Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pakistan Akan Deportasi Pendatang Ilegal Termasuk 1,7 Juta Migran Afghanistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2023 18:29 6:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Oktober 2023 18:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pakistan mengeluarkan peringatan terakhir kepada semua pendatang ilegal untuk segera meninggalkan negaranya secara sukarela sebelum batas waktu 1 November. Pusat deportasi sudah didirikan untuk menahan mereka yang masih berada di Pakistan ketika izin tinggalnya sudah habis.

Pihak berwenang mengatakan bahwa Pakistan sudah mencapai tahap akhir rencana pendeportasian imigran ilegal, termasuk 1,7 juta orang asal Afghanistan, mulai 1 November 2023.

Dalam konferensi pers di Islamabad hari Kamis (26/10/2023), pejabat pelaksana tugasmenteri dalam negeri Sarfraz Bugti mengatakan Pakistan bertekad mengeluarkan semua pendatang ilegal dari negaranya.

“Semua imigran gelap sudah teridentifikasi. Negara punya data yang lengkap,” kata Bugti, seperti dilansir DW.

“Saya ingin mengimbau sekali lagi agar semua imigran ilegal segera meninggalkan negara ini secara sukarela sesuai tenggat waktu yang ditentukan,” imbuhnya.

Baca Juga

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Islamabad sebelumnya pada bulan ini sudah mengumumkan rencana pendeportasian para pendatang asing tak berdokumen.

Menurut Bugti, tidak akan ada masa perpanjangan tenggat waktu. Dia juga menegaskan bahwa ada sanksi hukum bagi para pihak yang menyembunyikan atau membantu imigran ilegal.

Pihak berwenang mengatakan bahwa para pendatang asing gelap yang sudah tinggal di Pakistan selama bertahun-tahun akan dibantu apabila mereka bersedia angkat kaki secara sukarela. Namun, siapa saja yang kedapatan berada di Pakistan secara ilegal setelah Rabu 1 November maka akan ditangkap.

Menurut Jan Achakzai, seorang jubir untuk pemerintah daerah Baluchistan, tiga pusat deportasi sedang didirikan di provinsinya. Salah satunya terletak di Quetta, ibukota Provinsi Baluchistan 

Azam Khan, pelaksana tugas kepala daerah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, mengatakan wilayahnya ada memiliki tiga pusat deportasi. 

Lebih dari 60.000 orang Afganistan sudah kembali ke negara asalnya sejak rencana deportasi dan penangkapan diumumkan.

Pakistan menampung jutaan orang Afganistan yang meninggalkan negaranya selama penduduk Uni Soviet 1979-1989. Jumlah pendatang dari negara tetangga itu bertambah setelah Taliban berkuasa kembali di Afghanistan pada Agustus 2021.

Pakistan membantah kebijakan tersebut sengaja menarget orang Afganistan, menegaskan bahwa 1,4 juta orang Afganistan yang tercatat sebagai pengungsi di negara itu tidak perlu khawatir.

Pemerintah Pakistan mengatakan mereka mengambil keputusan tersebut setelah warga negara Afghanistan diketahui terlibat dalam banyak kejahatan, penyelundupan, dan serangan terhadap pemerintah dan tentara, termasuk 14 dari 24 bom bunuh diri yang terjadi tahun ini saja.

Pekan lalu, sekelompok mantan diplomat Amerika Serikat dan perwakilan organisasi pemukiman kembali mendesak Pakistan untuk tidak mendeportasi warga Afghanistan yang menunggu visa AS di bawah program pemukiman kembali pengungsi yang rentan, yang melarikan diri dari kekuasaan Taliban. Sebagaimana diketahui, banyak orang Afganistan menjadi mata-mata atau bekerja untuk kepentingan pasukan asing, NATO dan AS sejak pasukan asing pimpinan AS menginvasi Afghanistan pada 2001 (ketika Taliban berkuasa) dengan dalih memburu teroris, menyusul runtuhnya gedung WTC di New York.

PBB juga mengeluarkan seruan serupa, dengan mengatakan bahwa tindakan keras Pakistan tersebut dapat menyebabkan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pemisahan keluarga.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistandeportasiimigranimigran gelapPakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jeringau untuk Obat dan Parfum
Tulisan selanjutnya Angka Kemiskinan Absolut di Italia Melonjak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

17 Oktober 2026 09:35
Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

16 Oktober 2026 15:36
Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?