Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mualaf Jesslyn Terima Tantangan Debat Ferdinand Hutahaean soal Kekristenan secara Akademik

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 April 2024 12:52 12:52 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 April 2024 12:27
Bagikan
Mualaf keturunan China Jesslyn Thea Lestari (kiri) menerima tantangan Ferdinand Hutahean (kanan) eks politisi partai demokrat berdebat masalah Kristen dan ketuhanan Yesus
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang mualaf keturunan Tionghoa, Jesslyn Thea Lestari (25) akhirnya menerima tantangan debat politisi Ferdinand Hutahaean terkait perbandingan agama dengan tema ‘Kekristenan dan Ketuhanan Yesus’ secara akademis.

“Walaupun saya sebenarnya gak kenal bapak siapa, sorry i don’t know who you’re, tapi ok, karena bapak menantang dan masukin nama saya, saya bersedia berdebat akademik dengan bapak,” ujar Jesslyn di kanal YouTube Dondy Tan, Jumat (12/4/2024).

https://youtu.be/Mry-jXb-fbU

“You going to face me one by one and I’m going to face you with approximately going to be three languages and you can use any kind of Bible you want to use,” (Anda akan menghadapi secara face to face dengan tiga bahasa. Anda dapat menggunakan jenis Alkitab apa pun yang ingin Anda gunakan).

Dia juga menambahkan, dalam debat ini nanti, sebenarnya, Ferdinand tidak sedang menentang dirinya, tapi, justru akan menentang isi kandungan Alkitab itu sendiri, kata Jasslyn.

“So basically when you want to face me in a debate especially about the christianity you are not actually againstting me but you are againstting your own bible and you can actually choose which Bible you want to face.” (Jadi pada dasarnya ketika Anda ingin menghadapi saya dalam sebuah debat terutama tentang Kekristenan Anda sebenarnya tidak menentang saya tetapi Anda menentang Alkitab Anda sendiri dan Anda sebenarnya dapat memilih Alkitab mana yang ingin Anda hadapi).

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Jadi ini jawabannya, saya tunggu respon dari bapak ya, jangan dicuekin dan jangan dikacangan ya pak ya,” jawab mantan debater melawan kelompok Islam sebelum mualaf.

Siapa Jesslyn Thea Lestari?

Jesslyn Thea Lestari adalah alumni Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta kelahiran Pontianak. Sejak kecil ia beragama Kristen, lalu berpindah-pindah ke berbagai kelompok gereja.

Mantan jemaat GBI,  GTI, GPDI, dan Bethani kemudian mulai meragukan keimananya sendiri hingga kemudian memeluk Islam saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, setelah hampir 4 tahun terombang-ambil tidak memiliki Tuhan.

“Saya tidak sadar menjadi Atheis, meskipun saya mengaku Kristen, ” ujarnya dalam obrolannya di kanal YouTube H Rhoma Irama Official. “Saya baru sadar Atheis bulan Desember (tahun 2024) ini,” ujarnya.

“Salah satu triger saya tertarik Islam adalah sifat Allah itu mutlak dan mutlak,” ujarnya.

Ia juga bercerita bahwa di agamanya terdahulu dia tidak pernah menemukan Tuhan. Di sisi lain, di agama terdahulu, ia menilai banyak menemukan hal tidak logis, ia sampai belajar Islam dengan membaca buku keislaman. 

Menariknya, Islam merupakan agama yang membukakan mata untuk hidup dengan baik tidak sembarangan. Sebelum masuk Islam, dia berusaha menanyakan konsep ketuhanan Islam ke banyak orang Islam.

Hal menarik yang dia dapatkan adalah kesamaan penjelasan tentang konsep ketuhanan dalam Islam. “Mereka selalu menjawab dengan jawaban yang sama. Ketuhananya, pengajaranya, semua sama. Berarti kan datang dari sumber asli yang sama, ” ujar dia.

Hal ini sangat berbeda kalau dia bertanya kepada orang-orang Kristen tentang konsep ketuhanan mereka. “Jawabannya akan berbeda-beda, ” ujarnya dalam obrolan di Kanal YouTube Cerita Untungs, Ahad (8/3/2024).

