusia 55 tahun beranak enam mengaku membeli sepucuk AK-47 disebabkan semakin maraknya aksi kejahatan, “potensi serangan dari orang lain di Khartoum”.

“Mereka mungkin saja akan menyerangmu, entah dengan alasan apa. Mungkin konflik ini akan berubah menjadi perang etnis. Tidak ada yang tahu. Itu yang paling kami takutkan,” imbuhnya.

Dealer senjata tersebut mengatakan bahwa senjata jenis pistol jauh lebih banyak dicari pembeli daripada senapan AK-47, karena lebih mudah digunakan dan dibawa.

Warga terdorong untuk membeli senjata disebabkan pemerintahan tidak lagi berfungsi – termasuk kepolisian, layanan penjara dan peradilan – sehingga menyebabkan aksi kejahatan tidak terkendali.

Penjahat kelas kakap sekarang berkeliaran di jalanan, setelah terjadi pelarian massal dari penjara terbesar Khartoum di masa awal perang.

Kriminalitas marak karena konflik memaksa banyak tempat usaha tutup, berdampak langsung pada pengangguran, sementara biaya hidup meningkat karena kelangkaan bahan makanan pokok.

Meskipun masyarakat Sudan saat ini mengalami kesulitan keuangan, banyak warga membeli senjata karena menilai keselamatan jiwa jauh lebih penting – terutama karena rumah-rumah penduduk sering dijarah dan kaum perempuan diperkosa.

Penjual senjata itu mengaku menurunkan harga pistol dari 800.000 pound Sudan ($1.330) menjadi 200.000 pound Sudan.

“Dulu yang menjadikan harga pistol mahal adalah izinnya. Sekarang Anda tidak perlu izin untuk mendapatkannya. Anda langsung membeli dan menggunakannya,” kata pria itu, yang mengaku tetap memperoleh untung banyak disebabkan permintaan tinggi.

Sementara pemilik AK-47 menyimpan senjatanya di rumah, pemilik pistol membawa senjata api itu ketika ke luar rumah, sekalipun jika mereka hanya pergi untuk membeli bensin atau berbelanja ke pasar.

Kengerian berhadapan dengan geng kriminal terekam kuat di benak seorang pria berusia 24 tahun yang baru  menikah beberapa tahun dan memiliki seorang anak berusia satu tahun.

Ketiga berjalan memasuki sebuah pasar di Omdurman, dia diadang oleh sekelompok orang, yang merampok uangnya dan menembaknya di bagian tulang belakang. Disebabkan satu-satunya rumah sakit yang berfungsi di kota itu tidak dapat merawatnya, dia dibawa dalam perjalanan berbahaya ke sebuah rumah sakit di negara bagian Sungai Nil sekitar 200 km (124 mil) jauhnya. 

Pelurunya berhasil diambil, tetapi penembakan itu menyebabkannya lumpuh – kenangan menyakitkan akan perang yang telah menghancurkan kehidupan jutaan orang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AK-47Khartoumpistolsenjata apiSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wajib Pajak Orang Pribadi 4 Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi
Tulisan selanjutnya Neymar Resmi Gabung Klub Saudi Al-Hilal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Berita
11 Oktober 2026 23:14
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?