Hidayatullah.com—Militer penjajah ‘Israel’ hari Selasa (19/12/2023), mengumumkan kembali kematian seorang perwira dan prajuritnya dari Unit Tugas Khusus Korps Teknik “Yahlom”, yang berspesialisasi dalam perang terowongan, dalam pertempuran di Jalur Gaza utara, tanpa menambahkan rincian lebih lanjut tentang kematian mereka, kutip Al Jazeera.
Militer melaporkan bahwa Mayor (cd) Daniel Yaqoub bin Haroush (31), dari Batalion 6551, kehilangan nyawanya dalam pertempuran di Gaza utara.
Selain itu, Kapten (cd) Rotem Youssef Levy (24) wakil komandan peleton di unit Yalam, tewas dalam aksi di Jalur Gaza utara.
Tercatat juga bahwa dua tentara Zionis dari Brigade Golani, menderita luka serius dalam pertempuran baru-baru ini di Jalur Gaza selatan. Tentara yang terluka segera dibawa ke rumah sakit, dan keluarga mereka diberitahu.
Berdasarkan pernyataan militer, nama-nama tersebut berbunyi sebagai berikut:
- Kapten Yarin Gahali (22), komandan peleton di unit pengintai Brigade Givati, tewas di Gaza selatan.
- Kapten (cd) Netanel Silberg (33), komandan tim di unit Yahalom Korps Teknik Tempur, tewas di Gaza utara.
Media ‘Israel’ melaporkan bahwa jumlah personel tentara ‘Israel’ yang terluka dalam pertempuran di Gaza dan mereka yang dirawat di rumah sakit lebih banyak daripada jumlah yang diumumkan oleh media militer ‘Israel’.
Di sisi lain, dalam beberapa hari terakhir, kelompok perlawanan mengumumkan serangkaian operasi dan serangan yang menargetkan tank dan kendaraan tentara penjajah dan pasukannya yang bersembunyi di bangunan tempat tinggal, melukai mereka tepat di utara dan selatan Jalur Gaza.
Sebaliknya, juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Ubaidah menegaskan dalam sejumlah pernyataan berkalanya bahwa jumlah kematian dan cedera yang diumumkan secara resmi oleh tentara penjajah adalah “tidak nyata,” dan jumlahnya jauh lebih tinggi.
Kerugian tentara penjajah meningkat selama beberapa hari terakhir seiring dengan semakin intensifnya pertempuran dengan faksi perlawanan Palestina di perbatasan Jalur Gaza.
Pengumuman terbaru ini menambah jumlah sebelumnya pada hari Senin, dimana sebanyak 7 tentara Zionis tewas akibat serangan para pejuang Palestina di Jalur Gaza, sehingga jumlah korban tewas sejak dimulainya operasi darat di Gaza menjadi 137, menurut angka ‘Israel’.
Dengan demikian, jumlah korban tewas tentara ‘Israel’ sejak dimulainya Operasi Taufan Al-Aqsha pada 7 Oktober meningkat menjadi 463 orang tewas, termasuk tentara dan perwira.
Agresi ‘Israel’ terhadap Jalur Gaza yang terkepung berlanjut hingga hari ke-74, menyebabkan lebih dari 19.453 orang tewas dan 52.286 orang terluka, sementara perlawanan melakukan pertempuran sengit dengan pasukan penjajah di berbagai penjuru Jalur Gaza.*