Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Polisi di Marseille Bongkar Jaringan Perdagangan Senjata Api 3D Printer

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Februari 2024 18:07 6:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Februari 2024 18:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Polisi di kota Marseille di selatan Prancis membongkar jaringan luas perdagangan senjata api yang dibuat dengan 3D printer (printer tiga dimensi).

Jaringan tersebut menjangkau mulai dari kawasan Mediterania sampai Belgia, yang menurut pihak kejaksaan tidak mungkin untuk dilacak secara virtual dan karenanya sangat membahayakan.

Saat menunjukkan senjata-senjata api yang dibuat dengan printer 3D dan siap untuk dijual secara online kepada awak media dalam konferensi pers, Nicolas Bessone dari Kejaksaan Marseille mengatakan bahwa penyitaan senjata seperti itu merupakan yang pertama kalinya di Prancis, lansir RFI (10/2/2024).

Dipimpin oleh divisi siber dari Gendarmerie Nationale, investigasi selama satu tahun – termasuk infiltrasi ke grup-grup percakapan di Telegram – mencapai puncaknya dengan operasi penggerebekan pada akhir Januari di selatan dan timur Prancis, serta di wilayah Belgia.

Sekitar 300 personel kepolisian dikerahkan untuk menangkap 14 tersangka dan menyita delapan printer 3D, tujuh senjata api lengkap hasil cetakan printer 3D dan 24 senjata api konvensional. Masih banyak lainnya yang belum disebutkan dan kebanyakan dirampas dari para kolektor.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Pemimpin dari jaringan tersebut adalah seorang pria berusia 26 tahun dari wilayah departemen Var di selatan Prancis, yang sebelumnya pernah menjadi terpidana kasus narkoba.

Setelah dia pindah ke Belgia, sebuah surat perintah penangkapan internasional dikeluarkan supaya pemuda itu diringkus dan diserahkan kepada aparat Prancis.

Hervé Pétry, yang baru dilantik untuk memimpin unit siber di Gendarmerie Nationale, mengatakan bahwa tersangka utama itu memiliki “mentalitas libertarian”. Pemuda itu juga tergabung dalam gerakan pro-kepemilikan senjata api yang bertujuan membagikan senjata api ke sebanyak mungkin orang untuk melindungi diri dari negara yang dianggapnya totalitarian dan opresif.

Enam orang saat ini sudah ditempatkan di dalam sel tahanan, sementara lima lainnya masih dalam pengawasan hukum. Mereka berusia antara 18 dan 30 tahun.

Sebagian mereka dikenai tuduhan membantu membuat senjata api, sementara lainnya dituduh bertindak sebagai makelar dan reseller.

Para pembeli – termasuk kolektor dan orang yang berkaitan dengan bisnis ilegal narkoba – juga ikut ditangkap.

Untuk menghindari pengawasan aparat hukum, senjata api hasil cetakan printer 3D itu tidak dikirim utuh ke pembeli melainkan dikirim dalam beberapa bagian.

Tindakan semacam itu masih termasuk perbuatan pidana dan dapat diancam dengan hukuman penjara hingga enam tahun, kata Bessone.

Di antara senjata yang disita adalah beberapa pucuk FGC-9 singkatan dari “Fuck Gun Control 9mm”. Senjata itu memiliki karakteristik sama seperti senapan mesin, dengan panduan cara pembuatan bisa dengan mudah didapat di dark web.

Lebih sulit untuk dilacak dibanding senjata konvensional, senjata 3D bisa dijual kembali dengan harga antara €1.000 dan €1.500.

Menurut Pétry, senjata-senjata sitaan tersebut memiliki kualitas yang baik sampai sangat baik, 95 persen kemiripannya dengan senjata asli.

Senjata jenis FGC-9- pada bulan Juni 2023 dipakai dalam aksi percobaan pembunuhan di Marseille, ketika dua orang yang mengendarai sebuah motor curian melepaskan tembakan ke orang-orang yang sedang berkerumun di luar sebuah toko. Pelaku berhasil ditangkap dan senjatanya disita.

Pada 2019, seorang pelaku penembakan di Halle, Jerman, menggunakan sebuah senjata api cetakan printer 3D rancangan sendiri. Dalam serangan di sebuah sinagoge dan restoran Turki pelaku menewaskan dua orang.

Menurut laporan International Centre for the Study of Radicalisation yang berbasis di London, maraknya kepemilikan senjata api cetakan printer 3D antara lain didorong oleh ideologi bahwa kepemilikan senjata api merupakan hak asasi manusia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:senjata api
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kampus Terapung Terbesar Dunia Kembali Berlabuh di Kenya
Tulisan selanjutnya Salwan Momika Bendera Israel Pembakar Al-Quran, Terancam Diekstradisi dan Dilarang Masuk Swedia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?