Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tak Lagi Diveto AS, Dewan Keamanan PBB Sahkan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 26 Maret 2024 03:07 3:07 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 26 Maret 2024 04:00
Bagikan
Dewan Keamanan PBB
Bagikan

Hidayatullah.com – Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB) meloloskan resolusi gencatan senjata antara Israel dan kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza dan pembebasan semua tawanan setelah Amerika Serikat tidak lagi memveto resolusi tersebut.

Daftar isi
  • Bukan Akhir dari Krisis
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Sebanyak 14 anggota dewan lainnya memberikan suara mendukung resolusi tersebut, yang diusulkan oleh 10 anggota dewan terpilih sedangkan AS abstain. Tepuk tangan meriah terdengar di ruang dewan setelah pemungutan suara pada hari Senin.

Resolusi tersebut menyerukan gencatan senjata segera untuk bulan puasa Ramadhan, yang akan berakhir dalam dua minggu. Namun, resolusi tersebut menuntut pembebasan semua tawanan yang disandera dalam Gerakan Perlawanan Islam, Hamas.

“Pertumpahan darah telah berlangsung terlalu lama,” kata Amar Bendjama, duta besar Aljazair, anggota Dewan Keamanan PBB saat ini dan salah satu pendukung resolusi tersebut. “Akhirnya, Dewan Keamanan memikul tanggung jawabnya.”

Pemerintahan Biden telah berulang kali memblokir resolusi Dewan Keamanan yang memberikan tekanan kepada Israel, namun semakin menunjukkan rasa frustrasi terhadap sekutunya itu seiring dengan meningkatnya jumlah korban sipil dan PBB memperingatkan akan terjadinya bencana kelaparan di Gaza.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berbicara setelah pemungutan suara, Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield menyalahkan Hamas atas keterlambatan pengesahan resolusi gencatan senjata.

“Kami tidak setuju dengan semua isi resolusi tersebut,” katanya, yang menurutnya merupakan alasan mengapa AS abstain.

“Beberapa hal penting tertentu diabaikan, termasuk permintaan kami untuk menambahkan kecaman terhadap Hamas,” kata Thomas-Greenfield. Ia menekankan bahwa pembebasan tawanan Israel akan menyebabkan peningkatan pasokan bantuan kemanusiaan yang masuk ke daerah kantong pantai yang terkepung itu.

Gedung Putih mengatakan bahwa resolusi terakhir tidak memiliki bahasa yang dianggap penting oleh AS dan abstainnya AS tidak merepresentasikan pergeseran kebijakan.

Sementara itu, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa kegagalan AS untuk memveto resolusi tersebut merupakan sebuah “kemunduran yang jelas” dari posisi sebelumnya dan akan merugikan upaya-upaya perang melawan Hamas dan juga upaya-upaya untuk membebaskan para tawanan Israel yang ditahan di Gaza.

Kantornya juga mengatakan bahwa Netanyahu tidak akan mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington, DC, sehubungan dengan sikap terbaru AS.

Presiden Joe Biden telah meminta untuk bertemu dengan para pejabat Israel untuk membahas rencana invasi darat Israel ke Rafah di Gaza selatan, di mana lebih dari 1 juta orang Palestina yang terlantar berlindung.

Juru bicara Gedung Putih John Kirby mengatakan bahwa AS “kecewa” dengan keputusan Netanyahu.

Bukan Akhir dari Krisis

Editor diplomatik Al Jazeera, James Bays, mengatakan bahwa pemungutan suara tersebut merupakan perkembangan yang “sangat, sangat signifikan”.

“Setelah hampir enam bulan, … pemungutan suara, yang hampir bulat,” menuntut gencatan senjata berkepanjangan dan segera di Gaza.

“AS telah menggunakan hak vetonya sebanyak tiga kali,” kata Bays. “Kali ini, AS membiarkan hal ini berlalu.”

“Resolusi Dewan Keamanan adalah hukum internasional. Mereka selalu dipandang mengikat semua negara anggota PBB,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dalam sebuah posting di X bahwa resolusi tersebut “harus dilaksanakan”, dan menambahkan bahwa “kegagalan tidak dapat dimaafkan”.

Pemungutan suara dilakukan di tengah seruan internasional untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama hampir enam bulan ini, di saat pasukan Israel menggempur Gaza dan kondisi kemanusiaan di wilayah yang terkepung itu mencapai tingkat kritis.

Lebih dari 90 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi, dan kondisi di bawah pengepungan dan pengeboman Israel telah mendorong Gaza ke ambang kelaparan, kata PBB.

Lebih dari 32.000 warga Palestina telah terbunuh dalam serangan Zionis Israel sejak 7 Oktober, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, menurut otoritas kesehatan Palestina.

Israel memulai serangan militernya di Gaza setelah Hamas memimpin perlawanan ke wilayah penjajahan Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan sedikitnya 1.139 orang dan menyandera sekitar 250 orang lainnya, menurut perhitungan Israel.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DK PBBPerang GazaPerang Palestina-IsraelResolusi Gencatan SenjataResolusi PBB
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya perjuangan umat islam palestina Grand Syekh Al Azhar Sebut Reaksi Dunia Terhadap Kekejaman Israel ‘Mengecewakan’
Tulisan selanjutnya Mencium Istri di Siang Hari, Apakah Puasanya Batal?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?