Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Saudi Tegaskan Berdiri Bersama Palestina

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 16 September 2020 20:01 8:01 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 16 September 2020 16:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Arab Saudi mengatakan pihaknya mendukung rakyat Palestina dan semua upaya yang bertujuan untuk mencapai solusi yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina.

Sebuah pernyataan kabinet pada hari Selasa (15/09/2020) yang dikutip oleh TRT World, berbunyi:

“Kabinet mencatat bahwa kerajaan berdiri di sisi rakyat Palestina dan mendukung semua upaya yang bertujuan untuk mencapai solusi yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina yang memungkinkan rakyat Palestina untuk mendirikan negara Palestina merdeka di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, sesuai dengan keputusan legitimasi internasional dan Arab Peace Initiative.”

Sebelumnya pada hari Selasa, ‘Israel’ dan dua negara Teluk Arab, Uni Emirat Arab dan Bahrain, menandatangani perjanjian normalisasi di Gedung Putih di Washington.

Trump yakin Arab Saudi akan menormalkan hubungan ‘Israel’

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa dia yakin Arab Saudi akan mengikuti Bahrain dan UEA dalam sepenuhnya normalisasi hubungan dengan Israel.

Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa Kerajaan termasuk di antara beberapa negara yang dia yakini berada di ambang pembukaan hubungan diplomatik dengan Tel Aviv. Ia mengatakan bahwa setelah berbicara dengan Raja Salman, dia pikir negara itu akan melakukannya “pada waktu yang tepat.”

“Kami memiliki banyak negara lain yang akan bergabung dengan kami, dan mereka akan segera bergabung dengan kami,” kata Trump hanya beberapa jam setelah Bahrain dan UEA secara resmi menandatangani dokumen yang menormalisasi hubungan dengan pemerintah Zionis.

Jumlah negara yang menurutnya hampir mengikuti langkah-langkah kedua negara Teluk Arab itu sekitar lima atau enam.

“Kami akan memiliki 7, 8 atau 9. Kami akan memiliki banyak negara lain yang bergabung dengan kami, termasuk yang besar,” kata Trump.

Selama upacara penandatanganan resmi hari Selasa, Trump mengatakan perjanjian itu akan mengakhiri “dekade perpecahan dan konflik” di kawasan itu dan mengantarkan “fajar Timur Tengah baru.”

“Berkat keberanian para pemimpin dari ketiga negara ini, kami mengambil langkah besar menuju masa depan di mana orang-orang dari semua agama dan latar belakang hidup bersama dalam damai dan kemakmuran,” kata Trump, berbicara kepada ratusan tamu yang berkumpul untuk acara tersebut di Halaman Selatan Gedung Putih.

Bahrain menjadi negara Arab keempat yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara penjajah Jum’at (11/09/2020) lalu setelah Mesir pada 1979, Yordania pada 1994, dan UEA pada Agustus.

Selain perjanjian bilateral yang ditandatangani antara ‘Israel’ dan negara-negara Arab, ketiganya dan AS menandatangani pakta bersama yang disebut Trump dan pemerintahannya sebagai “Abraham Accords.”

Sikap Arab Saudi

Arab Saudi sebelumnya mengatakan pada pertemuan Liga Arab bahwa pihaknya mendukung semua upaya untuk mencapai solusi komprehensif atas konflik Palestina-‘Israel’.

Pernyataan yang dirilis oleh Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan al Saud pekan lalu, tidak menyebutkan secara langsung mengenai kesepakatan normalisasi antara ‘Israel’ dan UEA.

Pangeran itu mengatakan Riyadh mendukung pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan sebelum perang Timur Tengah 1967, dengan Yerusalem Timur (Baitul Maqdis) yang diduduki sebagai ibukotanya, menurut pernyataan itu.

Di sisi lain, Arab Saudi membuka wilayah udaranya untuk penerbangan ‘Israel’-UEA setelah kesepakatan normalisasi. Tetapi Saudi mengatakan tidak akan mengikuti UEA sampai negara Yahudi itu menandatangani perjanjian perdamaian yang diakui secara internasional dengan Palestina.

Transaksi yang Disengketakan

Selama perang 1967, penjajah ‘Israel’ merebut wilayah termasuk Tepi Barat, yang masih ditempati oleh penduduk Palestina.

Diumumkan pada 13 Agustus, kesepakatan UEA-‘Israel’ adalah akomodasi pertama antara negara Arab dan Israel dalam lebih dari 20 tahun, dan sebagian besar ditempa melalui ketakutan bersama terhadap Iran.

Bahrain mengikuti jejak UEA beberapa minggu kemudian.

Di Washington sebelumnya, kesepakatan itu diresmikan pada upacara penandatanganan khusus yang diawasi oleh Presiden AS Donald Trump.

Agenda Saudi, menurut TRT World, masih belum jelas, tetapi setidaknya untuk saat ini, sebagian besar diyakini bahwa mereka berdiri kokoh di belakang rakyat Palestina.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiASisraelNormalisasi Hubungan dengan IsraelTrump
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gaza Kembali Dibombardir Bertepatan Penandatanganan Normalisasi antara ‘Israel’ dengan UEA dan Bahrain
Tulisan selanjutnya Jerman Sepertinya akan Menggunakan Beberapa Macam Vaksin Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?