Hidayatullah.com–Hussein Ibrahim Taha dari Chad pada Sabtu (28/11/2020) terpilih sebagai sekretaris jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) berikutnya, Anadolu Agency melaporkan. Taha terpilih dengan suara bulat pada pertemuan ke-47 Dewan Menteri Luar Negeri OKI yang sedang berlangsung di Niamey, Niger.
Dia akan menggantikan Yousef Ahmed Al-Othaimeen, yang akan meninggalkan jabatan itu pada November 2021, untuk menjadi kepala OKI ke-12. Taha terpilih ketika dua pesaing lain dari Benin dan Nigeria memutuskan untuk mendukungnya dan Al-Othaimeen menarik pencalonannya sendiri.
Didirikan pada tahun 1969, OKI adalah organisasi antar-pemerintah terbesar kedua di dunia setelah PBB, dengan 57 negara anggota yang tersebar di empat benua. Kepala OKI yang baru ini merupakan seorang diplomat dan politisi, lahir pada tahun 1951 di Abeche, Chad.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di Chad, Taha memulai studi sarjananya di Paris di Institut Nasional Bahasa dan Peradaban Oriental (INALCO) pada tahun 1972. Ia memulai karirnya pada tahun 1979 di Kementerian Luar Negeri Chad dan mengepalai Direktorat Ekonomi dan Hubungan Internasional.
Pada tahun 1990, ia diangkat sebagai wakil sekretaris Kedutaan Besar Chad di Arab Saudi. Taha yang diangkat sebagai Duta Besar Chad untuk Taiwan pada tahun 2001 melanjutkan karir diplomatiknya hingga tahun 2017 sebagai Duta Besar untuk Prancis, Spanyol, Portugal, Yunani dan Vatikan.
Ia menjadi Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Chad pada 2017. Ia diangkat sebagai Penasihat Presiden dan Wakil Sekretaris Jenderal pada tahun 2019 setelah tugas kementeriannya, dan dinominasikan untuk Sekretaris Jenderal OKI oleh pemerintah Chad pada November 2020.*