Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Misi ‘Israel’ untuk Mengacaukan dan Memecah Belah Rakyat Palestina

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 3 April 2024 08:58 8:58 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 3 April 2024 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Para pejabat keamanan Gaza, yang dikelola Hamas, menuduh Otoritas Palestina (OP) yang berkuasa di Tepi Barat mengerahkan agen-agen rahasia ke daerah kantong yang terkepung itu dengan tujuan “menabur kekacauan” di dalam perlawanan dalam skema yang dikoordinasikan dengan badan mata-mata Israel, Shin Bet.

Otoritas Palestina merupakan pemerintahan Palestina yang bekerja sama dengan entitas Zionis untuk mengelola wilayah-wilayah yang dijajah termasuk Tepi Barat, tempat Masjidil Aqsa berada.

Menurut seorang pejabat senior yang berbicara dengan media Arab, misi rahasia untuk membuat kekacauan tersebut terjadi pada malam 30 Maret dan melihat beberapa pasukan PA menyelinap masuk ke Gaza melalui penyeberangan perbatasan Rafah dengan Mesir dengan mengawal truk-truk yang membawa bantuan kemanusiaan dari Bulan Sabit Merah Mesir.

“Pasukan keamanan yang mencurigakan yang masuk kemarin dengan truk Bulan Sabit Mesir mengkoordinasikan operasinya sepenuhnya dengan pasukan penjajah,” kata seorang pejabat kementerian dalam negeri Gaza kepada Al-Aqsa TV, Ahad.

Rencana tersebut dilaporkan bertujuan untuk “menciptakan kebingungan dan kekacauan di antara barisan di garis depan [Gaza]” dalam kesepakatan yang dicapai antara Tel Aviv dan Ramallah “dalam pertemuan mereka di salah satu ibukota Arab pekan lalu.”

Baca Juga

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Pasukan keamanan Gaza berhasil menahan 10 orang dan sedang memburu sejumlah orang lainnya yang tidak diketahui jumlahnya yang berhasil lolos dari penangkapan. Para pejabat juga mengatakan bahwa Kairo menginformasikan kepada otoritas penyeberangan perbatasan bahwa mereka “tidak mengetahui” adanya pasukan rahasia tersebut.

Pasukan OP dilaporkan berafiliasi dengan Dinas Intelijen Umum di Ramallah dan dikerahkan dalam sebuah “misi resmi di bawah perintah langsung” dari kepala Dinas Intelijen Umum Palestina, Mayor Jenderal Majid Faraj.

Nama Faraj menjadi sorotan ketika Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada bulan lalu mengajukan namanya sebagai kandidat yang memungkinkan untuk “mengelola sementara” Jalur Gaza setelah genosida terhadap warga Palestina berakhir.

“Faraj, 61 tahun, adalah rekan dekat Presiden [OP] Mahmoud Abbas dan memiliki hubungan kerja yang erat dengan lembaga pertahanan Israel… Dia bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan antara badan keamanan Shin Bet Israel, CIA Amerika Serikat, dan organisasi intelijen internasional lainnya,” sebuah laporan dari i24NEWS Israel merincikan.

Baca juga: Negara Arab Ingin Otoritas Palestina Jadi Pengelola Gaza Pasca Perang

Sementara itu, OP membantah semua tuduhan tersebut kepada kantor berita Palestina, WAFA, dan menyebutnya “tidak berdasar.”

“Kami akan terus menyediakan segala sesuatu yang diperlukan untuk memberikan bantuan kepada rakyat kami, dan kami tidak akan terlibat dalam kampanye media yang hiruk pikuk yang menutupi penderitaan rakyat kami di Jalur Gaza serta pembunuhan, pengungsian, dan kelaparan yang mereka alami,” kata seorang pejabat OP yang tidak disebutkan namanya kepada WAFA.

Operasi hari Sabtu terjadi hanya beberapa jam sebelum pemerintah PA yang baru secara resmi dilantik sebagai bagian dari rencana yang dirancang AS yang menyerukan “PA yang direformasi” untuk mengendalikan wilayah Palestina yang diduduki.

Kepercayaan masyarakat Palestina terhadap OP mencapai titik terendah jauh sebelum peristiwa 7 Oktober dan perang genosida di Gaza, ketika rakyat Palestina semakin mengungkapkan ketidakpuasan atas sejarah panjang skandal korupsi, penindasan brutal terhadap para pengkritik, dan koordinasi keamanan yang mendalam dengan Israel.*

Baca juga: Survei: Mayoritas Warga Palestina Lebih Percaya Hamas, 90 Persen Mendesak Mahmoud Abbas Mundur

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazaHAMASJalur GazaKonflik Palestina-IsraelOtoritas Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria Setinggi 2,4 M Menyita Perhatian Jamaah Umrah di Masjidil Haram
Tulisan selanjutnya 1 Juta Jamaah Padati Makkah dan Madinah pada 10 Hari Terakhir Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?