Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tidak Hanya di Xinjiang Penutupan Masjid Oleh China Merambah ke Daerah Lain

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 November 2023 13:38 1:38 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 November 2023 13:38
Bagikan
Aparat komunis China melintas di depan sebuah masjid di propinsi Xinjiang
Bagikan

Hidayatullah.com– Laporan terbaru Human Rights Watch menyebutkan pemerintah China memperluas tindakan penutupan masjid ke daerah-daerah di luar Xinjiang, tempat di mana penduduk Muslim mengalami penindasan selama bertahun-tahun.

Laporan HRW yang dirilis hari Rabu (21/11/2023) mengatakan pihak aparat menutup masjid-masjid di Ningxia serta Gansu, di mana terdapat banyak warga etnis Hui Muslim, sebagai bagian dari proses yang secara resmi disebut sebagai “konsolidasi”. Laporan itu disusun berdasarkan pada dokumen publik, citra satelit dan kesaksian para saksi, lansir Associated Press.

Pemerintah setempat juga menghapus ciri-ciri arsitektur masjid agar terlihat lebih “Tionghoa”, sebagai bagian dari kampanye Partai Komunis untuk memperketat kontrol atas agama dan mengurangi kemungkinan pembangkangan dari pihak-pihak yang menentang kekuasaannya.

Presiden Xi Jinping pada 2016 menyerukan “Sinicization” agama, memaksa jutaan penduduk di Xinjiang – tempat tinggal Uyghur dan kelompok Muslim lain – melepaskan agama kepercayaan dan budaya mereka.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun lalu mendapati China telah melakukan “kejahatan terhadap kemanusiaan” di Xinjiang, termasuk melalui kamp “re-edukasi” yang diyakini menjadi tempat penahanan sedikitnya 1 juta orang Muslim Uyghur, Hui, Kazakh dan Kyrgyz.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Pihak berwenang China telah menonaktifkan, menutup, menghancurkan atau mengubah masjid-masjid untuk keperluan sekuler di wilayah-wilayah di luar Xinjiang sebagai bagian dari kampanye yang bertujuan untuk memberangus kebebasan keagamaan, kata HRW.

Penyebutan perihal “konsolidasi masjid” pertama kali diketahui disebut dalam sebuah dokumen internal partai tertanggal April 2018 yang dibocorkan ke media Amerika Serikat sebagai bagian dari berkas yang dikenal dengan sebutan “Xinjiang Papers”. Dokumen internal itu menginstruksikan kepada lembaga-lembaga pemerintah untuk “menegakkan manajemen terstandar pembangunan, renovasi dan perluasan tempat-tempat keagamaan Islam” serta menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi pembangunan masjid baru dalam rangka menekan (mengurangi) jumlah masjid secara keseluruhan.

“Pemerintah China tidak ‘mengkonsolidasikan’ masjid-masjid seperti yang mereka klaim, melainkan menutup banyak masjid yang berarti melanggar kebebasan beragama,” kata Maya Wang, penjabat sementara direktur HRW China. “Penutupan, penghancuran, dan pengalihan fungsi masjid oleh pemerintah China adalah bagian dari upaya sistematis untuk mengekang penerapan ajaran Islam di Tiongkok.”

Di desa Liaoqiao dan Chuankou di Ningxia, aparat meruntuhkan kubah dan menara tujuh masjid dan merobohkan bangunan utama tiga masjid di antaranya pada tahun 2019 sampai 2021, menurut rekaman video dan foto yang dimuat online dan dikuatkan dengan citra satelit oleh para peneliti HRW.

Tidak hanya itu, tempat wudhu salah satu masjid dirusak di bagian dalam, menurut rekaman video yang diterima HRW.

Kebijakan “konsolidasi masjid” juga disebut dalam dokumen Maret 2018 yang dikeluarkan oleh pemerintah Yinchuan, ibukota Ningxia. Menurut dokumen tersebut, pemerintah ingin “mengontrol secara ketat jumlah dan skala tempat-tempat keagamaan” dan menyerukan agar masjid mengadopsi “gaya arsitektur Tiongkok.”

 “Integrasi dan kombinasi masjid” dapat “menyelesaikan masalah jumlah tempat ibadah yang terlampau banyak,” kata dokumen itu.

Di Provinsi Gansu, sejumlah pemerintah daerah telah melakukan memaparkan secara rinci upaya untuk “mengkonsolidasikan” masjid.

Di daerah Guanghe, di mana mayoritas penduduknya etnis Hui, pihak berwenang pada 2020 membatalkan pendaftaran 12 masjid, menutup lima masjid serta menutup lima lainnya, menurut buku tahunan pemerintah yang dirujuk HRW.

Berbagai laporan media juga menyebutkan pemerintah China sudah menutup atau mengubah fungsi masjid di daerah-daerah lain di seluruh penjuru negeri. Tindakan pemerintah itu tidak jarang diprotes oleh masyarakat. Pada bulan Mei, warga di kota Nagu di bagian selatan Provinsi Yunnan bentrok dengan polisi perihal pembongkaran terencana kubah sebuah masjid.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaislammasjidTiongkokUyghurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas
Tulisan selanjutnya Pengamat: Gencatan Senjata Menguntungkan Kelompok Perlawanan dan Hamas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?