Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Didanai Amerika Radio Free Asia Biro Hong Kong Tutup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Maret 2024 14:51 2:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Maret 2024 14:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pimpinan Radio Free Asia biro Hong Kong, media yang didanai Amerika Serikat, mengatakan bahwa kantornya tidak lagi memiliki staf purnawaktu di Hong Kong disebabkan kekhawatiran akan kebebasan media setelah UU keamanan yang baru diberlakukan.

“Tindakan oleh pihak berwenang Hong Kong, termasuk merujuk RFA sebagai ‘agen asing’ menyulut pertanyaan serius tentang kemampuan kami untuk beroperasi secara aman dengan diberlakukannya Article 23,” kata Bay Fang dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Associated Press Sabtu (30/3/2024).

RFA, didanai oleh Kongres AS melalui US Agency for Global Media, belum lama ini menjadi target pemerintah Hing Kong. Pada Januari, polisi mengirim surat kepada RFA dan mengecamnya karena mengutip “pernyataan tidak benar” yang disampaikan oleh aktivis pro-demokrasi Ted Hui yang dianggap mencemarkan nama baik kepolisian.

Hui, bekas anggota parlemen Hong Kong, merupakan satu dari banyak aktivis pro-demokrasi yang diburu aparat. Kepolisian memasang hadiah sayembara HK$1 juta bagi yang dapat memberikan informasi untuk penangkapannya. Hui dituduh meminta negara-negara asing untuk menjatuhkan sanksi kepada Hong Kong dan China.

Pada bulan Februari, Menteri Keamanan Hong Kong Chris Tang mengatakan sejumlah kutipan komentar dalam berbagai liputan RFA terkait UU keamanan baru adalah “palsu” dan “tidak benar”.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Tang tidak menyebutkan komentar apa saja yang dimaksudnya.

Ketika ditanya apakah kerja yang dilakukan oleh RFA dianggap sebagai “interferensi eksternal” atau “spionase”, Tang mengatakan pelanggaran terhadap UU harus dilihat kasus per kasus.

Bay Fang mengatakan RFA biro Hong Kong sudah beroperasi sebagai organisasi media swasta sejak diluncurkan pada 1996 dan editorialnya independen.

Fang mengatakan, meskipun bironya sudah ditutup tetapi siaran RFA masih dapat disimak khalayak di Hong Kong dan China daratan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHong KongRadio Free Asia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Imam Palestina Apresiasi Kepedulian Rakyat Indonesia Terhadap Gaza
Tulisan selanjutnya PM Israel Dibius Total untuk Operasi Hernia, Warganet: Semoga Tidak Bangun Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?