Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Aktivis: Pengusiran Etnis Rohingya Akibat Banyaknya Berita Hoaks dan Akun Bodong Memprovokasi

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Desember 2023 17:06 5:06 pm
Ahmad
Dipublikasikan 29 Desember 2023 17:01
Bagikan
Akmal Sjafril, seorang pegiat #IndonesiaTanpaJIL (ITJ)
Bagikan

Hidayatullah.com—Aksi ratusan mahasiswa menyerbu Balai Meuseuraya Aceh (BMA) di Banda Aceh yang menjadi tempat penampungan sementara untuk ratusan pengungsi Rohingya hari Rabu (27/12/2023), telah menjadi perhatian dunia.

Menurut Kepala Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat, Akmal Sjafril, ekskalasi isu seputar Rohingya berlangsung cepat dan dilatari oleh banyaknya berita hoaks di dunia mana. Karena itu, ia mengajak warganet mempertimbangkan adanya rekayasa penggiringan opini publik di belakang layar dalam kasus ini.

“Orang-orang Rohingya sudah mengungsi ke Indonesia beberapa tahun sebelum pandemi. Tiba-tiba saja, di sekitar bulan November kemarin, isunya mencuat lagi. Orang-orang Rohingya digambarkan sebagai troublemaker, seolah semuanya rusak dan tak ada yang baik,” ujarnya.

Akmar –yang juga dikenal aktivis media sosial–  menilai, isu Rohingnya di media sosial, juga dipenuhi banyaknya akun anonim alias akun bodong yang ikut memanaskan suasana, langsung memprovokasi bangsa Indonesia untuk segera mengusir mereka. “Ini terlalu aneh dan tidak wajar,” ungkap Akmal menyatakan keprihatinannya.

Jika dikatakan bahwa ada orang Rohingya yang bertingkah laku kurang baik, maka menurut Akmal itu masih wajar. Akan tetapi, Akmal menyayangkan banyaknya hoaks yang beredar sehingga membuat sebagian netizen memandang Rohingya dengan logika yang rasis.

Baca Juga

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

“Misalnya dimunculkan isu bahwa orang Rohingya memperkosa anak perempuan Aceh. Ada pula isu soal kerusuhan di Sidoarjo. Keduanya terbukti hoaks, tapi toh kisah itu masih terus diulang-ulang,” ujar aktivis #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) ini lebih lanjut.

Ia mengatakan, dalam rilisan seruan resminya yang dirilis pada 15 Desember 2023 dan dipublikasikan melalui akun-akun media sosialnya, SPI telah memperingatkan semua pihak untuk berhati-hati dalam menyikapi isu Rohingya yang berkembang belakangan ini.

Melalui seruannya, SPI mengingatkan bahaya fitnah yang begitu dahsyat sehingga pernah menimpa orang seperti ‘Aisyah ra.

SPI juga mengingatkan agar netizen tidak menganggap enteng provokasi untuk mengusir orang-orang Rohingya, sebab pengusiran tersebut bisa membahayakan nyawa mereka.

“Bagaimana nasib orang-orang Rohingya jika kita suruh pergi; tenggelam di Samudera Hindia, dipersekusi di Myanmar, atau hidup melarat di negeri lain? Bagaimana dengan anak-anak mereka, yang sama tak bersalahnya dengan anak-anak Gaza?” Demikianlah retorika yang disampaikan dalam seruan tersebut.

Dalam konten terbaru di akun Instagram-nya, Akmal kembali berkomentar pedas dan memperbandingkan mereka yang mengusir orang-orang Rohingya dengan kaum Zionis.

“Tanpa sadar, banyak yang telah memenuhi empat kriteria untuk menjadi zionis. Menyebar hoaks, menteror yang lemah, membiarkan mereka pergi ke tempat-tempat yang membahayakan nyawa mereka, lantas menyakiti mereka dengan tangan-tangannya sendiri. Gayanya pun persis sama, dimulai dengan mengepung mereka ketika shalat, kemudian menghajar mereka sesudahnya,” tulisnya dalam konten tersebut.

Menurut Akmal, yang paling bertanggung jawab atas provokasi ini adalah para influencer yang tidak bertanggung jawab dan tidak melakukan cek dan ricek terlebih dahulu, bahkan membebek saja pada isu-isu yang beredar.

“Sebagai contoh, mereka bilang orang-orang Rohingya itu bukan asli Myanmar, tapi orang Bangladesh yang menyusup ke Myanmar. Itu seratus persen sama persis dengan propaganda junta militer Myanmar yang mempersekusi mereka. Kalau para influencer ini mau berusaha sedikit mempelajari sejarah, pasti mereka akan tahu bahwa tuduhan itu tidak benar,” tandas sejarawan yang sebelum pandemi sudah cukup sering menjadi pembicara dalam forum-forum kajian tentang Rohingya.

“Masalahnya kita tahu sendiri bahwa para influencer ini bukan intelektual. Mereka sudah terbiasa mengendarai isu-isu yang viral. Tapi sikap mereka bisa memberikan konsekuensi yang serius dalam masalah Rohingya. Orang-orang Rohingya ini tidak diakui oleh negaranya sendiri, mengalami persekusi yang sangat kejam, dan menjadi target kejahatan seperti perdagangan manusia dan sebagainya. Kalau hal terburuk yang terjadi, siapa yang mau bertanggung jawab?” ujar Akmal lagi.

Akmal berharap tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku mahasiswa beberapa hari silam ditindak dengan tegas dan tidak perlu terjadi lagi.

Akmal juga berharap para netizen dan influencer yang sudah ikut-ikutan menebar provokasi untuk mengoreksi tindakannya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akun anonimakun bodongBalai Meuseuraya AcehBerita Hoaksetsnis RohingyaHeadlinemahasiswamahasiswa AcehPengungsi Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yayasan KITA Kunjungi Pengungsi Rohingya, Jajaki Pendirian Madrasah Al-Quran
Tulisan selanjutnya Banyak Musibah, KLCC Malaysia Tak Adakan Pesta Kembang Api Tahun Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?