Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 November 2023 22:27 10:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 November 2023 12:10
Bagikan
Bagikan

Survei terbaru menunjukkan, Hamas lebih dipercaya rakyat Palestina dibanding Mahmoud Abbas dan Otoritas Palestina, yang dinilai lebih banyak duduk di atas meja, bekerjasama dengan penjajah ‘Israel’  

Oleh: Pizaro Gozali

Hidayatullah.com | BARU-BARU  ini survei yang digelar di Palestina menunjukkan fakta yang menarik. Survei yang digelar oleh lembaga penelitian Arab World for Research and Development pada 14 November lalu itu ingin mencari tahu seberapa besar dukungan bangsa Palestina terhadap serangan Operasi Taufan (Banjir) Al-Aqsha yang dikomandani kelompok Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) untuk melumpuhkan penjajah Zionis.

Hasilnya: sebanyak 75% responden setuju dengan serangan Hamas dan 74,7% setuju bahwa mereka mendukung berdirinya negara tunggal Palestina.

Ketika warga Palestina dihadapkan dengan pertanyaan “Seberapa besar Anda mendukung operasi militer yang dilakukan perlawanan Palestina yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober?”

Baca Juga

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari
Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat
Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI

Tanggapan warga Palestina menunjukkan dukungan yang kuat atas serangan tersebut.

Warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat, misalnya, sebagian besar menjawab mereka mendukung serangan tersebut sebesar 83,1%.

Hanya 6,9% yang menjawab bahwa mereka “sangat” atau “agak” menentang serangan tersebut. Selain itu, 8,4% tidak menyatakan pendapatnya.

Sementara itu, sebanyak 63,6% warga di Jalur Gaza menyatakan mereka sangat mendukung serangan itu. Sedangkan, 14,4% lainnya menjawab bahwa mereka tidak menentang atau mendukung serangan tersebut.

Selanjutnya, sebanyak 20,9% warga Palestina yang tinggal di Gaza menentang serangan tersebut sampai tingkat tertentu.

Hasilnya secara keseluruhan sebanyak 75% responden setuju dengan serangan 7 Oktober tersebut.

Ketika ditanya pertanyaan apa alasan utama dilancarkannya operasi perlawanan Palestina pada tanggal 7 Oktober? Sebanyak 31,7% responden yang tinggal di Tepi Barat dan 24,9% responden yang tinggal di Gaza mengklaim alasan serangan itu adalah untuk “membebaskan Palestina.”

Sebanyak 23,3% responden yang tinggal di Tepi Barat dan 17,7% responden yang tinggal di Gaza menyatakan bahwa alasan serangan tersebut adalah “menghancurkan pengepungan di Jalur Gaza.”

Sementara, sebanyak 35% dari total responden mengatakan serangan itu adalah untuk “menghentikan pelanggaran HAM terhadap masjidil Aqsha”.

Sementara itu, saat ditanya “Apakah Anda mendukung solusi pembentukan satu atau dua negara?” mayoritas (74,7%) responden menjawab bahwa mereka mendukung negara tunggal Palestina.

Meskipun perang dikatakan terjadi antara ‘Israel’ dan Hamas, hanya 18,6% responden yang setuju dengan hal tersebut.

Mayoritas (63,6%) merasa ini adalah perang antara “Israel dan Palestina secara umum” dan 9,4% lainnya menyatakan bahwa mereka melihat ini sebagai perang antara “dunia Barat dan dunia Arab.”

Aspirasi Sejati Bangsa Palestina

Menurut penulis, ada beberapa analisa yang dapat diketengahkan melihat survei ini.

Pertama, survei ini menunjukkan semakin populernya gerakan Hamas di Palestina yang mendapatkan dukungan dari bangsa Palestina. Sebab banyak 75% responden Palestina ternyata menyetujui serangan 7 Oktober tersebut yang telah meluluhlantahkan kekuatan penjajahan Israel.

Padahal banyak opini berkembang di luar Palestina yang menyudutkan Hamas, menolak aksi Hamas dan bahkan mendorong warga Palestina untuk hijrah ke negeri lain dan tunduk pada kekuasaan Zionis. Faktanya opini-opini tersebut tidak tervalidasi di internal warga Palestina.

