Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pelajar Perempuan Menuntut Pembukaan Kembali Universitas di Afghanistan  

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Desember 2023 14:33 2:33 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Desember 2023 15:30
Bagikan
Pelajar perempuan Afghanistan menuntut dibukanya universitas agar bisa kembali kuliah (Khaama Press)
Bagikan

Hidayatullah.com—Pelajar perempuan Afghanistan menuntut Pemerintahan Imarah Islam Afghanistan, yang dikuasai Taliban untuk membuka kembali gerbang universitas. Satu tahun lalu, tepatnya pada 20 Desember, keputusan cabinet Afghanistan telah menangguhkan mahasiswa perempuan masuk kampus.

Sepanjang tahun ini, anak perempuan tidak pernah tinggal diam terhadap larangan pendidikan dan menyatakan penolakan mereka terhadap pembatasan tersebut dengan berbagai cara.

Namun, ketidakfleksibelan Imarah Islam terhadap kebebasan perempuan dan kurangnya tindakan praktis dari komunitas internasional telah meningkatkan kekecewaan.

Salim Paigeer, Ketua Partai Komitmen Intelektual Afghanistan dalam sebuah wawancara dengan Khaama Press, mengatakan bahwa pencabutan pendidikan bagi anak perempuan berdampak buruk pada kehidupan masyarakat Afghanistan.

“Anak perempuan tidak belajar hanya untuk menjadi melek huruf, namun mereka belajar untuk memainkan peran yang berharga di masa depan Afghanistan,” ujarnya.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Paigeer menyebut larangan yang terus menerus terhadap anak perempuan untuk masuk universitas adalah sebuah ‘bencana’.

Menurut UNESCO, jumlah mahasiswi adalah lima ribu pada tahun 2001, dan angka ini mendekati seratus ribu pada tahun 2021, namun pada tahun 2023 jumlahnya turun menjadi nol.

Di sisi lain, Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) dalam salah satu laporannya menyatakan bahwa akibat tidak mendapat pendidikan, anak perempuan menghadapi pernikahan dini dan pernikahan paksa.

Sementara itu, anak-anak perempuan, yang baru saja berulang tahun dicabut pendidikannya, meminta Imarah Islam untuk membuka kembali gerbang universitas bagi mereka.

Pariwush, seorang mahasiswa ekonomi di Universitas Bamiyan, berbicara kepada Khaama Press, mengatakan bahwa Taliban harus mempertimbangkan kembali keputusannya untuk menutup universitas bagi anak perempuan dan mengizinkan mereka untuk belajar.

“Pemerintah saat ini harus mengurangi kemarahannya dan mempertimbangkan kembali masalah ini. Melanjutkan pendidikan kita penting dalam keadaan apa pun. Kami tidak masalah berhijab, yang penting cukup ikut belajar di kelas saja,” ujarnya.

Samira Gohari, mahasiswi lainnya yang sekaligus belajar hukum, ilmu politik, dan jurnalisme di dua universitas, kini menuntut otoritas Imarah Islam membuka kembali universitas bagi perempuan.

Namun, juru bicara Kementerian Pendidikan Tinggi Imarah Islam belum memberikan penjelasan, mengatakan bahwa kehadiran anak perempuan di universitas masih ditangguhkan ‘sampai pemberitahuan lebih lanjut’.

Sementara itu, beberapa anak perempuan yang tidak dapat melanjutkan pendidikan di universitas, akhirnya beralih ke kelas online atau pembelajaran jarak jauh.

‘Women’s Online University’ adalah salah satu platform online yang memiliki lebih dari 14.000 mahasiswi yang terlibat dalam berbagai bidang studi.

Menurut laporan UNAMA, akibat masih adanya penangguhan pendidikan, anak perempuan kini beralih pada pernikahan dini, aktivitas menjahit, menyulam, dan membuat kerajinan tangan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineImarah Islam Afghanistanpelajar AfghanistanPerempuan Afghanistanperguruan tinggi AfghanistanTalibanuniversitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Solidaritas Gaza, Warga Suriah Batalkan Perayaan Natal
Tulisan selanjutnya Wanita China Korban Kasus Keracunan 1994 yang Tak Terpecahkan Meninggal Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?