Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Presiden Erdogan: Israel adalah ‘Negara’ Teroris

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 16 November 2023 08:29 8:29 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 16 November 2023 08:30
Bagikan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Hidayatullah.com – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Israel adalah ‘negara’ teroris di tengah-tengah bombardir dan serangan darat Zionis ke Gaza. Pernyataan ini disampaikannya ketika berpidato dalam pertemuan kelompok parlemen Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di ibukota Ankara pada hari Rabu.

“Saya katakan dengan jelas di sini: Israel adalah negara teroris,” kata Erdogan, presiden Turki yang merupakan pendukung setia perjuangan Palestina.

Erdogan meminta Perdana Menteri “Israel” Benjamin Netanyahu untuk mengumumkan persenjataan nuklirnya.

“Akhir hidup Anda sudah dekat, apakah Anda memiliki senjata nuklir atau tidak,” kata Erdogan, yang disambut tepuk tangan meriah para pendukungnya.

Turki mempelopori upaya-upaya untuk meringankan penderitaan warga Palestina yang terjebak di Gaza yang terkepung, di mana ribuan orang telah terbunuh sejak 7 Oktober. Erdogan menjadi salah satu tokoh pengkritik paling vokal Zionis.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Kami melihat Netanyahu diapit oleh para menteri dalam konferensi persnya. Ia berpikir bahwa para menteri ini akan menyelamatkannya. Netanyahu sudah mati,” katanya.

Erdogan menunjukkan bahwa Israel sedang melancarkan strategi untuk “menghancurkan seluruh kota dengan penduduknya”. Dia menyesali sikap sejumlah anggota masyarakat internasional tidak berdiri di “sisi yang benar” dalam masalah penindasan Palestina.

“Barat, khususnya Amerika Serikat, sayangnya, menunjukkan sikap yang berbeda (dengan negara-negara lain yang mengkritik Israel). Sebagai contoh, Prancis mengubah pendiriannya. Mereka bersikap berbeda pada suatu hari dan mundur keesokan harinya. Jujurlah. Jadilah seperti Turki,” katanya, mengacu pada dukungan Presiden Macron untuk Israel beserta kritiknya terhadap pembunuhan tanpa pandang bulu terhadap warga Palestina.

Presiden ke-12 Turki itu mengatakan bahwa pemerintah penjajah “Israel” mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat, dan tanpa henti melanjutkan pembantaiannya selama 40 hari, dengan sengaja menargetkan sekolah-sekolah, tempat ibadah, rumah sakit dan pasar.

Politisi yang pernah menjabat berbagai pos itu mencatat bahwa mereka juga dengan sengaja mengebom orang-orang yang dipaksa meninggalkan rumah mereka dalam rangka mengejar “terorisme negara”.

“Mereka menyebut Hamas sebagai kelompok teroris. Hamas adalah partai politik yang memenangkan pemilu. Anda merampas hak-hak mereka setelah mereka memenangkan pemilu. Israel dan Amerika Serikat melakukan hal ini bersama-sama,” kata Erdogan.

Erdogan mengatakan bahwa dua pertiga dari sekitar 12.000 warga Gaza yang dibantai oleh Israel adalah perempuan dan anak-anak, dan bahwa Israel melakukan serangan paling keji terhadap warga sipil.

“Perang bukanlah kata yang bisa kita gunakan untuk menggambarkan apa yang terjadi di Gaza. Bahkan perang pun memiliki etika, hukum dan batasan,” katanya. Dia mengatakan “Israel” sekarang berbicara tentang membunuh lebih dari 2 juta warga sipil dengan bom atom. Otoritas Palestina baru-baru ini mengajukan keluhan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap “Israel” atas ancaman menterinya untuk menjatuhkan bom nuklir di Gaza.

Pekan lalu, Menteri Warisan Israel Amichay Eliyahu, seorang anggota partai sayap kanan Otzma Yehudit, mengatakan kepada media Israel bahwa menjatuhkan “bom nuklir” ke Gaza adalah “sebuah pilihan.” Eliyahu kemudian diskors dari pertemuan-pertemuan pemerintah “sampai pemberitahuan lebih lanjut,” kata kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. “Israel” telah lama menolak untuk mengakui secara terbuka apakah mereka memiliki senjata nuklir.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASisraelJalur GazaKonflik Palestina-IsraelOperasi Badai Al-AqsaPerang Palestina-IsraelTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bantu Rezim Teror, Pemukim Ilegal Galang Dana,  Dibekali Pelatihan Militer dan Peralatan Tempur
Tulisan selanjutnya 155 Truk Bantuan Berhasil Masuk Gaza Lewat Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?