Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Pegawai CIA Ditahan Terkait Spionase untuk China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Januari 2018 19:41 7:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Januari 2018 19:41
Bagikan
Kantor CIA.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang bekas pegawai CIA ditahan di Amerika Serikat dengan tuduhan menyimpan informasi rahasia secara ilegal.

Jerry Chun Shing Lee, warga negara naturalisasi, dtangkap di Bandara JFK New York pada hari Senin (15/1/2018), kata Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Kasusnya diduga berkaitan dengan sebuah penyelidikan FBI yang dimulai tahun 2012, perihal operasi telik sandi CIA di China.

Dua tahun sebelum itu, sekitar 20 informan CIA dibunuh atau dipenjara. Hal ini termasuk kegagalan intelijen AS peling parah selama beberapa tahun terakhir. Para pejabat intelijen tidak mengetahui penyebabnya, apakah karena ada pengkhianat atau karena peretasan data.

Sejumlah laporan menyebut, sekarang pihak penyidik mencurigai Lee membantu China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lee alias Zhen Cheng Li, pernah berdinas sebagai tentara AS dari tahun 1982 sampai 1986, menurut dokumen pengadilan seperti dilansir BBC.

Dia memulai karir di CIA pada 1994 sebagai seorang petugas kasus. Lee mendapatkan kewenangan untuk mengakses data rahasia dan menandatangani kesepakatan dengan CIA yang tidak bisa diungkapkan.

Menurut laporan New York Times, ketika Lee meninggalkan CIA pada tahun 2007, orang-orang yang mengenalnya mengatakan bahwa dia pergi dengan hati dongkol karena karirnya di sana “mandeg”.

Sejak itu Lee pindah ke Hong Kong dan baru kembali ke Amerika pada 2012. Menurut satu laporan dia kembali ke AS karena diiming-imingi tawaran kerja yang ternyata palsu.

Agen-agen FBI yang menggeledah kamar hotel tempat Lee menginap ketika itu menemukan dua buku notes kecil berisi tulisan tangan berupa nama-nama asli orang yang melakukan penyamaran untuk kepentingan CIA, beserta nomor telepon mereka.

Menurut NY Times, setelah diperiksa oleh agen-agen FBI, Lee meninggalkan Amerika Serikat pada tahun 2013.

Dia ditangkap lagi ketika kembali mengunjungi AS. Tidak jelas apakah Lee sadar jika dirinya masih dicurigai.

Departemen Kehakiman AS mengatakan bahwa Lee, 53, ditahan dengan tuduhan “menyimpan informasi berkaitan dengan pertahanan nasional secara melanggar hukum dan terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun jika terbukti bersalah.”

Dia belum dijerat dengan pasal spionase, yang hukuman maksimalnya adalah hukuman mati.

Hari Selasa (16/1/2018), Lee muncul di pengadilan federal Brooklyn setelah ditangkap di Bandara JFK. Dia ditahan di sana sambil menunggu pemindahannya ke Virginia, di mana pengadilan yang akan memproses kasusnya berada.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPPU: Hindari Eksploitasi Pasar, Perlu Konsolidasi Data Perberasan
Tulisan selanjutnya Nasionalis Catalonia Kuasai Parlemen, Puidgemont Tetap Sulit Kembali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?