Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Komisi Independen: Rohaniwan Gereja Katolik di Spanyol Mencabuli >200.000 Anak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2023 13:16 1:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Oktober 2023 13:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Lebih dari 200.000 anak diperkirakan menjadi korban pencabulan atau kejahatan seksual yang dilakukan oleh para rohaniwan Katolik Roma di Spanyol sejak 1940, menurut sebuah komisi independen.

Laporan tersebut tidak menyebutkan jumlah pasti, tetapi mengatakan bahwa hasil pertanyaan yang diajukan kepada lebih dari 8.000 orang dewasa menunjukkan 0,6 persen dari mereka mengaku pernah mengalami kejahatan seksual oleh pendeta atau rohaniwan gereja saat masih kanak-kanak. Angka itu setara dengan sekitar 200.000 dari populasi dewasa Spanyol yang berjumlah 39 juta.

Proporsinya naik menjadi 1,13 persen – setara lebih dari 400.000 orang – jika ditambahkan pelakunya orang awam (selain kalangan rohaniwan) yang bekerja untuk gereja. Demikian menurut ombudsman nasional Spanyol, Ángel Gabilondo, dalam konferensi pers yang digelar untuk mengumumkan hasil temuan komisi, lapor AFP Jumat (27/10/2023).

Kurun 20 tahun terakhir, Gereja Katolik Roma diguncang oleh rentetan skandal seksual di seluruh dunia, yang korbannya kerap anak-anak.

Di Spanyol, negara kerajaan yang secara tradisional menganut Katolik tetapi belakangan semakin sekuler, baru beberapa tahun terakhir saja masalah pencabulan yang terjadi di lingkungan gereja menjadi perhatian serius.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

“Sayangnya, selama bertahun-tahun ada keinginan tertentu untuk menyangkal adanya pelanggaran atau keinginan untuk menyembunyikan atau melindungi para pelaku,” kata Gabilondo, yang pernah menjabat menteri pendidikan.

Parlemen Spanyol pada Maret 2022 secara bulat sepakat untuk pembentukan sebuah komisi independen yang dipimpin oleh ombudsman guna mengungkap kasus-kasus kejahatan seksual di lingkungan gereja Katolik.

Gereja Katolik Spanyol , yang selama bertahun-tahun tidak mau melakukan penyelidikan sendiri dan memilih untuk menyembunyikan skandal, menolak untuk ambil bagian dalam investigasi independen tersebut, meskipun mereka bersedia memberikan dokumen-dokumen terkait kasus seksual yang tercatat oleh pihak keuskupan.

Ketika tekanan politik semakin kuat, pada Februari 2022 Gereja Katolik Spanyol menyewa firma hukum swasta untuk melakukan “audit” terhadap kasus-kasus seksual para pendeta dan rohaniwan serta orang-orang yang berkaitan dengan gereja di masa lalu. Tugas mereka diharapkan selesai pada akhir tahun ini.

Pada bulan Juni, Gereja Katolik Spanyol mengatakan pihaknya menemukan 927 kasus pencabulan terhadap anak melalui saluran pengaduan yang diluncurkan pada 2020. Pihak gereja berdalih pihaknya sudah membuat protokol khusus untuk menangani kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak di lingkungan keuskupannya.

Akan tetapi, investigasi yang dilakukan oleh media cetak terbesar si Spanyol El Pais yang dilakukan sejak 2018 menemukan 2.206 korban dan 1.036 tersangka pelaku kekerasan sejak tahun 1927.

“Menurut para ahli, ini hanyalah puncak gunung es,” tulis surat kabar tersebut pada hari Jumat (27/10/2023) sebelum laporan komisi independen tersebut diumumkan.

Skandal seksual di lingkungan gereja-gereja Katolik mencuat ke panggung internasional pada tahun 2002 ketika surat kabar Boston Globe mengungkapkan bahwa para pendeta telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak selama berpuluh-puluh tahun dan para pejabat dan pemimpin gereja dengan sengaja menutupinya.

Pola serupa kemudian terungkap dan dilaporkan terjadi secara meluas di Amerika Serikat dan Eropa, di Chile dan Australia, yang kemudian mendorong banyak orang memilih keluar dari keanggotaan mereka sebagai jemaat Gereja Katolik.

Sebuah komisi independen di Prancis menemukan pada 2021 bahwa 216.000 anak – kebanyakan laki-laki – mengalami pencabulan oleh pendeta atau rohaniwan gereja sejak 1950.

Di Jerman, hasil studi menemukan 3.677 kasus kejahatan seksual antara 1946 dan 2014.

Di Irlandia lebih dari 14.500 orang menerima kompensasi melalui skema pemerintah karena pernah menjadi korban kejahatan seksual saat mereka tinggal di fasilitas anak-remaja yang dikelola oleh Gereja Katolik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakgereja katolikpencabulanpendetaSpanyol
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (Video) Listrik dan Alat Komunikasi Dimatikan, Gaza Diserang Ratusan Jet Tempur
Tulisan selanjutnya Muslim Care Malaysia: Tiga Truk Bantuan Kemanusiaan Diharapkan Segera Masuk Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?