Dukungan Warganet

Sontak netizen menyambut gembira. Seorang warganet bahkan sampai ada yang ikut bantu memfasilitasi dana.

“Kak jesslyn kalau dia gak punya uang untuk biaya datang aku sumbang deh 10 juta, aku ingin tau debatnya orang munafik kayak si ferdinan, entar tanyain rekeningnya ferdinan berapa kak, ok semangat,” ujarnya. @88digitalaudio40.

“Semangat ka Jesslyn kami muslim mendukung.. Allahhu Akbar Allahu Akbar,” dukung @edialviansyah7240.

“..tempat sudah siap, makanan sudah siap, biaya transportasi sudah siap, semuanya sudah  disiapkan mbak Jesslyn, mantaap sekali… allahuakbar!,” tulis @joearibowo569.

“Sebagai muslim sangat ,mengapresiasi dan mendukung sekali para debater2 Islam. Maju terus pantang menyerah semoga Allah ta’alla selalu memberikan Rakhmat hidayah,dan pahala yang berlimpah dalam mengungkapkan kebenaran Islam,” tulis @achmadwashie4290.

Tantangan Ferdinand

Sebelum ini, pengguna media sosial Ferdinand Hutahean telah menantang  pendebat Muslim untuk beradu argumen tentang  masalah kekristenan dan ketuhanan Yesus.

Tiga orang yang dimaksud adalah Zulkifli M Abbas,  pria asal Makassar, Sulawesi Selatan. Pria yang akrab dipanggil Bang Zuma ini adalah pembina Apologet Islam Indonesia (API).

Kedua adalah Dondy Tan, pengurus pada Yayasan Pembina Muallaf At Tauhid yang dulunya pemeluk Protestan dan masuk Islam tahun 2014 silam. Dan satu lagi yang ditantang adalah mualaf keturunan Tionghoa, Jesslyn Thea Lestari.

Ferdinand Hutahaean adalah mantan anggota Komisi I DPR Fraksi PDI-P  yang pernah terjerat kasus hukum terkait ujaran kebencian. Dia dipolisikan oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dengan cuitan “Allahmu lemah” pada tahun 2022.

“Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela, “.  demikian ciutan @FerdinandHaean3, yang menjadi bumerang dan menjadi alat bukti ujaran kebencian.

Dalam tantanganya yang diarahkan pada Zulkifli M Abbas, Dondy Tan dan Jesslyn Thea Lestari, Ferdinand memisalnya masalah kekristenan dan ketuhanan Yesus seperti minum anggur dan air comberan.

“Jika Anda ingin tahu rasa anggur, jangan meminum air comberan. Karena air comberan tak akan mampu menceritakan rasa anggur. Jadi kalau Anda mau tahu tentang Kristen dan Yesus, maka jadilah pengikut Yesus,” ujar Ferdinand.

“Dan jika Anda ingin mengerti tentang Kekristenan dan Yesus, maka berdebatlah dengan orang yang paham (dalam vide ia mengarahkan telunjuknya menuju dadanya), bukan orang yang kepahamannya sekecil. Saya tunggu Anda berdebat dengan saya jika Anda orangnya cerdas,” demikian bunyi tantanganya  yang diunggah di kanal YouTube Jadid Hidaya, Sabtu (7/4/2024).

Dalam penutupnya, ia juga ‘setengah mengancam’ untuk tidak bertendensi ‘negatif’ tentang kekristenan. “Karena saya akan melawan Anda,” ujar Ferdinand.

Untuk diketahui, tahun ini, Ferdinand Hutahaean yang sebelumnya esks politikus Partai Demokrat  gagal jadi Caleg dari dapil Jakarta III. Sebagai Caleg dari PDI-P, ia hanya bercokol di nomor urut 5 dengan hanya meraih 29.601 suara.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ferdinand HutahaeanHeadlineJesslyn TerimaKetuhanan Yesusmasuk islammualafTantangan Debat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran Melancarkan Serangan Ratusan Drone dan Rudal ke ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Arti Serangan Kilat Iran ke ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?