Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Studi: Harga Rumah Mahal, Orang Korea Malas Hamil

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Januari 2024 20:55 8:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Januari 2024 18:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Krisis angka kelahiran kini sedang melanda Korea Selatan (Korsel). Seperti halnya negara Jepang, Negeri Ginseng ini mengalami krisis kelahiran sangat parah.

Menurut studi penelitian terbaru, rendahnya angka kelahiran di Korsel pemicu utamanya bukan karena generasi mudanya enggan menikah dan lebih banyak memilih hidup sendiri. Melainkan karena harga properti seperti rumah yang semakin melambung.

Studi penelitian yang digelar Korea Research Institute for Human Settlements mengungkapkan bahwa faktor paling signifikan yang berkontribusi terhadap rendahnya angka kelahiran di Korea Selatan adalah sebagai dampak kenaikan harga real estate alias rumah tinggal dan tren ini semakin meningkat sejak tahun 2010.

Hasil studi yang dipaparkan lewat laporan berjudul “Diagnosis Penyebab Rendahnya Angka Kelahiran dan Arah Kebijakan di Real Estate”, yang dirilis pada 3 Januari 2024, studi tersebut mengidentifikasi harga rumah di Korea Selatan dari tahun sebelumnya, termasuk penjualan dan sewa, sebagai faktor utama yang mempengaruhi keputusan untuk memiliki anak pertama menurut 30,4 persen responden di seluruh negeri.

Dikatakan pengaruh mahalnya harga rumah ini lebih nyata terjadi di kota besar seperti Seoul, di mana 38,4 persen koresponden menyatakan bahwa harga rumah merupakan hal yang signifikan, dibandingkan dengan 26,5 persen di wilayah non-metropolitan.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Selanjutnya disusul semakin mahalnya biaya pendidikan yang persentasenya meningkat menjadi 9,1 persen melebihi kontribusi faktor penentu kelahiran anak pertama 5,5 persen. Mengacu pada hasil ini, ditekankan kalau perlunya kebijakan yang disesuaikan untuk memulihkan angka kelahiran anak pertama, kedua, dan ketiga.

“Untuk mendorong kelahiran anak pertama, dukungan kebijakan di sektor perumahan sangatlah penting, sementara dukungan di sektor pendidikan menjadi penting untuk kelahiran dua anak atau lebih,” jelas Park Jin Baek, peneliti dan penulis laporan tersebut.

Studi yang sama juga mencatat bagaimana pengaruh harga rumah terhadap keputusan untuk memiliki anak, menjadi lebih cepat selama bertahun-tahun.

Pada akhir tahun 1990-an, dibutuhkan waktu sekitar sepuluh bulan untuk melihat perubahan angka kelahiran setelah harga rumah naik. Namun sejak pertengahan tahun 2010-an, reaksi ini terjadi lebih cepat.

Laporan The Korea Times, Kamis (4/1/2024), menyebutkan, pemerintah Korsel mencatat jumlah kelahiran lahir pada 2019 hanya 302.676 jiwa. Angka itu turun dari 357.771 jiwa pada 2017 dan 326.822 jiwa pada 2018.

“Kita memerlukan pendekatan yang benar-benar berbeda. Saat kita mencari penyebab dan solusi terhadap masalah ini,” kata Presiden Yoon Suk Yeol dalam pidato Tahun Barunya.

“Kita harus mencari tahu alasan sebenarnya. Rendahnya angka kelahiran dan mengidentifikasi langkah-langkah efektif.”

Menurut Statistik Korea, tingkat kesuburan total yang mewakili jumlah rata-rata kelahiran per perempuan selama masa suburnya mengalami penurunan. Yakni dari 1,48 pada 2000 dan 1,23 pada 2010 menjadi 0,84 pada 2020 dan 0,78 pada 2022 lalu.

Statistik Korea memprediksi tingkat kesuburan total perempuan Korea Selatan akan semakin menurun. Yakni menjadi 0,72 pada 2023 dan 0,68 pada 2024 mendatang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinekorselkrisis kelahiran Koreaorang korearumah mahal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh Muhammad Ghazali, Salibisme dan Masalah Palestina
Tulisan selanjutnya PM Anwar Mewajibkan Pelajar Malaysia Fasih Bahasa Melayu dan Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?