Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ekonomi Domestik Mencekik Perusahaan Turki Pilih Hijrah ke Mesir

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Desember 2023 19:51 7:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Desember 2023 19:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Inflasi yang menggila dan ketidakpastian ekonomi di dalam negeri mendorong banyak perusahaan Turki memilih hijrah ke Mesir, yang menawarkan biaya tenaga kerja jauh lebih rendah, pengurusan visa yang sederhana dan akses yang lebih baik terhadap pasar internasional.

Perusahaan-perusahaan Turki sejak lama tidak puas dengan kondisi perekonomian negara itu selama bertahun-tahun, sebab kebijakan tingkat bunga rendah Presiden Recep Tayyip Erdogan ikut andil mendongkrak inflasi, yang saat ini menurut perhitungan resmi mencapai 61,5%. Harga bahan bakar minyak yang tinggi dan ketidakpastian dalam kebijakan suku bunga bank sentral menambah parah masalah. Kebijakan ekonomi tidak konvensional Erdogan memaksakan suku bunga sangat rendah, dengan alasan riba haram dilarang oleh Islam.

Namun, setelah tampak jelas ketidakpuasan di mana-mana di seluruh penjuru Turki, sepertinya Erdogan akhirnya menyerah dengan urusan bunga bank. Pada bulan Juni 2023 dia menunjuk Mehmet Simsek, yang dikenal menyakini kebijakan ekonomi orthodoks (pemikiran perbankan konvensional, tidak anti riba dan bunga tinggi), sebagai menteri keuangan, dan Hafize Gaye Erkan – wanita berpendidikan Harvard dan Stanford dan mengukir karir cemerlang di sektor perbankan dan perusahaan finansial papan atas di Amerika Serikat – sebagai kepala Bank Sentral Turki.

Simsek dan Erkan mengatakan perekonomian Turki akan stabil dan kembali ke inflasi satu digit pada 2025 atau 2026. Akan tetapi, banyak perusahaan tidak bersedia bertaruh dengan ketidakpastian seperti itu.

Selama bertahun-tahun kalangan bisnis di Turki– besar maupun kecil – dihadapkan dengan biaya produksi tinggi, harga bahan bakar selangit, ketidakpastian nilai tukar mata uang dan suku bunga bank. Oleh karena itu, tidak sedikit yang berpikir untuk pindah ke luar negeri.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Mesir merupakan salah satu negara incaran pengusaha Turki. 

Sejauh ini, investasi Turki di Mesir pada tahun ini saja mencapai $2,5 miliar (€2,2 miliar). Diperkirakan jumlahnya dapat tumbuh menjadi $3 miliar (€2,7 miliar) pada akhir tahun 2023.

Di negeri piramida itu biaya tenaga kerja dan produksi jauh lebih rendah. Terlebih, sejak April Mesir tidak mengharuskan warga Turki untuk memiliki visa sebelum memasuki wilayahnya.

Perusahaan Turki yang beroperasi di Mesir juga mempunyai peluang untuk terlibat dalam perdagangan bebas tarif dengan negara-negara pihak ketiga, sehingga memungkinkan mereka memasuki pasar baru.

“Mesir sudah menjadi negara yang menarik untuk melakukan bisnis, tetapi pencabutan persyaratan visa bagi warga negara Turki menandai titik balik yang nyata,” kata ketua Turkish-Egyptian Business Council, Mustafa Denizer, kepada DW (1/12/2023).

Perusahaan-perusahaan Turki berusaha untuk pindah ke negara-negara lain selama bertahun-tahun dalam upaya untuk tetap kompetitif, kata Denizer, seraya menambahkan, “Dengan diberlakukannya kebijakan bebas visa, sekarang ada banyak peluang besar untuk pindah ke sana [Mesir].”

Saat ini 35 perusahaan industri Turki beroperasi di Mesir dan mendulang pendapatan tahunan lebih dari $1,5 miliar (€1,3 miliar), kata Denizer.

Perusahaan-perusahaan Turki yang berbasis di Mesir dapat memasuki berbagai pasar yang berbeda, disebabkan adanya perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, Amerika Selatan dan beberapa negara Afrika, imbuhnya.