Kedua, hasil survei ini menunjukan bahwa Operasi Taufan Al-Aqsha bertujuan untuk membebaskan Palestina, bukan hanya Gaza. Seperti namanya “Al Aqsha”yang menegaskan bahwa Hamas memang berada di Jalur Gaza tapi mata mereka tertuju ke Masjid Al-Aqsha yang terus dinodai oleh penjajah Zionis.

Ini juga terkonfirmasi dari besarnya dukungan masyarakat Palestina yang melihat gerakan perlawanan Hamas bertujuan untun memerdekakan Palestina.

Ketiga, survei ini juga bisa menjadi kesimpulan bahwa popularitas Hamas saat ini sudah melampaui kepemimpinan Mahmoud Abbas yang banyak mendapat kritik karena hanya menjadi penonton dari bombardir yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina.

Abbas dinilai lebih suka duduk di atas meja melakukan negosiasi-negosiasi dengan ‘Israel’ yang hasilnya hanya membuat tanah Palestina terus dicaplok oleh kekuatan penjajah.

Meredupnya Abbas

Popularitas Otoritas Palestina di Tepi Barat memang telah mengalami penurunan tajam di tanah Palestina. Abbas dinilai tidak banyak melakukan tindakan merespons kebiadaban yang dilakukan Zionis terhadap Masjidil Aqsha, Tepi Barat, dan jalur Gaza. Kepercayaan public kepada Abbas pun telah menurun tajam.

Sebaliknya, Hamas dan Jihad Islam dianggap masyarakat sebagai representasi perlawanan bangsa Palestina yang melawan kepongahan Zionis.

Juli 2023 lalu, survei yang dilakukan Institute for National Security Studies di Universitas Tel Aviv Israel, telah mendesak pemerintah ‘Israel’ untuk memperkuat Otoritas Palestina (PA) dan meningkatkan perekonomiannya karena semakin redupnya populariats Abbas dan pengaruhnya bagi bangsa Palestina.

Hal itu digambarkan oleh think tank penjajah tersebut sebagai upaya untuk memperkuat kepentingan Israel di Palestina untuk menghadapi Hamas atau faksi perlawanan lainnya.

“Tampaknya PA – di bawah kepemimpinan Abu Mazen (Abbas) – berada dalam situasi paling parah sejak intifada kedua dan berada di jalur penurunan yang mungkin berakhir dengan keruntuhannya,” kata studi tersebut.

Sementara itu, jajak pendapat terpisah yang dilakukan pada Juni 2023 oleh The Palestinian Center for Policy and Survey Research menunjukkan 63 persen warga Palestina percaya bahwa Otoritas Palestina merupakan beban bagi mereka, sementara 80 persen tidak puas dengan kinerja Abbas.

Selain itu, sebanyak 50 persen warga Palestina berpendapat pembubaran Otoritas Palestina akan menjadi yang terbaik bagi masyarakat Palestina, sementara 63 persen berpendapat kelangsungan Otoritas Palestina adalah untk melayani kepentingan ‘Israel’.

Gambaran ini sebenarnya adalah tamparan nyata bagi Mahmoud Abbas yang gagal memberikan perlindungan kepada bangsa Palestina, yang lebih banyak menyatakan kutukannya ketimbang benar-benar terjun menghalau penjajagan Israel atas bangsa Palestina.

Operasi Taufan Al Aqsha, sekali lagi, telah menjadi momentum Hamas untuk menjadi pemimpin sebenarnya di mata masyarakat Palestina.

Seperti dikatakan pemimpin Hamas Khalid Misyal: “Bahwa penjajah ini dapat dikalahkan, dan bahwa jalan menuju hal itu adalah jihad dan perlawanan, bukan memohon, mengemis, negosiasi, atau bersikap lemah.” []

Penulis adalah peneliti Baitul Maqdis Institute, Kandidat Ph.D bidang Policy Research and International Studies Universiti Sains Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASHeadlineisraelMahmoud AbbasOtoritas PalestinapalestinaPilihan RedaksiSurvei Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Macam Hati menurut Ibnul Qayyim al-Jauzi
Tulisan selanjutnya Tidak Hanya di Xinjiang Penutupan Masjid Oleh China Merambah ke Daerah Lain

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi

Berita
17 Juni 2026 15:27
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah

Terbaru

  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Artikel

Mengelola Ikhtilaf: Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

13 Mei 2026 11:22
BeritaGhazwul Fikr

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!

6 Mei 2026 12:55
Pustaka

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka

4 Mei 2026 11:13
Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?