Hidayatullah.com – Perbatasan Lebanon-Israel menjadi “garis perbatasan aktif” menyusul laporan dari militer Zionis bahwa sekelompok penyusup bersenjata telah masuk dari Lebanon pada Senin (09/10/2023).
Kontributor Al Jazeera di Lebanon, mengatakan bahwa suara tembakan terdengar di kejauhan: “Kami mendapatkan laporan bahwa rudal-rudal diluncurkan dari Lebanon selatan ke Israel utara [dan] Israel merespons. Jadi tidak diragukan lagi eskalasi di sepanjang salah satu perbatasan yang paling tidak stabil di wilayah ini”.
Tentara Israel yang didukung oleh helikopter menewaskan sedikitnya dua orang bersenjata yang menyeberangi perbatasan dari Lebanon, kata pihak militer.
Sementara channel 12 Israel melaporkan 6 tentara Zionis terluka, salah satunya dalam kondisi kritis, dalam baku tembak dengan kelompok yang menyusup dari Lebanon tersebut.
Tembakan artileri dan suara tembakan terdengar di perbatasan selatan Lebanon dengan Israel di dekat kota Dhayra, seorang koresponden untuk TV Al-Manar milik Hizbullah mengatakan dalam sebuah posting di media sosial.
Seorang sumber keamanan dan sumber lokal mengatakan sekelompok orang mendekati perbatasan, dan salah satunya menembaki sebuah pos pengamatan Israel.
Seorang pejabat Hizbullah mengatakan bahwa kelompok tersebut tidak melakukan operasi apapun ke wilayah pendudukan ‘Israel’. Para pejabat dari Hamas dan Jihad Islam Palestina juga membantah terlibat.
Dalam sebuah pernyataan, militer ‘Israel’ mengatakan bahwa tentaranya “menewaskan sejumlah tersangka bersenjata yang menyusup ke wilayah Israel dari wilayah Lebanon.” Tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai jumlahnya.
Helikopter-helikopter militer “saat ini sedang melakukan serangan di daerah tersebut,” tambah pernyataan tersebut.*