Hidayatullah.com – Serangan udara Zionis “Israel” di Gaza membunuh Hanis al-Musaddar, bekas pelatih tim sepak bola Olimpiade Palestina.
Asosiasi Sepak Bola Palestina mengumumkan bahwa al-Musaddar telah syahid dalam serangan udara “Israel” yang menargetkan desa al-Musaddar di Jalur Gaza tengah.
Sang martir bermain untuk al-Maghazi dan Gaza Sports sebelum pensiun pada tahun 2018 dan melatih tim sepak bola Olimpiade Palestina.
“88 atlet tim dan individu, termasuk 67 pemain sepak bola telah gugur. Selain itu, 24 ofisial dari staf manajerial dan teknis kehilangan nyawa mereka karena serangan Israel di Gaza,” Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) menyatakan.
PFA mengumumkan telah mengirimkan pesan mendesak kepada Komite Olimpiade Internasional dan semua federasi internasional, kontinental, dan regional, yang mendesak dilakukannya “investigasi internasional segera atas kejahatan pendudukan terhadap olahraga dan atlet di Palestina.”
Baca juga: Inilah Sosok Saleh Al-Arouri, Wakil Pimpinan Hamas yang Syahid
‘Israel’ Pakai Stadion Palestina Sebagai Tempat Penahanan Massal
Liga-liga sepak bola Barat dan badan sepak bola dunia FIFA, tak berkomentar apapun terhadap perang genosida “Israel” yang terus berlanjut di Jalur Gaza. Beberapa, seperti Liga Premier di Inggris telah mengambil tindakan terhadap mereka yang mengekspresikan dukungan mereka kepada Palestina.
Faktanya, tidak ada kecaman terhadap kejahatan “Israel” terhadap para atlet atau tempat olahraga, seperti Stadion Palestina di Jalur Gaza, yang diubah menjadi kamp penahanan oleh pasukan pendudukan “Israel”, yang menggali lapangan dan menggunduli anak-anak di bawah umur dan orang tua, serta membanggakan kejahatan mereka dalam video yang tersebar di media sosial.
Berita kesyahidan al-Musaddar muncul setelah otoritas kesehatan mengumumkan bahwa penjajah “Israel” melakukan 12 pembantaian terhadap keluarga-keluarga di Jalur Gaza, menewaskan 122 orang dan melukai 256 orang dalam waktu 24 jam terakhir.
Secara keseluruhan, pembantaian yang dilakukan penjajah “Israel” sejauh ini telah menyebabkan 22.722 warga Palestina syahid.*
Baca juga: Masalah Gaza Mendominasi Sidang Persatuan Ulama Internasional di Doha