Hidayatullah.com– Pemimpin perusahaan dua pabrikan chip terbesar di Korea Selatan, Samsung dan SK Group, mengunjungi ASML Belanda dalam rangka meningkatkan lagi bisnis mereka di bidang semikonduktor.
Bos Samsung Electronics Lee Jae-yong dan bos SK Group Chey Tae-won ke Belanda untuk menemui Peter Wennink, pimpinan eksekutif ASML, raksasa industri semikonduktor dunia.
Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela kunjungan kenegaraan lima hari Presiden Yoon Suk Yeol ke negara-negara Eropa yang dimulai pada hari Senin (11/12/2023), lapor The Korea Times.
ASML adalah mitra utama bagi perusahaan-perusahaan pembuat chip karena perusahaan Belanda tersebut merupakan satu-satunya pengembang mesin litografi ultraviolet ekstrem (EUV) di dunia. Perangkat ini sangat penting bagi Samsung dan SK untuk memproduksi mikrochip generasi berikutnya
Samsung Electronics telah menjalin hubungan persahabatan dengan ASML selama lebih dari satu dekade. Selain menggunakan mesin-mesin EUV buatan ASML, pada tahun 2012 Samsung mengakuisisi 3 persen saham ASML seharga 363 miliar won ($275 juta).
Investasi Samsung di ASML berbuah manis. Perusahaan kebanggaan Korsel itu menjual lebih dari 4,71 juta saham ASML selama kuartal kedua dan ketiga dan mendapatkan modal senilai 4,3 triliun won.
Bagi Chey, ini merupakan kunjungan pertamanya ke kantor pusat ASML. Mulai Juli 2021, SK Group mulai memproduksi DRAM seluler secara massal menggunakan peralatan EUV. Perusahaan itu berupaya mendatangkan lebih banyak mesin EUV untuk menstabilkan proses produksi chipnya. SK hynix juga mengoperasikan gugus tugas khusus yang didedikasikan untuk mengamankan lebih banyak mesin EUV.
Samsung diketahui sudah memiliki sekitar 40 mesin EUV, sementara pesaingnya, TSMC yang berbasis di Taiwan, memperoleh lebih dari 100 mesin pada tahun 2022.
Meskipun perusahaan pembuat mikrochip bersaing mati-matian untuk mendapatkan mesin EUV, ASML hanya membuat sekitar 40 unit saja setiap tahun. Harga satu unit mesin EUV pada 2022 dikabarkan hampir $200 juta.*