Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kru American Airlines Meminta Seorang Penumpang Sembunyikan Sweter ‘Palestina’ saat Perjalanan

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Desember 2023 10:07 10:07 am
Ahmad
Dipublikasikan 2 Desember 2023 10:04
Bagikan
Maskapai American Airlines
Bagikan

Hidayatullah.com—Komite Anti-Diskriminasi Arab Amerika (ADC) mengecam maskapai American Airlines yang melarang seorang penumpang mengenakan kaus ‘Palestina’. ADC meminta maskapai American Airline segera mengeluarkan permintaan maaf resmi kepada penumpang karena dinilai mengabaikan hak dasar penumpang.

“Tindakan yang diambil oleh American Airlines ini tidak hanya diskriminatif tetapi juga berkontribusi pada konteks prasangka yang lebih luas terhadap Palestina dan hak mereka untuk identifikasi diri,” demikian pernyataan resmi lembaga pembela hak-hak sipil keturunan Arab yang didirikan mantan Senator AS James Abourezk di laman resminya adc.org, Kamis (30/11/2024).

Komite Anti-Diskriminasi Arab Amerika (ADC) mengecam American Airlines Penerbangan 2829 dari New York JFK ke Phoenix yang melarang seorang penumpang mengenakan kaus 'Palestina'.
ADC meminta maskapai tsb mengeluarkan permintaan maaf resmi pada penumpang tsb@adc#Hamas#Israhell pic.twitter.com/oAbVEY8dRV

— Hidayatullah.com (@hidcom) December 2, 2023

Menurut ADC, pria tersebut menggunakan maskapai American Airlines Penerbangan 2829 dari New York JFK ke Phoenix. Pria itu mengatakan dia mengenakan sweternya dengan tulisan “Palestina” terpampang, menambahkan, bahwa pakaian tersebut tidak menampilkan bahan yang “menyinggung atau tidak senonoh”.

Namun, ketika dia naik ke pesawat, dia mengaku diminta oleh pramugari untuk membalik kausnya – dan diperingatkan bahwa dia akan dikeluarkan dari penerbangan oleh penegak hukum jika dia tidak mematuhinya.

Awak pesawat diduga mengatakan kepadanya bahwa penumpang dilarang mengenakan pakaian apa pun yang bersifat politis dan menyatakan keprihatinan tentang bagaimana perasaan penumpang lain terhadap kaus tersebut.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Bagaimana dengan perasaanku?” katanya kepada sang pramugari dikutip The Independent.

Pria tersebut mengatakan bahwa dia “memutuskan untuk mematuhi” pramugari karena dia “tidak mengetahui” hak-haknya. Menurut kebijakan American Airlines mengenai pakaian penumpang, penumpang diharuskan “berpakaian pantas”.

“Tidak diperbolehkan bertelanjang kaki atau mengenakan pakaian yang menyinggung,” tegasnya.

Dalam kebijakan tersebut tidak disebutkan bahwa pakaian politik tidak diperbolehkan. Pria itu mengutuk maskapai tersebut dan menuduh perusahaan tersebut “terlibat dalam pembunuhan anak-anak Palestina yang tidak bersalah di Gaza”.

Rashida Thalin, politikus dan pengacara yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Amerika Serikat dari daerah pemilihan kongres ke-13 Michigan mengkritik maskapai American Airlines.

“Apakah American Airlines memiliki bias terhadap warga Palestina? Apakah ada kebijakan yang memungkinkan terjadinya penargetan dan perlakuan buruk seperti ini?,” katanya melalui akun media X.

“Dia sangat terpukul dan merasa penghapusan warga Palestina di negara kita tidak ada batasnya. Saya mengirim email ke @americanair dan menunggu tanggapan,” kata dia. “Palestina ada. Kita adalah manusia. Dan kita tidak akan menghapus,” katanya dikutip laman liveandletsfly.com.

Menurut ADC, kejadian seperti in merupakan lambang dari pola diskriminasi yang begitu besar, yang sering dihadapi oleh orang -orang Palestina dan pendukungnya, menyoroti tren pembungkaman dan meminggirkan suara-suara yang menyoroti ketidakadilan.

“Pendidikan dan kesadaran adalah kunci untuk memastikan bahwa semua penumpang, terlepas dari afiliasi nasional, budaya, atau politik mereka, diperlakukan dengan hormat dan bermartabat,” demikain pernyataan lembaga tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ADCamerican airlinesHeadlinekaus PalestinaKomite Anti-Diskriminasi Arab Amerika
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya daging Bacon Penyakit Demam Babi Afrika Juga Terdeteksi Pada Karkas Babi di Perak Malaysia
Tulisan selanjutnya Duta Besar Taliban Afghanistan Tiba di China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?