Biaya tenaga kerja di Mesir sepertiga dari biaya tenaga kerja di Turki. Rata-rata biaya tenaga kerja bulanan di Turki adalah sekitar $500 (€459) per pekerja — di Mesir, biaya tenaga kerja sangat kecil, yaitu hanya $150 (€137). Biaya bahan bakar juga jauh lebih rendah di Mesir. Itulah sebabnya perusahaan-perusahaan besar Turki seperti Arcelik, Sisecam, Temsa dan Yildiz Holding sudah memindahkan produksinya ke sana.

Perusahaan asal Turki, Temsa, yang membuat kendaraan jenis bus dan van di Mesir, sudah melakukan ekspor ke berbagai belahan dunia.

Yildiz Holding, pabrikan camilan manis bermerek Pladis, menikmati kesuksesan besar di pasar Mesir, pasar terbesar kedua di kawasan Timur Tengah/Afrika Utara (MENA).

Yesim Textil, memiliki pabrik pakaian tidak hanya di Kairo, tetapi juga di Alexandria dan Ismailia. Mereka memproduksi pakain untuk berbagai merek ternama dunia.

Raksasa elektronik Arcelik, yang di Eropa produknya terkenal dengan merek Beko, baru-baru ini menginvestasikan $100 juta (€91 juta) untuk pabrik baru di Mesir yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.

Iskefe Holding, LC Waikiki, Eroglu Group dan banyak lainnya juga telah mengumumkan investasi tambahan di Mesir.

Sekitar 70.000 orang di Mesir sudah menjadi pekerja di perusahaan-perusahaan Turki itu, belum lagi mereka yang bekerja untuk perusahaan pemasoknya.

Sepertiga dari seluruh tekstil dan pakaian di Mesir kini diproduksi di pabrik-pabrik perusahaan Turki.

Denizer, yang bergerak di sektor industri tekstil, mengatakan perusahaan-perusahaan asal Turki mendapatkan sambutan hangat di Mesir.

Meskipun demikian, bukan berarti bisnis selalunya berjalan mulus. Disebabkan keterbatasan mata uang asing, dalam hal ini dolar, perusahaan Turki yang memproduksi barang untuk pasar lokal Mesir tidak jarang menerima pembayaran telat. Bank sentral Turki dan Mesir saat ini sedang merundingkan penyelesaian masalah ini, kata Denizer kepada DW.

Pada bulan Oktober, Menteri Perdagangan Ömer Polat dan delegasi bisnis Turki melakukan perjalanan ke Mesir. Ibrahim Burkay, ketua Kamar Dagang dan Industri di Bursa – kota di Turki yang kaya secara ekonomi cukup makmur, mendampingi Polat.

“Tujuan kami adalah meningkatkan volume perdagangan Mesir-Turki menjadi $15 miliar (€13,7 miliar) dalam lima tahun ke depan,” kata Burkay. Tahun lalu, total perdagangan kedua negara mencapai $7 miliar (€6,4 miliar).

Menurut Burkay, perusahaan-perusahaan di Bursa fokus menggarap dua sektor utama, yaitu otomotif dan tekstil.

“Kami dapat memperoleh manfaat dari pengalaman bertahun-tahun di bidang ini,” kata Burkay, seraya menambahkan bahwa rencana untuk mengadakan pameran besar perdagangan tekstil dan kain di Mesir telah direncanakan.

“Kami juga mempunyai peluang untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Mesir yang beroperasi di negara lain,” tambahnya.

Pengusaha Turki sepertinya tidak terlalu ambil pusing dengan urusan politik, mereka bisa berbisnis dengan siapa saja dan di mana saja asalkan lancar. Hubungan bisnis pengusaha Turki dan Israel contohnya, tidak pernah putus sama sekali meskipun hubungan diplomatik keduanya tegang dan bahkan putus selama bertahun-tahun disebabkan masalah politik terkait isu-isu Palestina. Sampai sekarang Turki masih menjadi jalur pengiriman penting minyak Israel yang dibelinya dari negara-negara asing. Dengan Mesir, tampak jelas pengusaha Turki tidak peduli dengan hubungan dingin Presiden Abdul Fattah Al-Sisi dan Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang kurang mesra disebabkan perbedaan sikap dan pandangan tentang kelompok Ikhwanul Muslimin.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MesirTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Hancurkan 50 Bangunan dan Penghuninya, Euro-Med: Ini Pembantaian Paling Brutal  
Tulisan selanjutnya (Video) Al-Qassam Umumkan Penargetan Musuh,  Habisi Tentara dan Meledaknya Kendaraan Lapis Baja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Berita
3 September 2026 15:08
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

2 September 2026 20:16
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?