Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Semangat Ade Ismail Jadikan Kaum Tunanetra Bisa Membaca Al-Quran

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Januari 2024 14:12 2:12 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 Januari 2024 14:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari itu Ade Ismail menyambut rombongan Laznas BMH dengan wajah gembira. Ade adalah Ketua Yayasan Raudhatul Mukfifin, lembaga khusus Tunanetra.

Pria kelahiran Lamaru, Balikpapan, Kalimantan Timur yang juga tunanetra ini salah satu orang yang bersemangat memperjuangankan kaum tunanetra bisa mudah belajar Al-Quran.

“Saya meneruskan perjuangan guru agama SLB dahulu, yaitu Ustadz Halim Sholeh, beliau juga tunanetra dan punya visi menjadikan orang tunanetra bisa membaca Al-Quran. Tak terbayang kala itu betapa visi itu cukup berat,” ungkapnya menceritakan pendiri yayasan ini.

Ade baru pada November 2023 didapuk sebagai ketua yayasan. Meski baru, spritnya seolah mengalahkan orang yang telah lama bekerja.

“Saya kira yayasan ini punya visi bagus dan membawa martabat bagi kaum tunanetra di hadapan Allah, yaitu ada kesungguhan membaca Al-Quran, jadi saya senang berada di sini,” urainya.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Meski penyandang tunanetra., Ade memiliki kesibukan yang cukup padat. Termasuk berpikir bagaimana menemukan guru-guru Al-Quran untuk anak-anak tunanetra.

“Walaupun kami ini tunanetra, kami tetap tidak boleh tertinggal dalam hal membaca Al-Quran. Ini yang membuat kami punya semangat, bahwa membaca Al-Quran itu harus dan perlu. Maka tidak boleh ketunanetraan ini jadi alasan kami menghadap Allah tanpa bisa membaca Al-Quran,” tuturnya.

Menurut data dari Baznas, Indonesia masih memerlukan 5 juta eksemplar Al-Quran Braille. Dengan bekerjasama dengan BMH,  yayasan berharap makin banyak penyandang tunanetra bisa membaca Al-Quran.

“Jadi, kenapa BMH sinergi dengan yayasan Raudhatul Mukfifin ini adalah dalam rangka membantu saudara kita yang tunanetra secara bertahap bisa mendapatkan Al-Quran. Bantuan BMH ini baru tahap awal untuk selanjutnya kita kuatkan bersama-sama,” tegas Dirut BMH, Supendi dalam sambutan pada rangkaian acara serah terima mesin produksi Al-Quran Braille tersebut.

Yayasan Raudhatul Mukfifin didirikan Raden Halim Shaleh pada 26 Nopember 1983. Sesuai dengan namanya, Yayasan Raudlatul Makfufin mempunyai spesialisasi dan prioritas pengajaran agama Islam kepada Tunanetra Muslim seluruh Indonesia. */Herim

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ade IsmailAl-Quran BraileLaznas BMHtunanetraYayasan Raudhatul Mukfifin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bekas Pelatih Timnas Sepak Bola Palestina Syahid dalam Serangan ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Hamas, Syiah dan Ahlus Sunnah Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?