Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Korban TTPO Warga Kuba Disuruh Berperang ke Ukraina

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 September 2023 17:13 5:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 September 2023 17:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pihak berwenang Kuba menangkap 17 orang kalam kaitan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menjaring warga Kuba untuk disuruh berperang bersama Rusia di Ukraina.

Kepala penyelidikan kriminal untuk Kementerian Dalam Negeri Kuba César Rodríguez mengatakan kepada media pemerintah bahwa sedikitnya tiga dari 17 orang yang ditangkap tergabung dalam jaringan yang merekrut orang di dalam wilayah negara pulau itu.

Rodriguez tidak mengidentifikasi para tersangka anggota jaringan tersebut, tetapi mengatakan bahwa mereka memiliki catatan kriminal sebelumnya. 

Sejumlah keluarga mulai angkat bicara tentang kasus ini, dan setidaknya satu ibu mengatakan bahwa putranya dijanjikan pekerjaan di bidang konstruksi di Rusia, lapor Associated Press hari Jumat (8/9/2023).

Kementerian Luar Negeri Kuba mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintah telah mendeteksi jaringan yang beroperasi dari Rusia untuk merekrut warga Kuba yang tinggal di Rusia dan Kuba untuk berperang di Ukraina.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Kemenlu Kuba mengatakan pihak berwenang sedang bekerja untuk menetralisir dan melumpuhkan jaringan itu, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Kuba bukan bagian dari perang di Ukraina,” kata Kementerian Luar Negeri dalam siaran persnya.

Kuba dan Rusia adalah sekutu politik dan warga Kuba tidak memerlukan visa untuk bepergian ke Rusia. Banyak orang Kuba pergi ke sana untuk belajar atau bekerja.

Jaksa José Luis Reyes mengatakan kepada stasiun TV pemerintah bahwa para tersangka sedang diselidiki atas pidana termasuk menjadi tentara bayaran atau merekrut tentara bayaran, dan terancam hukuman hingga 30 tahun atau penjara seumur hidup, atau bahkan hukuman mati.

Marilin Vinent, 60, mengatakan pada hari Jumat bahwa putranya Dannys Castillo, 27, adalah salah satu warga Kuba yang direkrut di Rusia.

Di rumahnya di Havana, dia mengatakan bahwa putranya dan beberapa warga Kuba lainnya melakukan perjalanan pada akhir Juli ke Rusia setelah dijanjikan pekerjaan di bidang konstruksi. “Mereka semua tertipu,” katanya.

Vinent menunjukkan kepada wartawan foto putranya di ponselnya, termasuk beberapa di antaranya yang menunjukkan anaknya mengenakan seragam militer.

Dia mengatakan bahwa putranya mengatakan kepadanya bahwa dia menerima tawaran untuk bekerja di Rusia karena dia ingin membantu perekonomian keluarganya, karena negara pulau tersebut sedang mengalami krisis ekonomi, dan rakyat hidup serba kekurangan.

“Saya tidak tahu apakah anak saya masih hidup. Kami tidak tahu apa-apa,” katanya. “Saya berharap dapat berbicara dengannya.”

Undang-undang di Rusia mengizinkan warga negara asing untuk mendaftar menjadi tentara setelah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan. 

Sejak September 2022, orang asing yang telah bertugas di tentara Rusia setidaknya selama satu tahun diperbolehkan mengajukan permohonan kewarganegaraan Rusia dengan prosedur yang disederhanakan, tanpa harus memperoleh izin tinggal terlebih dahulu.

Walikota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan sebelumnya pada bulan September bahwa pihaknya sedang menyiapkan infrastruktur untuk membantu Kementerian Pertahanan dalam memfasilitasi perekrutan warga negara asing sebagai anggota tentara Rusia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kubaperangrusiatentaraTPPOUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Maroko Diguncang Gempa 6,8 SR, Korban Capai 300 Orang
Tulisan selanjutnya Soal Usulan BNPT Mengontrol Tempat Ibadah, Wapres: Semua Diawasi, Tidak Hanya Masjid!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Berita
31 Agustus 2026 06:11
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?