Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Negara G20 Dukung Pengakuan Negara Palestina, Ajukan Solusi Dua Negara

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 23 Februari 2024 16:23 4:23 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 23 Februari 2024 18:00
Bagikan
Indonesia presidensi g20
Bagikan

Hidayatullah.com – Semua negara G20 mendukung solusi dua negara untuk perang di Timur Tengah, kata salah satu anggota yang menjadi tuan rumah, Brasil. Selain itu G20 juga menambah tekanan pada “Israel” untuk menerima dan mengakui negara Palestina yang merdeka.

Daftar isi
  • Serangan Zionis di Gaza
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Dukungan untuk solusi dua negara dari Kelompok 20 negara ekonomi terkemuka datang pada hari Kamis, sehari setelah parlemen “Israel” dengan suara mayoritas memilih untuk menentang pengakuan “sepihak” atas negara Palestina, dalam sebuah langkah yang menurut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengirimkan “pesan yang kuat kepada masyarakat internasional.”

Serangan “Israel” di Gaza yang terkepung merupakan fokus utama dari pertemuan dua hari para menteri luar negeri G20 di Rio de Janeiro, bersama dengan konflik Rusia dengan Ukraina dan ketidakefektifan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga-lembaga global lainnya dalam menghadapi konflik dan polarisasi yang meningkat.

Ada “konsesus suara untuk solusi dua negara sebagai satu-satunya solusi yang mungkin” di Timur Tengah, Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira mengatakan kepada para wartawan.

“Satu-satunya alasan [Vieira] tidak langsung mengatakan ‘kebulatan suara’ adalah karena tidak semua pembicara berbicara tentang masalah ini,” kata seorang sumber dari Kementerian Luar Negeri Brasil kepada kantor berita AFP.

Baca Juga

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

“Setiap [menteri] yang berbicara mengenai masalah ini menyuarakan dukungan” untuk solusi dua negara, “dan itu banyak sekali”, katanya.

‘Semua mendukung solusi dua negara’

Pertemuan ini mempertemukan para diplomat penting, termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, diplomat top Turki Hakan Fidan dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Borrell mendesak Vieira untuk menggunakan pernyataan penutupnya pada pertemuan tersebut “untuk menjelaskan kepada dunia bahwa di G20, semua orang mendukung” solusi dua negara, dengan Palestina yang merdeka dan hidup berdampingan dengan Israel.

“Semua orang di sini, semua orang, saya tidak mendengar ada yang menentangnya. Itu adalah permintaan yang kuat untuk solusi dua negara,” kata Borrell kepada para wartawan.

“Penyebut yang sama adalah bahwa tidak akan ada perdamaian, tidak akan ada keamanan yang berkelanjutan bagi Israel, kecuali jika Palestina memiliki prospek politik yang jelas untuk membangun negara mereka sendiri.”

Serangan Zionis di Gaza

Lebih dari empat bulan setelah agresi brutalnya di Gaza, di mana peringatan akan terjadinya bencana kemanusiaan meningkat dari hari ke hari, “Israel” terus menghadapi tekanan internasional untuk mengakui negara Palestina – termasuk dari sekutu utamanya, Amerika Serikat.

Sekitar 72 persen negara anggota PBB telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Entitas Zionis “Israel” telah membantai sedikitnya 29.410 warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan perempuan, dan melukai 69.465 orang lainnya dalam serangan yang sedang berlangsung di Gaza.

Sekitar 85 persen penduduk daerah kantong yang diblokade tersebut telah mengungsi akibat serangan membabi buta “Israel,” dan seluruh penduduk Gaza menghadapi kerawanan pangan.

Hanya 13 dari 34 rumah sakit di daerah kantong Palestina itu yang berfungsi secara parsial atau minimal.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:G20negara palestinasolusi dua negara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demonstrasi anti Muslim Islamofobia Dampak Agresi ‘Israel’, Kebencian Anti-Muslim di Inggris Naik Tajam
Tulisan selanjutnya Saham Intuitive Machines Melambungkan Setelah Pendaratan di Bulan Berhasil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?