Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tumpah dari Kontainer Kapal Maersk Biji Plastik Mencemari Pantai Spanyol

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Januari 2024 08:35 8:35 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Januari 2024 08:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Puluhan sukarelawan menggunakan saringan untuk mengayak pasir di pantai-pantai di bagian barat laut Spanyol, hari Selasa (9/1/2024) untuk memungut jutaan biji plastik berukiran kecil yang tersapu ke pantai beberapa hari terakhir, yang dapat membahayakan kehidupan satwa liar.

Biji plastik (nurdles) tersapu ke pesisir di daerah Galicia setelah enam peti kemas terjatuh ke laut pada 8 Desember dari sebuah kapal Maersk berbendera Liberia, yang kala itu sedang berlayar menuju Pelabuhan Algeciras di Spanyol menuju Rotterdam, Belanda.

Salah satu peti kemas memuat kantong-kantong berisi biji plastik, menurut maskapai pelayaran Maersk yang memiliki peti-peti kemas tersebut.

Terkadang disebut sebagai ‘air mata putri duyung’, biji plastik berbentuk butiran bundar kecil merupakan merupakan bahan utama pembuatan beragam produk mukai dari bumper mobil sampai mangkok salad.

Berukuran kurang dari 5 mm, biasanya biji plastik tidak langsung tampak oleh mata ketika tersapu ke pantai dan bercampur dengan pasir, kecuali dalam jumlah sangat banyak. Biji-biji plastik ini sudah lama menjadi masalah yang menyelimuti pesisir barat laut Spanyol dan sulit untuk dipungut karena berbaur dengan pasir pantai.

Baca Juga

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

“Kami mengumpulkan pelet-pelet ini dengan peralatan milik kami sendiri,” kata Adriana Montoto, seorang apoteker berusia 35 tahun, menyoroti bahwa bukannya pihak berwenang yang seharusnya bertindak mengatasi masalah itu tetapi justru kelompok masyarakat yang berinisiatif “mengurus semuanya”.

Sonia Iglesias Rey, seorang pembantu rumah tangga berusia 26 tahun yang datang ke pantai di Noia untuk membantu, menggunakan wadah bambu untuk mengumpulkan biji plastik yang mengapung di air.

Ecologistas en Accion, salah satu LSM penyelenggara aksi bersih-bersih itu, menuding pihak berwenang setempat “diam saja”.

Akan lebih mudah untuk mengumpulkan “seluruh kantong berisi biji plastik” tidak lama setelah peti-peti kemas terjatuh dari kapal, kata Cristobal Lopez, seorang jubir kelompok itu.

Biji plastik yang dibiarkan berserakan berpotensi ditelan oleh ikan dan burung yang mengiranya sebagai makanan. Apabila sudah termakan oleh mereka plastik tersebut mulai memasuki mata rantai makanan manusia.

“Bentuk dan ukurannya menarik minat banyak spesies burung, ikan dan krustasea yang mengiranya sebagai telur ikan” dan akibatnya mereka bisa mati “setelah perutnya penuh dengan plastik”, kata Ecologistas en Accion memberikan peringatan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP.

Pesisir Atlantik yang terjal di Galicia, dengan ratusan ceruk tersembunyi, teluk kecil, dan pantai terpencil, merupakan jantung industri kerang di Eropa.

Pada tahun 2002, pesisir kawasa  yang hijau asri itu hancur akibat tumpahan bahan bakar minyak dalam jumlah besar dari kapal tanker Prestige, yang merupakan bencana ekologi terburuk di Spanyol.

Sejauh ini, tumpahan biji plastik paling banyak ditemukan di daerah Vigo, Pontevedra, Noia dan La Coruna. Namun, sebagian juga ditemukan di pantai bagian utara Spanyol.

“Kami tidak mengetahui seberapa besar kerusakan yang mungkin terjadi,” kata Menteri Lingkungan Hidup Teresa Ribera kepada radio Cadena Ser pada hari Selasa seperti dilansir AFP.

Pohak kejaksaan tingkat negara bagian setempat sudah mulai melakukan penyelidikan seputar bagaimana biji-biji plastik itu bisa mencemari lingkungan pesisir Galicia. Isu ini juga memicu aksi saling tuding di kalangan politik, menjelang pemilu lokal bulan depan di mana Galicia merupakan basis dari partai konservatif oposisi Partai Rakyat (PP)

Pemerintah pusat Spanyol yang dikuasai politisi kiri menuding pemerintah daerah Galicia, yang sejak 2009 dikuasai PP, terlalu lambat untuk meminta bantuan.

Pembersihan pantai tidak dapat semata-mata mengandalkan sukarelawan dan LSM lingkungan, kata seorang jubir Kementerian Lingkungan Hidup kepada AFP.

Hari Selasa, Partai Sumar yang merupakan mitra yunior dalam koalisi pimpinan perdana menteri Sosialis Pedro Sanchez, melayangkan gugatan hukum terhadap pemerintah daerah Galicia yang ditudingnya “tidak berbuat apa-apa” untuk mengatasi masalah tersebut.

Setelah sebelumnya meremehkan butiran plastik yang berserakan di pesisir, pemerintah daerah Galicia hari Selasa menaikkan level peringatan polusinya ke tingkat dua, sebuah langkah awal yang perlu dilakukan untuk meminta bantuan dari pemerintah pusat.

Biji plastik yang termakan oleh hewan tidak hanya membahayakan hewan itu sendiri tetapi juga akan memasuki rantai makanan manusia. Lebih parah lagi, plastik yang dibiarkan seiring dengan waktu akan tercampur dengan zat kimia lain di laut sehingga akan menjadikannya semakin beracun.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:biji plastikMaerskSpanyol
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Blak-blakan Mengaku Gay, Gabriel Attal Ditunjuk Jadi Perdana Menteri Prancis
Tulisan selanjutnya Menteri Agama Malaysia Tolak Usulan Rumah Pelacuran Khusus Orang Asing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

4 Juni 2026 14:01
Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?