Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Aparat Ekuador Temukan 22 Ton Kokain di Peternakan Babi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Januari 2024 00:43 12:43 am
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Januari 2024 13:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Aparat keamanan Ekuador menemukan kokain 22 ton kokain, terbesar sepanjang sejarah negerinya, yang disembunyikan di sebuah peternakan babi.

Cocaine hydrochloride itu disembunyikan dalam 733 karung goni di sebuah peternakan babi di Estero Lagarto, di provinsi pesisir Los Rios, sekitar 155 kilometer jauhnya dari ibu kota Quito.

Setiap kemasan kokain berbentuk kotak seperti batubata diberi label nama maskapai penerbangan dan tujuannya seperti Iberia, KLM, Qatar, AB, JET2. 

“Ada enam logo berbeda yang menunjukkan secara jelas ke mana tujuan pengirimannya,” kata César Zapata, seorang perwira tinggi kepolisian berpangkat commander.

Angkatan Bersenjata Ekuaduor mulai melakukan operasi pencarian pada Ahad pagi (21/1/2024) sampai petang. Sekitar 150 personel dikerahkan dalam operasi itu.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Belasan prajurit menemukan lokasi di mana hampir 10 ton kokain dikubur. Mereka menggali sedalam empat meter selama beberapa jam dan menemukan tumpukan barang haram itu, yang bernilai $1 miliar di pasar internasional.

Pencarian yang dilakukan oleh tentara membawa mereka ke saluran pembuangan limbah, yang menuju ke labirin bawah tanah, di mana ditemukan kokain lain dengan berat 12 ton.

Menurut pihak berwenang, keberhasilan operasi itu merupakan buah dari investigasi selama enam bulan, melalui observasi dan pengintaian oleh unit intelijen militer.

Namun, pihak berwenang masih belum dapat memastikan siapa pemilik barang haram itu, lapor El Pais Kamis (25/1/2024).

“Kami masih berupaya menemukan siapa pemiliknya,” kata Zapata, yang menjelaskan bahwa narkoba itu akan diangkut dengan perahu ke kapal kargo di pelabuhan yang kemudian akan membawanya ke Amerika Serikat, Amerika Tengah,  Eropa dan Asia.

Selain untuk menimbun dan menyembunyikan narkoba, peternakan babi itu juga menjadi tempat untuk menyembunyikan senjata api. Para prajurit juga menemukan 12 senapan dan lebih dari 5.000 amunisi di sana.

Tentara menyebutnya tempat itu sebagai gudang persembunyian dengan fasad peternakan babi.

Estero Lagarto merupakan daerah pedesaan yang terpencil dan tersembunyi di antara pegunungan dan lahan pertanian ekstensif, yang hanya dapat diakses lewat jalan tanah tanpa aspal.

Hanya satu orang menjaga peternakan itu dan dia ditangkap saat operasi berlangsung.

Pihak keamanan meminta aparat kehakiman bertindak cepat untuk memusnahkan 22 ton kokain itu, yang membutuhkan truk militer untuk memindahkannya.

Temuan itu menguatkan kecurigaan pihak militer, yang meyakini bahwa Ekuador bukan sekedar sebagai negara transit penyelundupan narkoba tetapi juga tempat laboratorium-laboratorium pembuatan narkoba berada.

Ekuador adalah negara yang berhasil menemukan dan menyita narkoba terbanyak ketiga di dunia, menurut laporan terbaru United Nations Office on Drugs and Crime. 

Kurun tiga tahun terakhir, sekitar 550 ton narkoba disita di negara itu.

Penyelundupan dan perdagangan narkoba internasional merupakan salah satu penyebab maraknya perang antargeng di Ekuador.

Di pekan pertama 2024, sebanyak 27 kematian akibat bentrokan antar geng narkoba tercatat setiap harinya.

Menurut pihak kepolisian, angka itu berkurang menjadi 10 setelah Presiden Daniel Noboa menyatakan Ekuador dalam status “konflik bersenjata internal” pada 9 Januari guna meredam bentrokan antargeng yang meresahkan masyarakat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EkuadorKokain
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Jepang Menyatakan Brokoli Sayur Unggulan
Tulisan selanjutnya Islamic Center Bolmong Diharap jadi Pusat Pengembangan Islam dan Kerukunan 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?