Hidayatullah.com – Ribuan orang di ibukota Swedia, Stockholm, membatalkan perayaan Paskah sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Gaza dan berdemonstrasi untuk mendukung Palestina pada hari Sabtu, lapor kantor berita Anadolu.
Sekitar 5.000 demonstran berkumpul di distrik Odenplan, Stockholm, atas seruan dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM), menuntut Israel untuk menghentikan kejahatan perang dan genosida di Gaza.
Selain membawa spanduk bertuliskan “Anak-anak dibunuh di Gaza”, “Hentikan genosida” dan “Palestina selamanya”, para demonstran juga membawa patung anak-anak yang terbunuh di Gaza.
Mereka juga meneriakkan slogan-slogan seperti “Bebaskan Palestina”, “Akhiri pendudukan” dan “Pembunuh Israel”.
Penulis dan aktivis Samuel Girma, yang turut serta dalam demonstrasi tersebut, mengatakan kepada Anadolu bahwa Israel tidak boleh berpartisipasi dalam Kontes Lagu Eurovision yang akan diselenggarakan di Malmö, Swedia pada 11 Mei mendatang.
“Israel tidak pantas berpartisipasi dalam Eurovision. Sebuah negara pembunuh dan pembantai tidak dapat berpartisipasi dalam kontes musik. Israel adalah negara pembunuh,” kata Girma.
Pada pidato Paskahnya, pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus kembali menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan pembebasan semua tawanan Israel dalam pidato yang berfokus pada perdamaian. Hari Paskah merupakan salah satu hari terpenting dalam kalender Kristen.
Fransiskus memimpin misa di Lapangan Santo Petrus yang penuh sesak dan kemudian menyampaikan berkat dan pesan “Urbi et Orbi” (kepada kota dan dunia) dari balkon tengah Basilika Santo Petrus.
“Saya memohon sekali lagi agar akses ke bantuan kemanusiaan dijamin ke Gaza, dan menyerukan sekali lagi untuk pembebasan segera para sandera yang disandera pada 7 Oktober lalu dan untuk gencatan senjata segera di Jalur Gaza,” katanya.
“Jangan biarkan permusuhan saat ini terus berdampak buruk pada penduduk sipil, yang saat ini sudah mencapai batas daya tahannya, dan terutama pada anak-anak,” katanya dalam sebuah pidato yang juga menyinggung penderitaan warga Haiti, Rohingya dan korban perdagangan manusia.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza pada hari Minggu mengatakan setidaknya 32.782 warga Palestina telah terbunuh di daerah kantong yang terkepung selama hampir enam bulan perang. Jumlah tersebut termasuk setidaknya 77 kematian dalam 24 jam terakhir, kata pernyataan kementerian tersebut, dan menambahkan bahwa 75.298 orang telah terluka.*




