Hidayatullah.com—Sejak ‘Israel’ memulai agresi ke Gaza dengan tajuk “Operasi Pedang Besi” pada 7 Oktober 2023, Amerika Serikat (AS) telah ikut ambil bagian dengan membantu penjajah mengirimkan ribuan senjata dan artileri.
Menurut Wall Street Journal (WSJ), masuknya senjata tersebut termasuk 15.000 bom dan 57.000 peluru artileri, yang dibawa oleh pesawat kargo militer C-17 tak lama setelah dimulainya konflik di Jalur Gaza dan berlanjut selama beberapa hari terakhir, laporan eksklusif media itu, mengutip sumber resmi AS.
“AS sebelumnya tidak mengungkapkan jumlah senjata yang dikirim ke ‘Israel’ atau transfer 100 BLU-109, bom penghancur bunker seberat 2.000 pon,” kata WSJ.
Bom penghancur bunker dikenal karena kemampuannya menembus jauh ke dalam struktur padat sebelum meledak.
Daftar senjata yang dikirim AS ke ‘Israel’, terdiri dari lebih dari 5.400 bom MK84, 5.000 bom MK82 terarah, 1.000 bom GBU-39 berdiameter kecil dan 3.000 JDAM yang mengubah bom terarah menjadi rudal presisi, ujarnya.
Tentara ‘Israel’ kembali mengebom Jalur Gaza pada Jumat pagi setelah menyatakan berakhirnya gencatan senjata kemanusiaan yang telah berlangsung selama seminggu.
Secara umum, ‘Israel’ merupakan salah satu negara yang menerima bantuan militer dari Amerika Serikat, dan menerima 3,8 miliar dolar setiap tahunnya
Setidaknya 193 warga Palestina tewas dan 652 luka-luka dalam serangan udara tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Sejak 7 Oktober, lebih dari 15.000 warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah terbunuh dalam serangan brutal ‘Israel’, sebagai tanggapan atas serangan mendadak Hamas.*