Hidayatullah.com— Platform X, melarang penggunaan beberapa slogan yang terkait dengan agresi Zionis ’Israel’ di Gaza, termasuk penggunaan slogan ‘Dari Sungai ke Laut Palestina akan Meredka’ di platform yang dulunya bernama Twitter.
Pemilik X, Elon Musk, mengklaim penggunaan kedua slogan tersebut sama saja dengan ‘mendukung genosida’ dan memerlukan penangguhan dari platform tersebut.
“Seperti yang saya katakan awal pekan ini, ‘dekolonisasi’ dan ‘dari sungai ke laut’ seperti membayangkan genosida,” ujarnya.
Sebulan terakhir, masyarakat dunia meneriakkan slogan ‘dari Sungai ke Laut, Palestina akan Merdeka’ untuk mengekspresikan kemerdekaan bagi tanah Palestina dan rakyatnya yang kini dijajah ‘Israel’.
Namun bagi Zionis, slogan tersebut digambarkan sebagai ‘seruan untuk melakukan kekerasan’ selain mencapnya sebagai anti-Semit atau kejahatan rasial terhadap orang Yahudi.
Kecemasan Zionis didukung juru bicara Gedung Putih, Andrew Bates, yang sebelumnya telah menekan Elon Musk dengan tuduhan mempromosikan kebencian anti-Semit dan rasisme yang bertentangan dengan nilai-nilai inti masyarakat Amerika Serikat (AS).
Tuduhan tersebut mendorong perusahaan-perusahaan besar AS pendukung Yahudi Israel termasuk; Walt Disney Co, Warner Bros Discovery dan perusahaan induk NBCUniversal, Comcast, menghentikan iklan mereka di X.
“Seruan yang jelas untuk melakukan kekerasan ekstrem bertentangan dengan persyaratan layanan kami dan akan mengakibatkan penangguhan,” katanya.
Aktivis pro-Palestina mengkritik tindakan Elon Musk dan menuduhnya membatasi kebebasan berpendapat. Elon Musk dianggap menyamakan ekspresi politik yang sah dengan seruan kekerasan dan menuduhnya mencoba membatasi kebebasan berpendapat.
Penggunaan kedua frasa tersebut telah digunakan secara signifikan sejak penjajah mulai membom Jalur Gaza pada 7 Oktober dalam serangan yang sejauh ini telah menewaskan 13.000 orang hanya dalam waktu enam minggu.
Slogan “Dari sungai hingga laut, Palestina akan Merdeka” adalah slogan yang artinya menyerukan kemerdekaan dari Sungai Yordan hingga Laut Mediterania. Slogan ini telah menarik perhatian setelah para demonstran pro- Palestina di seluruh dunia Barat menghadapi upaya untuk membatasi penggunaannya.
Slogan lahir oleh warga Palestina yang kehilangan tempat tinggalnya pada tahun 1964 di bawah kepemimpinan Yasser Arafat yang pro-Barat. Mereka menyerukan pembentukan satu negara dari Sungai Yordan hingga Laut Mediterania untuk mendapatkan kembali wilayah bersejarah mereka yang kini telah dicaplok ‘Israel’. *