Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Aktivis Muslim Dideportasi ke Inggris dari Polandia karena Mengkritik Presiden Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Oktober 2023 09:56 9:56 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Oktober 2023 09:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Direktur kelompok advokasi berbasis di London CAGE mengatakan bahwa dirinya dideportasi ke Inggris dari Polandia atas permintaan otoritas Prancis karena telah mengkritik pemerintahan Presiden Emmanuel Macron atas sikap Islamophobia mereka.

Muhammad Rabbani, yang mengetuai kelompok yang peduli terhadap korban “perang dan teror”, dijadwalkan akan menyampaikan pidato pekan ini di sebuah konferensi keamanan internasional di Warsawa yang akan menyoroti secara kritis cara aparat Prancis menghadapi aksi-aksi protes anti-pemerintah.

Namun, Rabbani justru ditahan dan kemudian dideportasi kembali ke Inggris pada Senin malam. Dia mengatakan bahwa Prancis membagikan informasi tentang dirinya ke pihak berwenang Polandia, lansir The Guardian Selasa (3/10/2023).

Pada bulan Juli, Rabbani dilarang memasuki Prancis disebabkan kritik-kritik terhadap pemerintahan Macron yang pernah diutarakannya.

Dalam sebuah dokumen terkait pencekalan itu, Prancis menuduh Rabbani menjadi bagian dari sebuah “gerakan Islam radikal” dan “menyebarkan kata-kata fitnah” tentang “apa yang disebutnya ‘persekusi Islamofobia’ dan pengawasan massal oleh pemerintah barat, termasuk Perancis”.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Rabbani terbang ke Polandia untuk berbicara di sebuah konferensi di Warsawa yang diselenggarakan oleh Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE).

Dalam acara OSCE bulan September kemarin Rabbani menuding Prancis bersama China dan India melakukan “persekusi agama” terhadap Muslim. Dia juga berencana untuk mengkritik Prancis lagi tahun ini sebelum dia dicegat di bandara Warsawa.

Petugas penjaga perbatasan Polandia menunjukkan kepadanya sejumlah dokumen, yang dilihat The Guardian, yang menyatakan bahwa izin masuknya ke negara-negara Eropa sudah ditolak berdasarkan sistem informasi Schengen yang diperbarui bulan Juli, yang dipakai untuk mengatur arus masuk-keluar orang di wilayah Uni Eropa.

Tidak jelas apakah pihak Prancis yang bertanggung jawab atas larangan masuk Rabbani itu. Namun, aktivis asal Inggris itu mengklaim bahwa otoritas Polandia mengatakan kepadanya bahwa instruksi pencekalannya tersebut datang dari Prancis.

Dalam sebuah video yang direkam dalam detensi di Warsawa, Rabbani berkata, “Prancis mengeluarkan beberapa pemberitahuan, memberitahu otoritas perbatasan Polandia untuk mencegah saya memasuki negara tersebut. Polisi Polandia tidak memiliki informasi apa pun mengenai alasannya.”

“Melalui larangan ini, Prancis berusaha mencegah CAGE membawa kesadaran masyarakat ke tingkat internasional perihal penganiayaan sistematis yang dilakukan Prancis terhadap umat Islam,” imbuhnya.

“Namun, Perancis belum mencapai tujuannya karena rekan-rekan saya dari CAGE menghadiri konferensi tersebut bersama sejumlah delegasi dari berbagai negara Eropa yang mewakili masyarakat Muslim. Kami tidak akan diam.”

Dia menambahkan bahwa CAGE berencana mengajukan gugatan. “Saya akan menentang hal ini secara hukum dan saya yakin kami akan dapat membatalkan pencekalan ini. (Pencekalan ) ini menunjukkan bahwa Prancis tidak nyaman dengan sorotan publik dan kesadaran internasional mengenai persekusi yang dilakukannya terhadap warganya yang Muslim.”

Kementerian Dalam Negeri Prancis menguraikan alasan pencekalan Rabbani bepergian ke Prancis dalam sebuah dokumen tertanggal 31 Oktober 2022. Isinya mengatakan, “Mengingat tingginya ancaman teroris, kehadirannya di wilayah negara ini akan menjadi ancaman serius terhadap ketertiban umum dan keamanan dalam negeri Prancis.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CAGEinggrisMuhammad RabbaniMuslimPolandiaPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (Video) Rapper Bertato Asal Thailand Ucapkan Syahadat di Depan Pendakwah Bertato Viral
Tulisan selanjutnya Doa Orang Mustajab 15 Jenis Orang yang Doa-nya Dikabulkan Allah dan Mustajab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?