Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Geng Bersenjata Melakukan Serangan Saat Kanal TV Publik Ekuador Bersiaran Langsung

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Januari 2024 15:47 3:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Januari 2024 15:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sejumlah pria bersenjata dan bertopeng tiba-tiba menerobos ke dalam sebuah studio kanal televisi publik di Ekuador yang sedang melakukan siaran langsung.

Para pekerja stasiun televisi TC dipaksa untuk tiarap di lantai sebelum akhirnya staf penyiaran studio televisi yang berada di kota Guayaquil itu bertindak cepat mematikan siarannya.

Polisi mengatakan pihaknya berhasil membebaskan semua staf dan melakukan 13 penangkapan. Polisi juga menunjukkan senjata-senjata yang berhasil disita dari kelompok bersenjata itu.

Dalam serangan yang terjadi pada hari Selasa (9/1/2024) itu, seorang pria bersenjata mengarahkan senapan pompa ke kepala salah satu sandera, yang juga diancam dengan pistol revolver.

Seorang wanita terdengar memohon kepada pelaku, “Jangan tembak, tolong jangan tembak,” lapor AFP, sementara seorang lain terdengar menjerit kesakitan.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Tolong, mereka datang untuk membunuh kami,” kata seorang pegawai TC kepada AFP lewat pesan WhatsApp. “Tuhan, tolong jangan biarkan ini terjadi. Para kriminal dalam siaran langsung.”

Dalam unggahan video di media sosial yang menunjukkan orang-orang yang ditangkap, polisi mengatakan para pelaku akan dihukum sebagai pelaku tindak terorisme.

Sedikitnya 10 orang sudah tewas sejak pemerintah mulai hari Senin (8/1/2024) memberlakukan status darurat selama 60 hari di Ekuador.

Status darurat diberlakukan setelah seorang gengster ternama menghilang dari sel penjara. Tidak jelas apakah insiden di studio televisi itu berhubungan dengan kasus menghilangnya gengster tersebut dari penjara di Guayaquil. Narapidana itu adalah bos geng Choneros, Adolfo Macías Villamar, atau lebih dikenal dengan panggilan Fito.

Presiden Daniel Noboa hari Selasa mengatakan bahwa “konflik bersenjata internal” sekarang terjadi di negara itu dan dia memobilisasi pasukan bersenjata untuk melakukan operasi militer guna menetralisir apa yang disebutnya “kriminal terorganisir internasional, organisasi teroris dan aktor-aktor jahat non-negara”.

Hal itu dikatakan Noboa saat merespon maraknya insiden kerusuhan di dalam penjara dan aksi pelarian dari penjara serta tindak kejahatan lain yang dilakukan oleh geng-geng kriminal.

Dalam keputusan pemberlakuan status darurat, Presiden Noboa menyebut beberapa nama geng kriminal seperti Choneros (diambil dari nama kota Chone di Provinsi Manabi), Aguilas, AguilasKiller, AK-47, Caballeros Oscuros, ChoneKiller, Covicheros, Cuartel de las Feas, Cubanos, Fatales, Ganster, Kater Piler, Lagartos, Latin Kings, Lobos, Los p.27, Los Tiburones, Mafia 18, Mafia Trebol, Patrones, R7 serta Tiguerones.

Menyusul pelarian diri Fito dari penjara, beberapa aksi kekerasan terjadi.

Hari Senin, petugas berusaha menghentikan kerusuhan di sedikitnya enam penjara.

Delapan orang tewas dan tiga terluka dalam serangan terkait geng kriminal di Guayaquil pada hari Selasa, sementara dua petugas kepolisian tewas dibunuh anggota geng kriminal bersenjata di kota Nobol.

Di kota Riobamba, hampir 40 narapidana, termasuk seorang gembok narkoba, kabur diri dari penjara.

Setidaknya tujuh petugas polisi diculik dan sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan tiga petugas yang diculik tersebut duduk di tanah sambil ditodong, sementara salah satu petugas dipaksa untuk membaca sebuah pernyataan yang ditujukan kepada Presiden Noboa, lapor AFP.

“Anda menyatakan perang, Anda akan mendapat perang,” polisi itu membacakan. “Anda mengumumkan keadaan darurat. Kami menyatakan polisi, warga sipil, dan tentara sebagai rampasan perang.”

Polisi telah memerintahkan evakuasi kompleks pemerintahan di Quito karena masalah keamanan.

Penduduk Quito mengatakan kepada Reuters bahwa kota itu dalam keadaan kacau sejak tersiar kabar penyerangan di stasiun televisi Guayaquil.

“Banyak kepanikan di kota ini,” kata Mario Urena. “Di tempat kerja, orang-orang pulang lebih awal. Semua orang pulang, Anda melihat banyak kemacetan dan alarm di mana-mana. Terjadi kekacauan.”

Warga di kota Cuenca menceritakan kepada AFP perihal keterkejutan mereka atas penyanderaan di stasiun televisi.

Francisco Rosas mengatakan peristiwa seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya di Ekuador.  

“Jadi situasi keamanan seperti apa yang kami hadapi? Dan jika sebuah stasiun televisi saja bisa mengalami perampokan semacam ini, ketidakamanan seperti ini, bagaimana dengan restoran atau toko,” katanya.

Peningkatan aksi kekerasan di negara itu beberapa tahun terakhir, baik di dalam maupun di luar penjara, berkaitan dengan persaingan antarkartel narkoba, baik lokal maupun asal luar negeri, dalam memperebutkan kontrol atas rute perdagangan dan penyelundupan ke Amerika Serikat dan Eropa.

Choneros adalah geng yang kuat yang diduga berada di balik banyak kerusuhan mematikan dan perkelahian di dalam penjara yang terjadi di penjara-penjara Ekuador selama beberapa tahun terakhir.

Fito diperkirakan telah melarikan diri hanya beberapa jam sebelum rencana pemindahannya. Dua sipir penjara telah ditahan karena dicurigai membantunya melarikan diri.

Pelarian Fito dari penjara merupakan pukulan bagi pemerintahan Presiden Noboa, yang dilantik pada bulan November setelah memenangkan pemilihan umum yang dicemari dengan pembunuhan capres Fernando Villavicencio.

Villavicencio yang selama ini bekerja sebagai jurnalis dikabarkan menerima ancaman mati dari Fito beberapa hari sebelum dia ditembak mati usai berkampanye di Quito.

Sementara itu di negara tetangga Peru, pemerintah menyerukan pengerahan pasukan kepolisian di perbatasan sebagai langkah antisipasi penyebaran gangguan keamanan dari Ekuaduor ke wilayahnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ekuadorgeng kriminal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nasib 600 Pasien dan Staf RS Al-Aqsha Belum Diketahui
Tulisan selanjutnya Presiden Amerika Serikat Baru Tahu Bos Pentagon Sakit Kanker Prostat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?