Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dokter di New Zealand Geram Pemerintah Cabut Larangan Rokok

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 November 2023 19:20 7:20 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 November 2023 19:20
Bagikan
mitos rokok
Bagikan

Hidayatullah.com– Para dokter mengecam keputusan pemerintah konservatif New Zealand karena mencabut aturan larangan penjualan rokok bagi siapa saja yang dilahirkan setelah tahun 2008.

PM Jacinda Ardern, New Zealand mendapatkan apreasiasi sebagai kepala pemerintahan yang berani bersikap tegas melawan raksasa-raksasa produsen rokok dunia dengan melarang penjualan produk tembakau kepada orang yang dilahirkan setelah tahun 2008.

Namun, perdana menteri baru Christopher Luxon justru menggunakan hari pertamanya menjabat untuk melucuti aturan-aturan termgas berkaitan rokok yang sempat menjadi contoh bagi pemerintahan negara lain.

Pakar pengendalian tembakau dari University of Otago, Richard Edwards, mengatakan kepada AFP bahwa “tragedi kesehatan” sedang menanti di depan mata, padahal New Zealand hampir mewujudkan cita-citanya untuk menjadi negara bebas asap rokok mulai 2025.

“Itu bukan sesuatu yang kami antisipasi, kami tidak mengira pemerintah bisa begitu terbelakang,” kata Edwards.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

“Saya sungguh sangat terkejut dan muak. Ini merupakan salah satu hari terburuk bagi kesehatan masyarakat yang dapat saya ingat. Ini vandalisme terhadap kesehatan publik.”

Dr Samantha Murton, presiden Royal New Zealand College of General Practitioners, juga mengkritik keputusan pemerintah baru itu.

“Kami terkejut bagaimana Anda bisa mencabut suatu kebijakan yang telah didukung secara luas dan dapat mencegah kematian begitu banyak orang,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (28/11/2023) seperti dikutip AFP.

Peraturan yang dicabut selain mengatur target penjualan rokok, juga mengharuskan produsen produk tembakau untuk menurunkan kadar nikotin di dalam rokok buatan mereka, serta memangkas jumlah toko yang diberi izin untuk menjual rokok dari 6.000 menjadi hanya 600 saja.

“Belum ada dari langkah-langkah tersebut yang diterapkan pada tingkat nasional di negara mana pun di dunia. Langkah-langkah tersebut sangat inovatif,” kata Edwards.

“Hal-hal ini akan berdampak besar pada pengurangan jumlah perokok. Semua hal ini yang akan hilang [dengan dilakukannya pencabutan aturan tersebut].”

Terinspirasi dengan terobosan New Zealand, sejumlah pemerintah meniru kebijakan tegas itu untuk memangkas jumlah perokok di negaranya.

Pada rapat Partai Konservatif bulan Oktober tahun ini, PM Inggris Rishi Sunak mengungkap rencana usupan larangan rokok serupa yang dibuat NZ semasa PM Jacinda Ardern.

New Zealand sebenarnya memiliki jumlah perokok dewasa relatif sedikit. Namun, penyakit yang berkaitan dengan tembakau banyak menjangkiti masyarakat terutama di kalangan penduduk suku asli Maori.

Wanita Maori termasuk kelompok penderita kanker paru-paru tertinggi di dunia, menurut kelompok advokasi Smokefree Aotearoa.

Sebagian kalangan menuding pemerintahan baru pimpinan PM Luxon tidak ingin kehilangan uang dari pajak rokok.

Luxon sendiri mengatakan larangan penjualan rokok tersebut justru akan menyuburkan pasar gelap yang tidak tersentuh pajak.

Kepala eksekutif Asthma and Respiratory Foundation Letitia Harding menampik Luxon dengan mengatakan argumentasinya tidak logis.

“Argumen bahwa pasar gelap justru tumbuh subur adalah argumen yang persis sama yang dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan tembakau besar,” tegas Harding dalam pernyataannya yang dirilis hari Selasa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:New Zealandrokok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengejutkan, Ternyata Hamas Makin Populer di Palestina
Tulisan selanjutnya Elon Musk dan Benjamin Netanyahu Israel Elon Musk Suarakan Dukungan untuk ‘Israel’, Warganet Serukan Boikot X

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?